Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diseminasi Teknologi Pembuatan Pakan Berbasis Kulit Buah Kakao Fermentasi Untuk Mendukung Usaha Penggemukan Sapi Bali Yang Ramah Lingkungan Bulkaini -; M Ashari; Mastur -; Ni Wayan Siti
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v3i2.1614

Abstract

Kegiatan diseminasi dilakukan di Kelompok peternak sapi Baru Sadar Dusun Cupek Desa Sigar Penjalain Kecamatan Tanjung Lombok Utara NTB, dan Kelompok Remaja Masjid Nurul Yakin. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok peternak dan kelompok remaja masjid melalui program penggemukan sapi ramah lingkungan. Permasalahan kelompok peternak:1) Usaha penggemukan sapi masih bersifat peternakan rakyat  (belum berorientasi bisnis), 2) Dukungan terhadap penerapan IPTEK rendah, 3) Penataan kandang dan lingkunganya  belum ditangani secara optimal. Permasalahan kelompok remaja masjid: belum adanya unit usaha yang berorientasi bisnis. Solusi penyelesaian permasalahan:1)Melakukan pelatihan anggota kelompok peternak tentang manajemen industri peternakan rakyat dan pengolahan kotoran ternak sistem biokonversi menjadi biogas dan pupuk organik padat, 2) Demplot penerapan TTG pembuatan pakan sapi berbasis kulit buah kakao fermentasi, penerapan TTG pupuk organik padat dan biogas, dan 3) Menata kandang sapi dengan system “Ala Lesehan”. Hasil kegiatan: Pemanfaatan pakan berbasis kulit buah kakao fermentasi  dalam bentuk konsentrat dan Wafer memberikan pertambahan bobot badan sapi Bali sebesar 0,568 kg/ekor/hari, instalasi biogas dengan kapasitas 4 m3  dapat memproduksi biogas sebesar 1,08 m3/hari, dan produksi bio-slurry 31,033 liter/hari. Pendapatan kelompok remaja masjid dari penjualan  pupuk organik padat sebesar 1.461.600/bulan. Luaran non ilmiahnya: produk pakan dalam bentuk konsentrat dan wafer kulit kakao. Luaran ilmiahnya: Publikasi  pada Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan  Fakultas Peternakan Unram, artikel populer dalam koran Lombok Post dan paten sederhana
ANALISIS MORFOMETRIK DAN PERFORMA PERTUMBUHAN PRASAPIH KAMBING BOERLOK KELAHIRAN KEMBAR BERDASARKAN PROPORSI DARAH BOER M Ashari; Ikhwan Firhamsah; Rina Andriati; Zaid Al Gifari
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 12 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v12i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa pertumbuhan dan karakteristik morfometrik cempe kambing silangan Boer × Lokal (Boerlok) kelahiran kembar berdasarkan tiga genotipe dengan proporsi darah Boer yang berbeda, yaitu BL (50%), BBL (75%), dan BBBL (87,5%). Penelitian dilaksanakan selama delapan bulan (Januari-Agustus) di PT Shadana Arifnusa Training Farm, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 120 ekor cempe kelahiran kembar prasapih digunakan sebagai materi penelitian, dipilih secara purposive sampling. Variabel yang diamati meliputi bobot lahir, bobot sapih umur 90 hari (BS90), pertambahan bobot badan harian (PBBH), tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada. Data dianalisis secara deskriptif (mean ± SD) menggunakan SPSS versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cempe BBBL (87,5% Boer) memiliki bobot lahir tertinggi (jantan: 2,740 ± 0,427 kg; betina: 2,660 ± 0,409 kg). Bobot sapih dan PBBH tertinggi diperoleh pada genotipe BBL (75% Boer), dengan PBBH jantan 112,40 ± 15,72 g/hari dan betina 100,20 ± 17,28 g/hari. Ukuran morfometrik (panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak) juga meningkat seiring peningkatan proporsi darah Boer, meskipun genotipe BBBL tidak selalu lebih unggul dibanding BBL. Disimpulkan bahwa peningkatan proporsi genetik Boer hingga 75% (genotipe BBL) memberikan respons performa pertumbuhan dan morfometrik paling optimal pada fase prasapih pada kelahiran kembar.