Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimasi Reversed-Phase Liquid Chromatography Residu Pestisida pada Variasi Laju Alir dan Kondisi Isokratik Menggunakan Spreadshee Budi Yasri; Harmoko Harmoko; Amalia Rakhmawati
Syntax Idea Vol 2 No 12 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v2i12.755

Abstract

Metode multiresidu pestisida (MRM) menggunakan LC-MS/MS dan atau GC-MS/MS secara umum digunakan untuk analisis residu pestisida dalam karena banyaknya jumlah pestisida terdaftar dan diijinkan beredar di pasaran. Proses pemisahan analit dalam sistem reversed phased liquid chromatography (RP-LC) dipengaruhi oleh beberapa faktor dimana salah satunya adalah laju alir fase gerak. Optimasi dilakukan untuk mencari kondisi pemisahan pada elusi isokratik yang optimum dengan melakukan perubahan terhadap laju alir dan komposisi fase gerak organik. Pada penelitian ini dilakukan optimasi dengan bantuan Excel Spreadsheet terhadap 9 campuran senyawa residu pestisida dan hasil optimasi diuji terhadap pemisahan 120 campuran senyawa residu pestisida. Pemisahan optimal yang diperoleh dalam elusi isokratik yaitu pada laju alir (F) = 0,3 mL/menit dan komposisi fase gerak organik φ = 0,40. Namun, kondisi isokratik optimum yang diperoleh tersebut kurang cocok jika digunakan untuk pemisahan terhadap 120 campuran senyawa residu pestisida, karena banyak senyawa terelusi di awal dan pada waktu yang bersamaan.
CEK ANTARA ALAT UKUR BURETTE UNTUK JAMINAN MUTU INTERNAL HASIL KALIBRASI Amalia Rakhmawati; Agung Triono
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.288

Abstract

Abstrak-- Pengukuran volume berperan penting dalam menjaga mutu dari produk yang dihasilkan. Salah satu alat ukur volume yang banyak digunakan adalah burette. Sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017 laboratorium pengujian dan kalibrasi perlu melakukan pengecekan antara peralatan standar untuk menjamin status peralatan yang digunakan. Cek antara dilakukan dengan membandingkan berat isi yaitu berat cairan dalam gelas penampung yang dikeluarkan oleh valve burette dengan pembacaan standar electronic analytical balance ketelitian 0,0001 g. Data yang diambil sebanyak 5 kali selama 20 hari di awal dan di akhir untuk mendapatkan data perbandingan awal dan akhir yang akan digunakan untuk mendapatkan nilai Fhitung yang kemudian dibandingkan dengan nilai Ftabel pada metode uji F. Dari data awal didapatkan nilai µawal = 46,69108 g dan nilai σawal = 0,000109. Dan dari data akhir didapatkan nilai µakhir = 46,69110 g dan nilai σakhir = 0,000065. Dari data σawal dan σakhir didapatkan nilai Fhitung = 2,80, sedangkan nilai Ftabel dari tabel F yaitu 3,18. Karena data Fhitung ≤ Ftabel maka alat ukur burette dinyatakan masih baik pada titik ukur 10 mL. Dari control chart didapatkan nilai rata-rata masih berada pada wilayah UWL dan LWL sehingga alat ukur burette dinyatakan masih baik pada titik ukur tersebut. Kata Kunci : Cek Antara, Burette, Uji F, Control Chart.
METODE CEK ANTARA RULER CALIBRATOR UNTUK JAMINAN MUTU INTERNAL KALIBRASI Amalia Rakhmawati; Agung Triono
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.289

Abstract

Abstrak-- Salah satu standar panjang yang ada di laboratorium kalibrasi adalah ruler calibrator yang digunakan untuk mengkalibrasi alat ukur besaran panjang konvensional yaitu berupa batangan maupun pita panjang berskala umumnya terbuat dari bahan plastik, logam baja atau kuningan. Sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017 General requirements for the competence of testing and calibration laboratories klausul 6.4 bahwa “pengecekan antara (intermediate check)” harus dilakukan sesuai prosedur tertentu bila diperlukan untuk menjamin kepercayaan terhadap unjuk kerjanya sehingga laboratorium kalibrasi perlu melakukan pengecekan antara peralatan standar untuk menjamin status peralatan yang digunakan. Penelitian ini akan membahas cek antara ruler calibrator untuk jaminan mutu internal kalibrasi. Ruler calibrator memiliki ketelitian 0,005 mm dengan kapasitas 2000 mm akan dilakukan cek antara menggunakan artefak steel ruler pada panjang 100 mm. Pengulangan pengambilan data sebanyak 5 kali selama 20 hari dengan data 10 hari di awal dan 10 hari di akhir. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan Fhitung perbandingan awal dan akhir dan Ftabel metode uji F. Dari data pengukuran didapatkan nilai µawal = 100,0059 mm dan nilai σawal = 0,006488, serta nilai µakhir = 100,0060 mm dan nilai σakhir = 0,006182. Dari data σawal dan σakhir didapatkan nilai Fhitung = 1,10, sedangkan nilai Ftabel dari tabel F yaitu 3,18. Karena data Fhitung ≤ Ftabel maka alat ukur ruler calibrator dinyatakan masih baik pada titik ukur 100 mm. Dari data tersebut didapatkan Control Chart yang dapat diambil kesimpulan bahwa bahwa nilai rata-rata masih berada di bawah batas UWL dan LWL sehingga alat ukur ruler calibrator dinyatakan masih baik pada titik ukur tersebut. Kata Kunci : Cek Antara, Ruler Calibrator, Uji F, Control Chart
METODE CEK ANTARA PRESSURE GAUGE UNTUK JAMINAN MUTU INTERNAL LABORATORIUM KALIBRASI Amalia Rakhmawati; Agung Triono
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.685 KB) | DOI: 10.52453/t.v11i1.287

Abstract

Abstrak-- Berdasarkan standar ISO/IEC 17025:2017 laboratorium pengujian dan kalibrasi perlu melakukan pengecekan antara peralatan standar untuk menjamin status peralatan yang digunakan. Penelitian ini membahas jaminan mutu internal hasil kalibrasi pressure gauge melalui cek antara yang wajib dilakukan oleh labroratorium. Pengambilan data dilakukan dengan pengulangan sebanyak 5 kali selama 10 hari di antara selang waktu interval kalibrasi. Penelitian ini mengambil data sebanyak 20 hari di awal dan di akhir untuk mendapatkan nilai Fhitung yang akan dibandingkan dengan nilai Ftabel metode uji F. Dari data awal didapatkan nilai µawal = 10,005 kgf/cm2 dan nilai σawal = 0,004137. Dari data akhir didapatkan nilai µakhir = 10,010 kgf/cm2 dan nilai σakhir = 0,004789. Dari data σawal dan σakhir didapatkan nilai Fhitung = 0,75, sedangkan nilai Ftabel dari tabel F yaitu 3,18 untuk total 100 data pada k = 2. Karena nilai Fhitung ≤ Ftabel maka alat ukur pressure gauge digital dinyatakan masih baik pada titik ukur 10 kgf/cm2. Dari evaluasi ketidakpastian didapatkan nilai U95 yaitu ± 0,0093 kgf/cm2 sehingga nilai rata-rata data akhir dan data awal 10,008 ± 0,0093 kgf/cm2 masih masuk dalam area keberterimaan pada titik ukur tersebut. Kata Kunci : Cek Antara, Pressure Gauge, Uji F, Control Chart, Ketidakpastian.
CEK ANTARA ALAT UKUR BURETTE UNTUK JAMINAN MUTU INTERNAL HASIL KALIBRASI Amalia Rakhmawati; Agung Triono
Technologic Vol 11 No 1 (2020): Eleventh Volume of Technologic Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran volume berperan penting dalam menjaga mutu dari produk yang dihasilkan. Salah satu alat ukur volume yang banyak digunakan adalah burette. Sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017 laboratorium pengujian dan kalibrasi perlu melakukan pengecekan antara peralatan standar untuk menjamin status peralatan yang digunakan. Cek antara dilakukan dengan membandingkan berat isi yaitu berat cairan dalam gelas penampung yang dikeluarkan oleh valve burette dengan pembacaan standar electronic analytical balance ketelitian 0,0001 g. Data yang diambil sebanyak 5 kali selama 20 hari di awal dan di akhir untuk mendapatkan data perbandingan awal dan akhir yang akan digunakan untuk mendapatkan nilai Fhitung yang kemudian dibandingkan dengan nilai Ftabel pada metode uji F. Dari data awal didapatkan nilai µawal = 46,69108 g dan nilai σawal = 0,000109. Dan dari data akhir didapatkan nilai µakhir = 46,69110 g dan nilai σakhir = 0,000065. Dari data σawal dan σakhir didapatkan nilai Fhitung = 2,80, sedangkan nilai Ftabel dari tabel F yaitu 3,18. Karena data Fhitung ≤ Ftabel maka alat ukur burette dinyatakan masih baik pada titik ukur 10 mL. Dari control chart didapatkan nilai rata-rata masih berada pada wilayah UWL dan LWL sehingga alat ukur burette dinyatakan masih baik pada titik ukur tersebut.
METODE CEK ANTARA PRESSURE GAUGE UNTUK JAMINAN MUTU INTERNAL LABORATORIUM KALIBRASI Amalia Rakhmawati; Agung Triono
Technologic Vol 11 No 1 (2020): Eleventh Volume of Technologic Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan standar ISO/IEC 17025:2017 laboratorium pengujian dan kalibrasi perlumelakukan pengecekan antara peralatan standar untuk menjamin status peralatan yang digunakan.Penelitian ini membahas jaminan mutu internal hasil kalibrasi pressure gauge melalui cek antara yangwajib dilakukan oleh labroratorium. Pengambilan data dilakukan dengan pengulangan sebanyak 5 kaliselama 10 hari di antara selang waktu interval kalibrasi. Penelitian ini mengambil data sebanyak 20 haridi awal dan di akhir untuk mendapatkan nilai Fhitung yang akan dibandingkan dengan nilai Ftabel metode ujiF. Dari data awal didapatkan nilai µawal = 10,005 kgf/cm2 dan nilai σawal = 0,004137. Dari data akhirdidapatkan nilai µakhir = 10,010 kgf/cm2 dan nilai σakhir = 0,004789. Dari data σawal dan σakhir didapatkan nilaiFhitung = 0,75, sedangkan nilai Ftabel dari tabel F yaitu 3,18 untuk total 100 data pada k = 2. Karena nilaiFhitung ≤ Ftabel maka alat ukur pressure gauge digital dinyatakan masih baik pada titik ukur 10 kgf/cm2. Dari evaluasi ketidakpastian didapatkan nilai U95 yaitu ± 0,0093 kgf/cm2 sehingga nilai rata-rata data akhir dandata awal 10,008 ± 0,0093 kgf/cm2 masih masuk dalam area keberterimaan pada titik ukur tersebut.