Dita Habsari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBIASAAN ORANG TUA DALAM MENERAPKAN TOILET TRAINING (TT) PADA ANAK USIA 2 -3 TAHUN DI PONTIANAK Halida -; Dita Habsari
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2012): Volume 8 Nomor 2 Edisi Mei 2012
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.34 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v8i2.13997

Abstract

Anak balita dapat diartikan sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan bersifat unik. ItuĀ  artinya anak tersebut memiliki proses pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan motorik kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasanĀ  emosi, kecerdasan spiritual), sosio-emosional (sikap dan prilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang dilaluinya. Anak usia 2-3 merupakan salah satu bagian yang sangat peka terhadap penyerapan terhadap lingkungan. Toilet training merupakan hal yang sangat urgen untuk dilatih sehingga menjadi pembiasaan yang positif baik untuk orangtuanya maupun untuk anak itu sendiri. Kebiasaan yang salah dan keliru dalam mengontrol BAB dan BAK akan menimbulkan hal-hal yang buruk pada anak dimasa mendatang. Hal ini menyebabkan konsep hidup anak kurang baik, manja, kurang mandiri, kurang bisa mengontrol emosi, dan yang terpenting adalah dimana nanti pada saatnya anak akan mengalami masalah psikologi, anak akan merasa berbeda dan tidak dapat secara mandiri mengontrol buang air besar dan buang air kecil. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada orangtua yang mempunyai anak usia 2-3 tahun di Pontianak dapat dilihat hasilnya bahwa pengetahuan orangtua tentang penerapan Toilet Traning (TT) yang benar sebesar 62,55%. Tingkat keberhasilan orangtua dalam menerapkan toilet training sebesar 65,85% serta faktor-faktor yang menjadi penyebab gagalnya anak melakukan toilet traning. Hal ini disebabkan karena orangtua kurang mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas tentang perkembangan anak sehingga anak tidak dilatih sesuai usia dan kemampuan anak tentang toilet training, orangtua kurang sabar, orangtua kurang konsekwen dan orangtua kurang disiplin dalam menerapkan toilet training yang benar pada anak.