Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN METODE BERCERITA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 14 oktari, richa; -, Fadillah; -, Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 4 (2013): April 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe the application of storytelling methods in 5-6 years children in Kemala Bhayangkari 14 kindergarten Sungai Raya, Kubu Raya district, West Kalimantan. The research qualitative method. The subjects were teachers B2 group (age 5-6 years), 18 children children aged 5-6 years, and 3 parents of them. The results of data analysis indicated that: (1) The preparation done by teachers was RKH, pick a story, select props and adjust the position of the childrens seat; (2) Media used were books and dolls; (3) In the story telling, teachers exposed their ability; (4) children showed happy response; (5) ability that could be developed were cognitive, motoric, socio-emotional, imagination, achievement and concentration; (6) Constraints faced by teachers was they forgot name of story characters, the difficulty of getting the books, as well as the presence of guests in the classroom at the time of storytelling events took place. Keywords: Application, Storytelling Method, Qualitative Research Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bercerita pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 14 Sungai Raya Kab.Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subyek penelitian ini adalah guru kelompok B2 (Usia 5-6 Tahun), anak usia 5-6 tahun sebanyak 18 anak, serta 3 orang tua anak usia 5-6 tahun. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Tahap persiapan yang dilakukan guru yakni menyiapkan RKH, memilih cerita, memilih alat peraga dan mengatur posisi duduk anak; (2) Media yang digunakan berupa buku cerita dan boneka; (3) Dalam penerapan metode bercerita guru mengeluarkan keterampilannya bercerita dengan sangat baik; (4) Respon anak terlihat sangat senang; (5) Kemampuan yang dapat dikembangkan yakni bahasa, moral, kognitif, motorik, sosio-emosional, imajinasi, prestasi dan konsentrasi; (6) Kendala yang dihadapi guru adalah lupa nama tokoh cerita, sulitnya mendapatkan buku, serta kehadiran tamu di dalam kelas pada saat kegiatan bercerita berlangsung. Kata kunci : Penerapan, Metode Bercerita, Kualitatif
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PENGALAMAN BERBAHASA UNTUK PEMEROLEHAN KEMAMPUAN MEMBACA DINI ANAK TK LABORATORIUM MODEL F25110017, Hj. Sudarti; Umar, H. Syahwani; -, Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kondisi objektif pemerolehan kemampuan membaca dini, implementasi pendekatan pengalaman berbahasa dan pemerolehan kemampuan membaca dini dengan mengoptimalkan Pendekatan Pengalaman Berbahasa. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif terhadap anak Taman Kanak-kanak. Laboratorium Universitas Muhammadiyah Pontianak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran bahasa untuk pemerolehan kemampuan membaca dini anak dengan menggunakan pendekatan pengalaman berbahasa meningkat lebih baik, dikarenakan melibatkan anak aktif berbicara, materi membaca tersedia dari pengalaman anak, anak lebih mudah mengingat. Pendekatan pengalaman berbahasa merupakan salah satu metode yang dapat dioptimalkan guru dalam pembelajaran membaca dini di Taman Kanak-kanak, karena dapat memotivasi anak dalam mengungkapkan pengalamannya serta menarik minat anak dalam pembelajaran membaca.Kata Kunci : Pendekatan Pengalaman Berbahasa, Kemampuan Membaca Dini.Abstract: Learning at kindergarten level will be fun on the pupils if we are able to apply playfully learning. Through playing, children are able to explore, discover and use the surrounding objects so they can gain a meaningful learning. The goal of this reasearch is to describe the objective conditions of early reading skill acquistion, the implementation of language experience approach to and acquisition early reading skills by optimizing the language experience approach. The research was conducted using descriptive-qualitative method to Muhammadiyah University Laboratorium Model Kindergarten Pontianak.. Early reading skills were focused on retelling what the pupils have been experienced such as picture observavation and writing the syllables based on the picture being observed. Language Experience Approach is one the methods, which is able to be optimized by the teacher in early reading skills learning at kindergarten, because it would be the best way to motivate the pupils in expressing by them selves and able to attract their interests in reading learning processes. Key words: language experience approach, early reading skills
PEMBIASAAN ORANG TUA DALAM MENERAPKAN TOILET TRAINING (TT) PADA ANAK USIA 2 -3 TAHUN DI PONTIANAK Halida -; Dita Habsari
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2012): Volume 8 Nomor 2 Edisi Mei 2012
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.34 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v8i2.13997

Abstract

Anak balita dapat diartikan sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan bersifat unik. ItuĀ  artinya anak tersebut memiliki proses pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan motorik kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasanĀ  emosi, kecerdasan spiritual), sosio-emosional (sikap dan prilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang dilaluinya. Anak usia 2-3 merupakan salah satu bagian yang sangat peka terhadap penyerapan terhadap lingkungan. Toilet training merupakan hal yang sangat urgen untuk dilatih sehingga menjadi pembiasaan yang positif baik untuk orangtuanya maupun untuk anak itu sendiri. Kebiasaan yang salah dan keliru dalam mengontrol BAB dan BAK akan menimbulkan hal-hal yang buruk pada anak dimasa mendatang. Hal ini menyebabkan konsep hidup anak kurang baik, manja, kurang mandiri, kurang bisa mengontrol emosi, dan yang terpenting adalah dimana nanti pada saatnya anak akan mengalami masalah psikologi, anak akan merasa berbeda dan tidak dapat secara mandiri mengontrol buang air besar dan buang air kecil. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada orangtua yang mempunyai anak usia 2-3 tahun di Pontianak dapat dilihat hasilnya bahwa pengetahuan orangtua tentang penerapan Toilet Traning (TT) yang benar sebesar 62,55%. Tingkat keberhasilan orangtua dalam menerapkan toilet training sebesar 65,85% serta faktor-faktor yang menjadi penyebab gagalnya anak melakukan toilet traning. Hal ini disebabkan karena orangtua kurang mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas tentang perkembangan anak sehingga anak tidak dilatih sesuai usia dan kemampuan anak tentang toilet training, orangtua kurang sabar, orangtua kurang konsekwen dan orangtua kurang disiplin dalam menerapkan toilet training yang benar pada anak.