Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. L DENGAN P2A0 POSTPARTUM DENGAN ROBEKAN PERINEUM GRADE IV DI GEDUNG C LANTAI IV RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIBABAT CIMAHI Dedeh Sri Rahayu; wartinengsih warti nengsih
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu masih tinggi penyebab Angka Kematian Ibu adalah fistula, hematoma, infeksi dan perdarahan, perdarahan ini menjadi salah satu penyebab dari robekan perineum atau rupture perineum. Perineum adalah daerah yang terletak antara vulva dan anus, panjangnya rata-rata 4 cm. Komplikasi dari rupture perineum adalah fistula, hematoma, infeksi dan perdarahan. Menurut laporan yang didapat dari Ruang Nifas Gedung C lantai 4 Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi, pada periode Juli-Desember 2016 angka partus spontan mencapai 41,37%. Asuhan keperawatan ini bertujuan mendapatkan pengalaman secara nyata dan penulis mampu dalam memberikan asuhan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi keperawatan. Laporan studi kasus  ini menggunakan metode studi kasus. Untuk memperoleh data menggunakan teknik observasi, wawancara,  pemeriksaan fisik. Hasil pengumpulan data didokumentasikan dalam bentuk studi kasus. Hasil  studi kasus: Asuhan keperawatan yang dilakukan pada Ny.L selama 6 hari terhitung pada tanggal 21-26 Febuari 2017 diperoleh diagnose keperawatan mengenai gangguan rasa nyaman nyeri, resiko infeksi, ansietas dan kurang pengetahuan. Tahap perencanaan penulis menyusun rencana tindakan sesuai dengan permasalahan yang ada, kemampuan, situasi dan kondisi. Tahap pelaksanaan tindakan yang dilakukan penulis sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Pada tahap evaluasi dari 4 diagnosa yang didapat semuanya teratasi, dalam implementasinya memerlukan kerja sama dengan perawat ruangan agar masalah klien dapat teratasi semuanya. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian studi kasus bahwa kasus post partum dengan rupture perineum perlu adanya penatalaksanaan yang dapat membantu percepatan kesembuhan luka dan tidak menyebabkan infeksi pada luka rupture perineum.Kata kunci  : Studi kasus, Rupture perineum
Asuhan Keperawatan Pada Ny. L Dengan P2A0 Postpartum Dengan Robekan Perineum Grade IV di Rumah Sakit X, Indonesia Dedeh Sri Rahayu; Wartinengsih Wartinengsih
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu masih tinggi penyebab Angka Kematian Ibu adalah fistula, hematoma, infeksi dan perdarahan, perdarahan ini menjadi salah satu penyebab dari robekan perineum atau rupture perineum. Perineum adalah daerah yang terletak antara vulva dan anus, panjangnya rata-rata 4 cm. Komplikasi dari rupture perineum adalah fistula, hematoma, infeksi dan perdarahan. Menurut laporan yang didapat dari Ruang Nifas Gedung C lantai 4 Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi, pada periode Juli-Desember 2016 angka partus spontan mencapai 41,37%. Asuhan keperawatan ini bertujuan mendapatkan pengalaman secara nyata dan penulis mampu dalam memberikan asuhan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi keperawatan. Laporan studi kasus  ini menggunakan metode studi kasus. Untuk memperoleh data menggunakan teknik observasi, wawancara,  pemeriksaan fisik. Hasil pengumpulan data didokumentasikan dalam bentuk studi kasus. Hasil  studi kasus: Asuhan keperawatan yang dilakukan pada Ny.L selama 6 hari terhitung pada tanggal 21-26 Febuari 2017 diperoleh diagnose keperawatan mengenai gangguan rasa nyaman nyeri, resiko infeksi, ansietas dan kurang pengetahuan. Tahap perencanaan penulis menyusun rencana tindakan sesuai dengan permasalahan yang ada, kemampuan, situasi dan kondisi. Tahap pelaksanaan tindakan yang dilakukan penulis sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Pada tahap evaluasi dari 4 diagnosa yang didapat semuanya teratasi, dalam implementasinya memerlukan kerja sama dengan perawat ruangan agar masalah klien dapat teratasi semuanya. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian studi kasus bahwa kasus post partum dengan rupture perineum perlu adanya penatalaksanaan yang dapat membantu percepatan kesembuhan luka dan tidak menyebabkan infeksi pada luka rupture perineum.Kata kunci  : Studi kasus, Rupture perineum
Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Tema “Edukasi Kebersihan Menstruasi” Di MTs Daarel-Ihsan Riska Diana Afriliani; Dedeh Sri Rahayu; Damai Yanti; Wulan Novika Ambarsari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2249

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai kebersihan menstruasi kepada remaja putri. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah MTs Daar El-Ihsan dengan sasaran sebanyak 50 siswa dan siswi. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa belum pernah dilaksanakan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan menstruasi, serta belum tersedia media edukasi yang dapat digunakan sebagai sumber informasi. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan menstruasi. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyuluhan interaktif menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui observasi partisipasi dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mengikuti penyuluhan dengan antusias, aktif berdiskusi, serta mampu menjawab pertanyaan evaluasi mengenai kebersihan menstruasi. Luaran kegiatan berupa media edukasi, laporan pengabdian, dan artikel ilmiah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah.