Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Metode Pembelajaran Interprofessional Education Bagi Mahasiswa Tenaga Kesehatan Ryka Juaeriah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi tuntutan bagi pemberi pelayanankesehatan di era global. Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dicapai denganpraktik kolaborasi. Pada penerapannya, profesional kesehatan yang paling pandaisekalipun akan kesulitan menerapkan kolaborasi tanpa pembelajaran. Bekal tentangkolaborasi dapat diterapkan sejak tahap pendidikan melalui Interprofessional Education(IPE). Mahasiswa ilmu kesehatan sebagai profesional bidang kesehatan masamendatang di Indonesia perlu mendapatkan pembelajaran kolaborasi melalui IPE.Pengembangan model pembelajaran IPE di tingkat institusi perlu melibatkan peranserta mahasiswa dan dosen pembimbing, sehingga sangat penting untuk mengetahuimodel pembelajaran yang sesuai untuk IPE. Pembelajaran IPE yang baik diharapkandapat menghasilkan profesional di bidang kesehatan yang mampu berkolaborasidengan profesi kesehatan lain, sehingga dapat berperan serta dalam pembangunankesehatan di Indonesia.
Pengaruh Teknik Pernafasan Senam Tera terhadap Pengurangan Nyeri Kala I Persalinan Ryka Juaeriah; Yuliana; Anissa, Gemilang Rahma; Sabna Tiara Azzahra; Zulfa Husna Maab
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 3 No. 2 (2024): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The majority of delivering mothers experience pain during the first stage of childbirth (Stage I). The intensity of pain varies depending on the progress of cervical dilation. Pain management during childbirth is a specific concern for the well-being of both the mother and the fetus. Various pharmacological and non-pharmacological methods have been implemented to alleviate labor pain. Tera exercises, traditionally associated with physical activities for the elderly, have now evolved into Tera exercises incorporating breathing techniques for mothers in Stage I of labor. The aim of this research is to determine the impact of Tera breathing techniques on reducing pain during Stage I of labor for delivering mothers.The research design employed a quasi-experimental approach with a pretest-posttest without a control group design. Mothers in Stage I of labor underwent pretest-posttest assessments using the Numeric Rating Scale (NRS) to measure pain intensity. Twenty-two samples received intervention in the form of breathing techniques from Tera exercises. The results of the study indicate that the application of Tera breathing techniques significantly contributes to the reduction of labor pain during Stage I. Before the intervention, out of 22 respondents, 15 experienced moderate pain, 5 had severe pain, and 2 reported mild pain. After the intervention, there was a decrease, with 13 experiencing moderate pain, 9 reporting mild pain, and none feeling severe pain. The Tera breathing technique effectively reduces pain levels during Stage I of labor. Keywords: Labor Pain, Breathing, Tera Gymnastics
Pemberdayaan Kegiatan Kelas Ibu Balita Dalam Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Pemantauan Tumbang Anak Dengan Aplikasi Beraksi Di Wilayah Kerja Melong Asih Fatonah HS, Sofa; Dyeri Susanti; Ryka Juaeriah; Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 5 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i5.1689

Abstract

Proses tumbuh kembang yang merupakan interkasi faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor yang berhubungan dengan gen yang berasal dari bapak dan ibu, sedangkan faktor lingkungan yang merupakan lingkungan biologis, fisik, psikologis dan sosial. Kelas Ibu Balita adalah kelas dimana para ibu yang  mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya. Program BERAKSI memberikan penawaran untuk deteksi awal stunting menggunakan aplikasi pada Smartphone yang dapat digunakan dengan mudah dan sewaktu-waktu oleh orang tua, kader, dan tenaga kesehatan. Program BERAKSI juga dilengkapi dengan tampilan stimulasi perkembangan, menu nutrisi gizi seimbang, dan parenting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua. Program BERAKSI dapat digunakan pada kegiatan POSYANDU sehingga memudahkan para kader untuk melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan, serta memudahkan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada orang tua. dibimbing oleh fasilitator. setelah intervensi sebagian besar 18 orang (72%) berpengetahuan baik dan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden 20 orang (80%) memiliki keterampilan baik dalam pemantauan melalui aplikasi BERAKSI