Muhammad Yusuf
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Knowledge Management sebagai Upaya Learning Organization di Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta Muhammad Yusuf; Anisa Nur Azizah Husni
Al-Idaroh: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2019): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian (LP3M) STIT al Urwatul Wutsqo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/alidaroh.v3i2.70

Abstract

This article aims to study knowledge management as an effort for learning organizations in STAIYO. The formulation of the problem in this study relates to the central object, the main actor, and the knowledge management process as a learning organization at STAIYO. This study used a qualitative approach with the background of knowledge management activities at STAIYO. The results of this study indicate that the central object in knowledge management in STAIYO is related to increasing member competence, which includes pedagogical competence, personal competence, professional competence, and social competence. The actors in knowledge management are certainly all structural members possessed by STAIYO. While the application process of knowledge management as an effort for learning organizations in STAIYO consists of, 1) the socialization process; regular discussions, holding seminars, including one member to attend training and/or training, 2) externalization process; documenting the results of routine discussions and making proceedings on the results of the seminar, 3) the combination process; requires every member of the organization to conduct research in each year, 4) internalization process; requires lecturers to publish in educatia (their internal journal).
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Menyiapkan Peserta Didik dalam Menghadapi Tes Asesmen Kompetensi Minimum Muhammad Yusuf; Tasman Hamami
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2571

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengelaborasi bagaimana peran guru dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan yaitu pencarian data dan informasi berupa sumber tulisan yang berhubungan dengan Asesmen Kompetensi Minimum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, sedang teknik analisis data yang digunakan adalah dengan deskripsi analisis. Penelitian ini mengungkapkan bahwa guru PAI berperan dalam menyiapkan peserta didik menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum dengan mengembangkan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui reasoning dan problem solving. Implementasi model pembelajaran ini meliputi lima tahap yaitu membaca dan berpikir, mengenal dan merencanakan, memilah strategi, menemukan jawaban, dan yang terakhir adalah refleksi dan perluasan.
DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB: PENDEKATAN OTAK KANAN Muhammad Yusuf
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 18 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.339 KB) | DOI: 10.20414/tsaqafah.v18i2.1867

Abstract

This paper aims to discuss the development of the Arabic languagecurriculum based on the right brain approach. This paper relies on bibliographicsources in the form of books and articles (literature studies) which are in thescientific journal related to the subject matter. Reading the data of thought byacademics using a critical constructive approach and meaning of the substancewith content analysis. Based on the studies that have been conducted, the rightbrain approach in learning Arabic can be narrated as an axiomatic way ofthinking about how to learn Arabic by optimizing right brain functions whichinclude rhymes, rhythms, music, visual impressions, colors, and images. Thusthe purpose of learning Arabic is the students are able to obtain Arabic languageknowledge that is ready to be used in the field of scientific and practical social inthe community, in a way that is fun and full of enthusiasm. The method that canbe used is the psychological method. While in learning techniques in principle,it must be able to attract students’ interests and motivations, encourage studentsto think critically-creatively-holistically, and must encourage students to becooperative and interactive.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Menyiapkan Peserta Didik dalam Menghadapi Tes Asesmen Kompetensi Minimum Muhammad Yusuf; Tasman Hamami
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2571

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengelaborasi bagaimana peran guru dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan yaitu pencarian data dan informasi berupa sumber tulisan yang berhubungan dengan Asesmen Kompetensi Minimum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, sedang teknik analisis data yang digunakan adalah dengan deskripsi analisis. Penelitian ini mengungkapkan bahwa guru PAI berperan dalam menyiapkan peserta didik menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum dengan mengembangkan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui reasoning dan problem solving. Implementasi model pembelajaran ini meliputi lima tahap yaitu membaca dan berpikir, mengenal dan merencanakan, memilah strategi, menemukan jawaban, dan yang terakhir adalah refleksi dan perluasan.
Kalimat Kondisional dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris (Analisis Kontrastif Bentuk dan Fungsi) Muhammad Yusuf; Muhammad Jauzil Bahraen
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/tsaqofiya.v3i2.79

Abstract

Conditional sentences are part of the syntactic system that exists in Arabic and English. In general, the provisions relating to conditional sentences in the two languages ​​have similarities and differences. This study seeks to identify more deeply related to this matter by way of contrasting it. The subject matter relates to the similarities and differences in the form and function of conditional sentences in Arabic and English. This study is a literary style that optimizes related literature to discuss the object of research. This study formulates that the similarity in the form and function of conditional sentences in Arabic and English, namely: it can be stated implicitly, has two-sentence forms, has clear rules, has the same primary components, can be used to convey open and conjectural conditions. The differences are: Arabic markers are more varied, the characteristics of conditional sentences in Arabic focus on the markers while in English it is more on tenses, the construction of conditional sentences in Arabic is more varied than in English Abstrak Kalimat kondisional merupakan bagian dari sistem sintaksis yang ada dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Lazimnya, ketentuan yang berkaitan dengan kalimat kondisional dalam kedua bahasa tersebut terdapat persamaan dan perbedaan. Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi lebih dalam berkaitan dengan hal tersebut dengan cara mengkontraskannya. Adapun pokok masalah berkaitan dengan persamaan dan perbedaan bentuk dan fungsi kalimat kondisional dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kajian ini bercorak kepustakaan yang mengoptimalkan literatur terkait untuk membahas objek penelitian. Kajian ini merumuskan bahwa persamaan bentuk dan fungsi kalimat kondisional dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris yaitu: dapat dinyatakan secara implisit, mempunyai dua bentuk kalimat, mempunyai aturan yang jelas, mempunyai komponen primer yang sama dan dapat digunakan untuk menyampaikan kondisi yang bersifat terbuka dan dugaan. Adapun perbedaannya adalah: penanda bahasa Arab lebih variatif, karakteristik kalimat kondisional dalam bahasa Arab menitikberatkan pada penanda sementara dalam bahasa Inggris lebih kepada tenses, kontruksi kalimat kondisional dalam bahasa Arab lebih variatif dari bahasa Inggris
Governance of Change: Portrait of the Al-Mukhtar Cilacap Islamic Boarding School in the Development of Education Quality Muhammad Yusuf; Ngaftourrohman
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v7i2.384

Abstract

The intervention of globalization requires Islamic boarding schools always to strive to upgrade institutional capacity and capabilities. In this context, the alternative door for pesantren is to manage institutional changes so they can follow ideal quality standards. This governance allows institutions to dialogue about modernization and the typology of pesantren, which is identical to the traditional style. Al-Mukhtar Adipala Cilacap is a traditional-modern Islamic boarding school trying to find a compatible landscape within the change management framework. This paper attempts to analyze the governance of Al-Mukhtar Adipala's transformation by using a case study approach and borrowing Burnes' theory which is positioned as an analytical knife. This study indicates that: 1) the change choice procedure consists of three interrelated components, namely a SWOT analysis to define the institutional context; provide intentions on the transformation of general knowledge competence and the classical Islamic books; and conduct working meetings to plan and determine strategic policies; 2) the formulation of the strategic policy of the Al-Mukhtar Adipala boarding school consisting of the formulation of a vision and mission, reconstruction of the education system, and periodic evaluations; 3) the operational change formula consists of the input, process, and output of education at the Al-Mukhtar Adipala Islamic boarding school.