Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ISMAIL RAJI AL-FARUQI Muhamad Ihsan Hasanudin
Syntax Idea Vol 1 No 2 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v1i2.16

Abstract

Dualisme, atau yang disebut juga dengan dikotomisme dalam pendidikan Islam adalah kondisi paradoksal yang terjadi dalam pendidikan yang berakhir pada pemisahan subjek kajian yang Isl ami, dan yang tidak Islami terhadap disiplin keilmuan dalam pendidikan. Kenyataan dikotomi dalam pendidikan Islam tidak lebih merupakan akibat distorsi dari konsep pendidikan luar (Barat) yang dianggap bukan berasal dari konsep Islam. Penelitian ini mengkaji konsep pendidikan Islam dalam perspektif Ismail Raji’ al-Faruqi. Studi ini berfokus pada : 1) bagaimana fitrah sebagai makluk serta dampaknya pada pendidikan Islam; 2) bagaimana dasar dan tujuan pendidikan Islam; 3) bagaimana isi/materi pendidikan Islam; 4) bagaimana lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan cara pandang teoritik, bahwa konsep pendidikan Islam yang diusahakan adalah ingin meninggalkan metode asal tiru dari Barat yang melahirkan sekularisme yang membahayakan itu, kemudian menggantikannya dengan konsep pendidikan baru yang mereka wujudkan dalam reformasi pendidikan Islam dalam satu wacana Islamisasi pengetahuan. Dalam hal ini, menurut usulan al-Faruqi, semua disiplin ilmu modern diberikan tujuan-tujuan dan visi baru yang konsisten dengan Islam. Setiap disiplin harus ditempa kembali sehingga memberikan relevansi Islam sepanjang sumbu Tauhid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan melalui metode dokumenter untuk mengumpulkan data penelitian. Data-data yang telah terkumpul tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan hasil pembahasan, 1) bahwa teori ilmu pendidikan Islam mesti disandarkan pada konsep dasar mengenai Fitrah manusia. pembicaraan yang berkaitan dengan hal ini dirasa sangat mendasar dan perlu dijadikan pijakan dalam melakukan aktivitas pendidikan; 2) al-Faruqi meletakan tauhid sebagai dasar pendidikan, dan pendidikan bertujuan untuk menjadikan manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah, dan menjadika Tuhan sebagai tujuan akhir pendidikan Islam; 3) al-Faruqi menawarkan tiga prinsip isi/materi pendidikan Islam, yaitu : khazanah modern, khazanah Islam klasik, dan integrasi isi kurikulum pendidikan Islam; 4) menurut al-Faruqi lembaga pendidikan terbagi menjadi dua, yaitu ; lembaga formal dan lembaga informal. Konsep pendidikan yang ditawarkan oleh al-Faruqi berifat humanisme-teosentris. Karena konsep pendidikan tersebut dijiwai oleh norma-norma Ilahiyah dan nilainilai fundamental universal yang merupakan kebutuhan makluk yang selarasdengan fitrahnya.
Pengembangan Pendidikan Kesehatan Tentang Pengenalan Sumber Penyakit Dan Penanganannya Kepada Masyarakat Menggunakan Website dengan metode Agile Muhammad Fauzi; Muhamad Ihsan Hasanudin; Muhammad Sadam Ramadhoni; Ricardus Mba Dala Pati
Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan ( JENTIK ) Vol. 2 No. 2 (2024): Juni: Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan (JENTIK)
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/jentik.v2i2.671

Abstract

This study aims to develop health education regarding disease identification and management for the community using a website. The development process incorporates the principles of health promotion and utilizes online platforms to disseminate information effectively. Through this initiative, the community gains access to comprehensive resources on disease identification, preventive measures, and appropriate management strategies. The website serves as a user-friendly tool to enhance health literacy and empower individuals to make informed decisions about their well-being.