Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Golongan Darah ABO dengan Kadar Kolesterol Total Darah Eny Erlinda Widyaastuti; Kartika Kartika
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 8, No 2 (2020): JKP Desember 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v8i2.308

Abstract

Latar belakang: kolesterol darah total diketahui memiliki kaitan erat dengan munculnya berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, hiperkolesterolemia, stroke, dan sebagainya. Berbagai upaya pencegahan yang dilakukan termasuk mengontrol faktor yang berhubungan dengan kolesterol misalnya jenis kebiasaan konsumsi makanan, olah raga, dan kontrol terhadap penyakit seperti diabetes melitus. Namun demikian, beberapa studi yang mencari hubungan genom golongan darah terhadap kadar kolesterol darah total. Tujuan: penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara golongan darah ABO dan kadar kolesterol total darah di Desa Sekar Biru Kecamatan Parit Tiga tahun 2018. Metode: penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 136 orang responden. Pemilihan responden penelitian dengan teknik consequtive sampling. Hasil: penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kadar kolesterol darah antara golongan darah A dan B (P=0,523), A dan AB (P=0,057), A dan O (P=0,087), O dan AB (P=0,849), O dan B (P=0,167), B dan AB (0,099). Selain itu juga didapatkan tidak ada hubungan kadar kolesterol darah total golongan darah O, A, B, dan AB (P=0,121). Kesimpulan: tidak dittemukan adanya hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol total darah di Desa Sekar Biru.
Pengaruh Pengaruh Pijat menggunakan VCO (Virgin Coconut Oil) dibandingkan Minyak Aromaterapi: Rosemary pada bayi Usia 4-5 bulan terhadap peningkatan berat badan kartika Kartika
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 4 (2022): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i4.934

Abstract

Latar belakang: Tumbuh kembang optimal merupakan hak setiap anak. Awal kehidupan bayi merupakan periode kritis, terjadi pertumbuhan otak intensif dan plastisitas otak yang tinggi. Nutrisi yang kurang pada masa ini mempunyai dampak berkepanjangan bahkan seumur hidup terhadap suatu struktur dan fungsi tubuh. Pijat bayi merupakan suatu bentuk stimulasi taktil khinestetik yang dapat membantu meningkatkan tumbuh kembang bayi. Pijat bayi dapat meningkatkan produksi growth hormon, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan serotonin serta meningkatkan aktifitas fungsi percernaan. Minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil) merupakan asam lemak jenuh dengan jenis rantai sedang atau MCFA (Middle Chain Fatty Acid) yang tidak menimbulkan iritasi serta mudah diserap melalui kulit. Perlakuan pijat pada bayi dan penggunaan VCO sebagai minyak pijat akan berkontribusi dalam peningkatan berat badan bayi sehingga dapat meningkatkan pula tumbuh kembangnya menjadi optimal. Tujuan : Mengetahui pengaruh pijat menggunakan VCO dibandingkan dengan Minyak Aromatherapi: Rosemary terhadap peningkatan berat badan bayi usia 4-5 bulan. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimental pre-test dan post-test group design. Responden sebanyak 20 bayi usia 4-5 bulan dengan riwayat kelahiran; partus spontan, berat badan lahir 2.500-4.000 gram, usia kehamilan ibu 37-42 minggu. Bayi akan ditimbang sebelum perlakuan pijat dan setelah 4 minggu perlakuan pijat masing-masing dengan VCO dan Rosemary. Pijat diberikan oleh ibu 2x15 menit sehari, dilakukan 5 hari dalam seminggu selama 4 minggu. Analisis data dilakukan dengan tahapan analisis univariabel untuk melihat distribusi karakteristik responden dan analisis bivariabel menggunakan paired t-test untuk melihat peningkatan berat badan sebelum dan setelah diberi perlakuan pijat dengan menggunakan VCO dan Aromatherapi Hasil Penelitian: hasil analisis ada pengaruh peningkatan berat badan antara pijat bayi menggunakan VCO dibandingkan minyak Rosemary dibuktikan dengan nilai uji t-test 0,001 (ρ<0,05) dengan selisih berat badan sebesar 166,67 gram. Kesimpulan: peningkatan berat badan bayi usia 4-5 bulan yang diberikan pijat oleh ibu menggunakan VCO selama 4 minggu lebih besar dibandingkan dengan berat badan bayi yang dipijat oleh ibu selama 4 minggu dengan minyak Rosemary Kata Kunci: Pijat, VCO dan Rosemary, Berat Badan
Pengembangan Alat Pengukur Kekuatan Otot Tangan di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Tahun 2019 Eny Erlinda Widyaastuti; Kartika Kartika
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 10, No 2 (2022): JKP Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v10i2.578

Abstract

Latar belakang: Pengukuran kekuatan otot tangan memiliki makna klinis mengetahui status kesehatan seseorang. Bahkan nilai kekuatan otot digunakan sebagai salah satu indikator dalam menegakkan diagnosis medis misalnya penurunan kekuatan otot pada salah satu sisi tubuh dapat menandakan terjadiya stroke pada seseorang. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil pengukuran kekuatan otot yang bersifat objektif maka dilakukan pengembangan alat kekuatan otot tangan dengan menggunakan prinsip udara tertutup dengan media bola karet yang dihubungkan ke manometer.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai rerata kekuatan otot tangan pada kelompok respon dengan usia 18 s.d 50 tahun. Selain itu, melaui pengujian statistik, penelitian ini juga bertujuan mengetahui validitas dan reabilitas alat dalam mengukur kekuatan otot tangan.Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan kuasi eksperimen yang melibatkan responden sebanyak 100 orang dan pemilihan responden dilakukan dengan consecutive sampling. Nilai rerata kekuatan otot tangan diperoleh dari uji univariat SPSS, uji validitas menggunakan korelasi Person Product Moment sedangkan untuk reliabilitasnya menggunakan Cronbach Alpha.Hasil: Nilai rerata kekuatan otot tangan kanan didapatkan 2,69 Psi sedangkan tangan kiri 2,59 Psi. Alat dengan diameter 8 cm, nilai rerata kekuatan otot tangan kanan sebesar 2,69 Psi sedangkan tangan kiri 2,66 Psi. Alat dengan diameter 9 cm, nilai rerata kekuatan otot tangan kanan sebesar 1,94 Psi sedangkan tangan kiri 1,85 Psi. Uji validitas diperoleh nilai rhitung (Korelasi Pearson Product Moment) > rtabel sebesar 0,195. Sedangkan uji reliabilitas terhadap alat menunjukkan koefisien reabilitas dengan nilai Cronbah’s Alpha 0,802 > 0,6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tiga alat Pengukur kekuatan otot tangan dinyatakan reliabel atau memenuhi persyaratan.Kesimpulan: Nilai kekuatan otot tangan kiri dan kanan adanya perbedaan dan hasil uji statistik validitas dan reabilitas menggunakan SPSS diperoleh kesimpulan bahwa alat pengukur kekuatan otot tangan valid dan reliabel.