Renince Siregar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET ZAT BESI (Fe) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI BPM BIDAN SHOLIHA – BEKASI TAHUN 2017 Renince Siregar
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan kondisi yang sangat rentan terjadi pada ibu hamil, terutama pada ibu hamil trimester kedua. Hal ini terjadi karena saat hamil volume  darah dalam tubuh meningkat hingga 50 %. Akibatnya terjadi peningkatan kebutuhan jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel darah merah. World Health Organizatiaon ( WHO ) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defesiensi besi sekitar 35-75 %, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Diperkirakan jumlah ibu hamil yang menderita anemia di Indonesia mencapai 57,1 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner  penelitian dan formulir laporan kesehatan dengan jumlah populasi 38 orang dan sampelnya adalah total sampling serta menggunakan uji hipotesa dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) mayoritas patuh yaitu 20 orang ( 52,6 %) dan minoritas kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) tidak patuh yaitu 18 orang ( 47,4 %), berdasarkan kejadian anemia mayoritas tidak anemia yaitu 20 orang ( 52,6 %) dan minoritas anemia yaitu 18 orang (47,4 %). Ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia dimana chi-square hitung ( X2 hitung) = 38,00 yang lebih besar dari nilai chi-square tabel ( X2 tabel) = 3,481. Hendaknya ibu-ibu hamil patuh dalam mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) untuk menghindari terjadinya anemia. Untuk itu, peneliti menyarankan kepada tenaga kesehatan di BPM Bidan Sholiha untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitarnya khususnya ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi serta penambahan  suplemen zat besi (Fe) melalui penyuluhan.  Kata kunci : Tablet Zat Bsi (Fe), Anemia
Hubungan Kebersihan Organ Genitalia Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di SMP IT Al-Hidayah Kabupaten Bekasi Tahun 2021 Dewi Rostianingsih; Renince Siregar; Rupdi Lumban Siantar; Uti Septriahandini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.912

Abstract

Pendahuluan : Berdasarkan data penelitian tentang kesehatan reproduksi menunjukkan bahwa 75% perempuan di dunia pasti mengalami keputihan,paling tidak sekali dalam hidupnya. Kebersihan organ genitalia yang tidak baik akan menjadi pemicu terjadinya keputihan yang patologis. Faktanya banyak remaja putri yang belum mengerti cara merawat organ genitalia.Tujuan : Mengetahui Hubungan Kebersihan Organ Genitalia Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di SMP IT Al-Hidayah Kabupaten Bekasi Tahun 2021.Metode : Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah remaja putri yang sudah mengalami menstruasi dan bersedia menandatangani informed consent di SMP IT Al-Hidayah sebanyak 45 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji chi square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian keputihan tidak normal sebanyak 62,2%, tidak mencuci tangan sebelum BAK 55,6%, tidak mencuci tangan sesudah BAK 68,9%, menggunakan pantyliner 66,7%, tidak dilakukan frekuensi mengganti pakaian dalam 53,3%, tidak dilakukan membersihkan organ genitalia secara benar 55,6%, memakai sabun antiseptik 35,6%, tidak menggunakan tisu toilet 35,6%, tidak mencukur rambut kemaluan 64,4%.Kesimpulan : Diharapkan siswi di SMP IT Al-Hidayah lebih memperhatikan kesehatan reproduksi khususnya keputihan dan cara menjaga kebersihan organ genitalia dengan benar.Kata Kunci    : Kebersihan Organ Genitalia, Keputihan