Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HAMBATAN PELAKSANAAN PENGAWASAN TERHADAP KEWAJIBAN PERUSAHAAN KONTRUKSI UNTUK MENGIKUTSERTAKAN PEKERJA DALAM PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA (Studi Di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya) Rizki Putra Pratama
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2017
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rizki Putra Pratama, Dr. A. Rachmad Budiono, SH., MH., Ratih Dheviana Puru HT, SH., LLM. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya Email: rizkiputrapratama1511@gamil.com  ABSTRAK BPJS memiliki kewenangan yang sangat penting untuk terlaksananya kegiatan jaminan kecelakaan kerja karena BPJS merupakan lembaga yang digunakan untuk program jaminan kecelakaan kerja atau JKK seperti pada uraian diatas dan diatur juga pada pasal 1 ayat 14 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Jaminan Sosial Nasional yang berisi tentang pengertian tenaga kerja, yaitu kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja, termasuk kecelakaan kerja dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hambatan Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya dalam mengefektivitaskan pelaksanaan pengawasan terhadap kewajiban perusahaan konstruksi untuk mengikutkasertakan pekerjanya dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja, serta untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya dalam mengefektivitaskan pelaksanaan pengawasan terhadap kewajiban perusahaan konstruksi untuk mengikutkasertakan pekerjanya dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan metode simple random samping. Hasil penelitian ini adalah, hambatan Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya dalam pengawasan ketenagakerjaan adalah kuantitas jumlah pegawai pengawas Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya yang terbatas apabila dibandingkan dengan jumlah keseluriuhan perusahaan yang berada di Kota Surabaya maka membuat pengawasan yang dilakukan ini tidak berjalan dengan baik. Pengawasan Ketenagakerjaan telah diatur dalam berbagai peraturan yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dari fungsi pengawasan. Namun walaupun demikian tetap saja ada kendala yang dihadapi pengawas ketenagakerjaan dalam menghadapi tugasnya yang disebabkan oleh masih lemahnya peraturan-peraturan tersebut sehingga masih ada celah yang dapat digunakan pelanggar ketenagakerjaan untuk mengantisipasi pengawasan yang dilakukan petugas. Kata Kunci: Tenaga Kerja, Jaminan, Kecelakaan Kerja ABSTRACT BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial / Social Security Agency) has the authority that is very important for the implementation of work accident insurance activities because BPJS is an institution used for occupational accident insurance programs or JKK as described above and also regulated in Article 1 Paragraph 14 of the Law of the Republic of Indonesia Number 40 Year 2004 on National Social Security which contains the definition of manpower, ie accidents that occur in working relationships, diseases caused by the work environment, including accidents on the way from home to work or vice versa. The purpose of this study is to know and analyze the obstacles of the Office of Manpower Surabaya in intensifying the implementation of supervision on the obligations of construction companies to engage employees in the Work Accident Insurance Program, and to know and analyze the efforts of the Department of Manpower Surabaya in intensifying the implementation of supervision against the obligation of construction companies to include their workers in the Work Accident Insurance Program. This study uses a type of empirical research using sociological juridical approach. This research uses purposive sampling with simple random side method. The result of this research is, the obstacles of Manpower Office of Surabaya City in labor inspection is regarding the number of supervisory officers of Manpower Office of Surabaya City which are limited when compared to the amount of construction companies located in Surabaya. It makes the supervision could not run well. Labor Inspection has been regulated in various regulations aimed at improving the effectiveness of the oversight function. Nevertheless, there are still obstacles faced by labor inspectors in dealing with their duties caused by the weakness of the regulations so that there are still gaps that employers can use to anticipate supervision by officers. Keywords: Labor, Insurance, Work Accident
PEMBEBANAN NAFKAH IDDAH DAN MUT’AH DALAM PERKARA CERAI GUGAT DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA DAN MALAYSIA Rizki Putra Pratama; Zuraidah Azkia; A'dawiyah Bt Ismail
Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 7 No 1 (2023): Usroh
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ujhki.v7i1.17738

Abstract

Abstract Divorce lawsuits filed by wives are often not accompanied by additional demands on the husband to provide Iddah and mutah. Because many cases that occur in a divorce lawsuit, a wife does not get the right to provide iddah and mut'ah. Even though the application for a living right can be submitted at the time of filing a divorce suit as in the Decision of the Pangkalan Balai Religious Court No.727/Pdt.G/2021/Pa.Pkb. The purpose of this paper is to find out the legal basis that the judge considers regarding the imposition of iddah and mut'ah maintenance in divorce cases and to understand the review of Islamic law in Indonesia and Malaysia on the imposition of iddah and mut'ah maintenance in divorce cases. This research uses a type of field research or what is called (field research). From the results of the study it was found that the judge made a decision based on the consideration of the party's evidence presented at trial, where evidence was found that the plaintiff was not nusyuz so that based on the theory of justice and the protection of women's rights, the judge could make a decision in accordance with the ijtihad that was carried out. In addition, according to Islamic law in Indonesia it is in line with Article 41 of Law No. 1 of 1974. Meanwhile, according to Islamic law in Malaysia it is in line with the Anakmen Islamic Family Law Number 17 of 2003. Keywords.: Divorce; Iddah income; Mut'ah
STUDI KOMPARATIF PENERAPAN ETIKA PROFESI DALAM AKUNTANSI DI INDONESIA DAN INTERNASIONAL Liana Oly Kisanto; Muhammad Dafa Syahrulli; Evaristo Panesa Lonsong; Oswaldus Antonius Karo; Rizki Putra Pratama
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2025): Mei : Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/0tfp9474

Abstract

In the era of globalization, the accounting profession is required to maintain integrity and accountability amid the complexity of different economic systems and cultures. Although international ethical standards have been harmonized, their application in countries like Indonesia still faces local challenges. This research aims to conduct a comparative study of the application of accounting professional ethics between Indonesian and international accountants, in order to gain a deeper understanding of the similarities, and differences in their implementation. The research method used is descriptive comparative with a qualitative approach. The results showed that both Indonesian and international standards apply similar principles of accounting professional ethics, such as integrity, objectivity, competence, confidentiality, and professional behavior, and are supported by a systematic conceptual framework. The difference lies in the institutional structure, depth of regulation, and scope of implementation, but both still lead to global harmonization to maintain integrity and public trust in the accounting profession.
Peran Inisiator Mengelola Sampah Melalui Budidaya Maggot Untuk Perubahan Sosial Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Kelurahan Sukasari Indri Guslina; Rizki Putra Pratama; Naswa Halimatusadiah
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i110
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah organik di Kelurahan Sukasari yang menimbulkan permasalahan lingkungan dan sosial ekonomi, seperti pencemaran, bau tidak sedap, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran inisiator dalam mengelola sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai strategi perubahan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIM Budi Bakti. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai peran inisiator dan dampak sosial ekonomi program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya maggot mampu mengurangi lebih dari 60% sampah organik rumah tangga dan menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak berprotein tinggi serta pupuk organik cair. Dari aspek sosial, inisiator berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah dan membangun partisipasi warga melalui pelatihan budidaya maggot. Sementara dari aspek ekonomi, program ini membuka peluang usaha ramah lingkungan yang mendukung penerapan ekonomi sirkular. Kesimpulannya, peran inisiator sangat krusial dalam menciptakan perubahan sosial, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mendorong keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis komunitas.