Desy Kurniasari
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PASAL 19 AYAT 3 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG BANGUNAN GEDUNG TERKAIT RENOVASI BANGUNAN GEDUNG YANG MENGALIHKAN FUNGSI BANGUNAN GEDUNG Desy Kurniasari
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2017
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desy Kurniasari1, Dr. Istislam, SH. M.Hum2, & Agus Yulianto, SH. MH.3 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang Email: desdesykurnia@gmail.com     Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis Efektivitas Pasal 19 Ayat 3 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Bangunan Gedung Terkait Renovasi Bangunan Gedung Yang Mengalihkan Fungsi Bangunan Gedung. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Data primer dan data sekunder yang diperoleh penulis dianalisis dengan menggunakan metode interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi terhadap Efektivitas Pasal 19 Ayat 3 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Bangunan Gedung Terkait Renovasi Bangunan Gedung Yang Mengalihkan Fungsi Bangunan Gedung, yaitu dengan meningkatkan pengetatan pengawasan yang mulai dilihat dari awal pembuatan AP (Advice Planning), meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan pemerintah. Kendala yang dihadapi Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan dalam Efektivitas Pasal 19 Ayat 3 Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Bangunan Gedung Terkait Renovasi Bangunan Gedung Yang Mengalihkan Fungsi Bangunan Gedung adalah sebagian pemilik bangunan tidak memperbarui IMB yang sesuai dengan keadaan di lapangan, karena merasa tanah milik sendiri. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan adalah bertindak lebih tegas terhadap pelanggar dengan cara mengeluarkan Surat Keputusan pencabutan kepada pendiri bangunan dan membuat surat kepada Satpol PP terkait dengan pelanggaran perubahan fungsi rumah tinggal menjadi rumah kost untuk dilakukan penindakan Satuan Polisi Pamong Praja sesuai dengan undang-undang yang berlaku.   Kata Kunci: Efektivitas, Dinas Pekerjaan Umum, Bangunan Gedung   ABSTRACT This research is aimed to describe and analyze The Effectiveness of Article 19, Paragraph 3 Malang City Local Regulation Number 1 year 2012 on Building Related to Renovations of Buildings in Transfering Buildings Function. This research is empirical juridical research by approching sociological juridical method. Primary and secondary data obtained by the author is analyzed by interpretation data method. The result of this research showed that there were some of strategies toward The Effectiveness of Article 19, Paragraph 3 Malang City Local Regulation Number 1 year 2012 on Building Related to Renovations of Buildings in Transfering Buildings Function. These strategies are increase the tightening supervision starting from supervice the begining of AP (Advice Building) construction, and increase the public awareness to obey the government rules. Problem faced by public works, housing, and building control in terms of effectiveness of that article was some of the bulding owner did not renewal the IMB that was suitable with the condition in that location because it found that they feel have a right to control their own land. The effort conducted by public works, housing, and building control was act firmer toward the violator by issuing the revocation decision letter to the builder and also a letter to the municipal police related to the violation of changes of the private house to become a boarding house to conduct the police prosecution unit of the civil service in accordance with the legislation yet still in force.   Keywords: Effectiveness, Public Works, Building
PENGENAAN SANKSI ADMINISTRASI TERHADAP PELANGGARAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM (Studi Di Kabupaten Gresik ) Desy Kurniasari
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2017
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desy Kurniasari, Dr.Shinta Hadiyantina,SH.MH., Herlin Wijayati,SH.,MH. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya Desykurniasari604@gmail.com ABSTRAK Orang atau badan dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari wajib mematuhi peraturan ketentraman dan ketertiban umum. Hal ini bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman serta kondusif bagi masyarakat dan pemerintah daerah agar dapat melakukan kegiatan dan tugas pemerintahan secara tertib, tentram, aman, dan teratur. Bagi orang atau badan dalam menjalankan aktifitasnya kedapatan melanggar peraturan ketentraman dan ketertiban umum, maka dapat dikenakan sanksi administrasi. Hal tersebut diatur dalam Pasal 28 Ayat (1) Dan (2) Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 15 Tahun 2013 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Pasal 28 Ayat (1) menjelaskan bahwa pelanggaran pada Pasal 4 Ayat (5), Pasal 5, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 17 dan Pasal 21 dapat dijatuhi sanksi administrasi oleh Bupati atau pejabat yang berwenang. Adapun jenis sanksi dijelaskan pada Pasal 28 Ayat (2) yaitu peringatan lisan/tertulis, penghentian/penutupan kegiatan secara sementara maupun tetap, pembongkaran atau pengosongan dan pemindahan. Adanya peraturan daerah yang dibuat masih banyak masyarakat yang masih belum menjalankan dan mentaati peraturan daerah tersebut. Masih banyak masyarakat Kabupaten Gresik yang melakukan pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum. Penulis menggunakan jenis penelitian yuridis empiris. Metode pendekatan yang digunakan penulis adalah yuridis sosiologis dimana melihat suatu peraturan hukum kemudian dikaitkan dengan realita dan kebiasaan didalam masyarakat. Dari hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban dari permasalahan diatas bahwa dapat dikatakan belum efektif dan belum berjalan sebagaimana mestinya karena masyarakat Kabupaten Gresik masih banyak melakukan pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum. Hambatan yang dihadapi adalah kurangnya sosialisasi dan kurangnya teknik atau cara pembinaan yang komunikatif dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gresik, belum dapat menekankan sanksi denda karena belum ada peraturan yang mengaturnya, kurangnya kesadaran dari masyarakat Kabupaten Gresik atas perbuatan yang mereka lakukan dengan melakukan pelanggaran hukum ketentraman dan ketertiban umum. Kata Kunci: pengenaan sanksi administrasi, pelanggaran, ketentraman dan ketertiban umum IMPOSITION OF ADMINISTRATIVE SANCTIONS ON BREACHES OF PUBLIC ORDER AND PEACE ( Study In Gresik District ) Desy Kurniasari, Dr.Shinta Hadiyantina,SH.MH., Herlin Wijayati,SH.,MH. Faculty Of Law, Brawijaya University Desykurniasari604@gmail.com ABSTRACT Persons or bodies on carrying out their daily activities shall comply with the rules of tranquility and public order. To create a situation and conditions that are safe and conducive that are safe and conducive for the community and local government in order to perform activities and duties of government in an orderly, peaceful, safe and orderly manner. For any person or entity in carrying out its activities is found to be violoating public order and order regulations, it may be subject to administrative sanction. It is regulated in Article 28 Paragraph (1) And (2) of Gresik Regency Regulation No. 15 of 2013 on Peace and Public Order. Article 28 Paragraph (1) And (2) of Gresik Regency Regulation No. 15 of 2013 on Peace and Public Order. Article 28 Paragraph (1) explains that a violation of Article 4 Paragraph (5), Article 5, Article 11, Article 12, Article 13, Article 14, Article 15, Article 17, and Article 21 may be subject to administrative sanction by the regent or an authorized officer. As for the type of sanction described in Article 28 Paragraph (2) ias a verbal warning/written, termination/closure, temporary, e,ptying and displacement. The existence of localregulations that made still many people who still have nt run and the local regulations. There are still many people of Gresik Regency who commited a violation of peace and public order. The author uses a kind of juridical-empirical research. The approach method used by the writer is sociological jurisdiction where seeing a rule of law is then associated with reality and habit in society. From the results of the study, the authors obtion answer from the above problems that can be said not yet effective and has not run properly because the people of Gresik Regency still a lot of violations of tranquality and public order. Obstacles encountered is the lack of socialization and techniques or ways of fostering communicative of Civil Service Police Unit Gresik, can not be stressed fined because there are no regulations that government, for doing what they do with the violation of the law of peace And public order.   Keywords : administrative sanction, violation, peace and public order.