Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pola Peresepan Penyakit Stroke Iskemik Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit di Kota Sungailiat Lana Sari; Ronal Worthy; Dela Lanaya
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 7, No 2 (2019): JKP Desember 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v7i2.85

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menyebabkan kecacatan nomor satu di dunia. Data Riskesdas 2018 melaporkan bahwa penderita stroke di Provinsi Bangka Belitung meningkat menjadi > 10,9% di atas rata-rata penderita penyakit stroke di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pola peresepan stroke iskemik yang dapat dijadikan salah satu sumber informasi dalam perencanaan dan pengadaan obat Rumah Sakit di Kota Sungailiat dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Rancangan penelitian ini observasional deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan obat stroke iskemik yang sering digunakan adalah citicoline 500 mg sebanyak 22%, bentuk sediaan berupa tablet sebanyak 100%, kekuatan sediaan citicoline 500 mg 29,6%, dosis obat clopidogrel 75 mg perhari 18,4%, jumlah obat yaitu 2 jenis yaitu 61,3%, untuk aturan pemakaian yaitu clopidogrel 75 mg digunakan 1x1 18,4% dan cara penggunaan dengan oral sebanyak 100%. Pola peresepan stroke iskemik pasien rawat jalan Rumah Sakit di Kota Sungailiat tahun 2018 sudah sesuai dengan guidelines. Penelitian lebih lanjut untuk pola peresepan penyakit stroke iskemik dan penyakit tidak menular (PTM) lainnya bisa menggunakan metode prospektif.
Edukasi Gema Cermat golongan obat keras pada guru dan orang tua siswa SDN 11 Pangkalan Baru, Bangka Tengah Lana Sari; Mirnawati Zalili Sailan; Dela Lanaya
INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.634 KB) | DOI: 10.29303/indra.v1i2.55

Abstract

A pharmacist is a profession that can optimize pharmaceutical services for the community. As part of health workers and the front line for drug distribution to the community, pharmacists must contribute significantly to socializing Gema Cermat, especially for prescription drugs that are often purchased without a doctor's prescription. Pharmacies can only submit prescription drugs based on a doctor's prescription. This provision aims to prevent the illegal use or drug means of this group. The phenomenon of irregularity in the circulation of hard drugs in prescription drug services without a prescription in pharmacies cannot be separate from the community itself. The tendency of people who want to do self-medication encourages the rampant phenomenon of deviance. This activity aims to see an increase in knowledge of the prescription drugs class through Gema Cermat education for teachers and parents of SDN 11 Pangkalan Baru, Central Bangka Regency. The activity was carried out in the classroom at SDN 11 Pangkalan Baru, carried out through a pre-test and post-test using a questionnaire. The results obtained showed that the knowledge of the participants was 62.50%. There is a significant difference with a value of 0.000, which means an increase in understanding parents' and teachers' knowledge before and after Gema Cermat education about prescription drugs.
Pengembangan dan Validasi Instrumen Pengukuran Tingkat Pengetahuan Terhadap Penggunaan Antibiotik Lana Sari; Ratih Puspita Kusumadewi Purba
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 10, No 1 (2022): JKP Juni 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v10i1.385

Abstract

Latar belakang: Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik sangat mudah didapatkan oleh masyarakat dan harganya murah sehingga terjadi banyak penyalahgunaan yang menyebabkan resistensi antibiotik. Berbagai studi di Eropa menunjukkan resistensi antibiotika meningkat karena adanya peningkatan konsumsi antibiotika yang didorong oleh pengetahuan masyarakat tentang antibiotika yang kurang memadai serta penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Hasil penelitian yang dilakukan WHO dari 12 negara termasuk Indonesia, sebanyak 53-62% berhenti minum antibiotik ketika merasa sudah sembuh.Tujuan: Mengembangkan dan memvalidasi instrumen pengukuran tingkat pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik di Kabupaten Bangka.Metode: Penelitian bersifat eksploratif secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 10 orang panel ahli dan 30 masyarakat di Wilayah Kabupaten Bangka dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling.Hasil: Hasil uji validitas isi dilakukan dua putaran dengan nilai I-CVI 0,88, sehingga kuesioner dinyatakan valid sejumlah 47 butir pernyataan. Kemudian dilanjutkan uji validitas dan uji reliabilitas yang dilakukan dengan melibatkan 30 masyarakat di Kabupaten Bangka. Pada uji validitas didapatkan 29 pernyataan valid dan uji reliabilitas diperoleh nilai KR-20 yaitu 0,7.Kesimpulan: Kuesioner dapat digunakan sebagai instrumen untuk mengukur tingkat pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik di Kabupaten pada wilayah Kepulauan di Indonesia. Kata kunci: Antibiotik; Instrumen; Kabupaten; Pengetahuan
Penggunaan Metode Delphi Termodifikasi dalam Pengembangan Indikator Kinerja Pelayanan Kefarmasian Puskesmas Ratih Puspita Kusumadewi Purba; Lana Sari
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 1 (2023): JKP Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i1.583

Abstract

Latar belakang: Pelayanan kefarmasian menjadi bagian penting dalam kegiatan pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, akan tetapi indikator beserta cara penilaian untuk mengukur kinerja pada kategori pengelolaan; pelayanan farmasi klinis; keseluruhan kinerja belum tersedia. Pengembangan indikator kinerja pelayanan kefarmasian di Puskesmas perlu dikembangkan dengan metode Delphi termodifikasi sehingga memungkinkan pengukuran indikator pelayanan kefarmasian di Puskesmas dilakukan secara menyeluruh.Tujuan: Mengembangkan indikator kinerja pelayanan kefarmasian pada Puskesmas di wilayah kabupaten Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Delphi termodifikasi. Penelitian melibatkan panel ahli yang terdiri dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten dan praktisi Puskesmas (Apoteker) Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Instrumen berupa indikator pelayanan kefarmasian dan cara penilaian diserahkan kepada panel ahli untuk dinilai. Penilaian menggunakan skala 1-7 dan dilakukan sebanyak 2 putaran.Hasil: Metode Delphi dimodifikasi dengan cara penyusunan instrumen awal berdasarkan pustaka dan berdasarkan indikator pada penelitian sebelumnya. Pengembangan indikator hasil konsensus didasarkan pada 3 kriteria yang ditetapkan, yaitu nilai rata-rata konsensus minimal 4,9; nilai deviasi standar di bawah 1,5; nilai Inter Quartile Range (IQR) di bawah 2,5. Melalui metode Delphi termodifikasi tersusun 36 indikator kinerja pelayanan kefarmasian Puskesmas beserta cara penilaiannya. Indikator kinerja tersebut terdiri dari kategori pengelolaan obat sebanyak 15 indikator, pelayanan farmasi klinik sebanyak 19 indikator, dan keseluruhan kinerja sebanyak 2 indikator.Kesimpulan: Indikator hasil konsensus dapat dijadikan salah satu referensi Dinas Kesehatan maupun Puskesmas dalam kegiatan monitoring dan evaluasi; pengukuran kinerja; persiapan akreditasi; kegiatan penelitian yang berlangsung di Puskesmas.
An Examination of the Disparities Between Patient Expectations and Perceptions about Drug Delivery Operations at the Outpatient Pharmacy in the Hospital Ismeliaoctari; Lana Sari; Ratih Puspita Kusumadewi Purba
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 1 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v1i2.17

Abstract

Patient satisfaction with services can be determined by comparing patient perceptions and expectations. The Outpatient Pharmacy of Hospital X in Pangkalpinang City experienced problems in drug delivery because the information was not based on medical records and patient clinical data, resulting in biased information being conveyed. It conveyed information can cause differences between patient expectations and perceptions. It analyzed the differences between patient expectations and perceptions of drug delivery activities at the Outpatient Pharmacy of Hospital X Pangkalpinang City based on the 5 SERVQUAL dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. This research was a comparative analytic study using a cross-sectional approach. The research instrument was a questionnaire, and it was analyzed using Mann-Whitney. Respondents were patients/families of the Outpatient Pharmacy patients at Hospital X in Pangkalpinang City, totaling 130 people. The results showed significant differences between patient expectations and perceptions of drug delivery activities at the Outpatient Pharmacy at Hospital X Pangkalpinang City, with a P-value <0.05. The most enormous gap between expectations and perceptions was in the empathy dimension. Outpatient Pharmacy officers at Hospital X Pangkalpinang City can improve drug delivery services by focusing on the dimensions of assurance, tangibles, and responsiveness and addressing improvements to empathy and reliability.
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI KUESIONER UNTUK MENGUKUR PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT KOTA WILAYAH KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Lana Sari; Mirnawati Zalili Sailan
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v9i1.642

Abstract

Diseases caused by bacteria are treated with antibiotics. Antibiotics can be a threat globally, especially related to high resistance rates. Research has found that 40-62% of antibiotics are abused for diseases that do not require antibiotics for treatment. The results of research conducted by WHO from 12 countries, one of which is Indonesia, as many as 53-62% stops using antibiotics if they feel they have recovered. This study aims to develop and validate a questionnaire used to measure knowledge of antibiotic use in the people of Pangkalpinang City, Archipelago Region. The study was conducted in Pangkalpinang City from May to June 2022. This study involved 10 pharmacists as a panel of experts and 30 residents of Pangkalpinang City. The sampling technique was cluster sampling and tested the validity and reliability of the questionnaire. The results of the content validity test obtained the value of the content validity index (I-CVI) of each statement item. The content validity test was carried out in two rounds and the I-CVI value was 0.94 so that it could be concluded that the questionnaire was valid with 42 statement items. After that, it was continued with validity and reliability tests involving 30 people in Pangkalpinang City. The results of this validity test obtained 39 valid statements, and for the reliability test, the KR 20 value was 0.8. Questionnaires can be used to measure the level of knowledge of the use of antibiotics in cities and communities on the island.