Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosialisasi Safety Road Berkendaraan Roda Dua pada Pelajar SMU/SMK di Balikpapan Rahmat Rahmat; Irna Hendriyani; Gunaedy Utomo
Abdimas Universal Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v2i1.56

Abstract

The Director General of Traffic of the East Kalimantan Regional Police (2019) stated that, victims of traffic accidents 37% were 16-25 years old. The number of victims of accidents based on education is highest among students of Public High Schools and Vocational High Schools. Based on these facts, it is necessary to carry out activities aimed at broadening students' knowledge about Safety Road in two-wheeled vehicles and fostering awareness of driving that prioritizes road user safety. This activity was carried out in 3 sessions, namely giving pre-tests regarding traffic safety knowledge, the second session giving knowledge about traffic safety and question and answer, and ending with giving a post-test. Based on the test results found that an increase in the number of correct answers from the post-test and pre-test around 50%. From the results of the questionnaire, it was found that the implementation of this activity was very important and beneficial for the participants of the socialization.
Sosialisasi Safety Riding Menurut UU Lalu Lintas pada Siswa SMPN 2 Desa Tengin Baru Penajam Paser Utara A. M Indriani; Gunaedy Utomo; P. Sari
Abdimas Universal Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v5i2.326

Abstract

Transportation has become a necessity for society to support mobility. a number of roads were built by the government to connect regions and the number of motorized vehicles, especially motorbikes, increased rapidly, but unfortunately this was accompanied by the number of traffic accidents which also continued to increase, which was caused by unsafe driving behavior, lack of understanding and low awareness of applicable traffic regulations. Safety riding socialization needs to be carried out, especially among teenagers who have minimal knowledge of traffic regulations and are still emotionally unstable. In Tengin Baru Village, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, there is an agreement between the police and the community where junior high school students are allowed to ride motorbikes to and from school because there is no public transportation operating in their area. This agreement ultimately resulted in several violations of traffic rules caused by these students, so it was necessary to carry out education and outreach efforts regarding road driving regulations. During the socialization by the Sepaku Sector Police, the students looked enthusiastic when listening to the presentation. The presentation of the material is also equipped with a driving simulation when overtaking another driver on the highway which is demonstrated by student volunteers. During the question session from the police to students to measure the level of students' understanding of the material presented and awareness of Safety Riding, it can be seen that students have understood the material presented and promised to be careful when driving when going to and from school.
PENGARUH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS TERHADAP KEKUATAN BATU BATA MENGGUNAKAN LUMPUR LIMBAH IPA Amanda Syasya Billah; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1437

Abstract

Lumpur Limbah IPA mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan pencemaran pada sungai. Untuk mengurangi pencemaran, lumpur limbah IPA dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan batu bata. Selain itu pada penelitian ini dalam pembuatan batu bata tidak dibakar agar tidak menimbulkan polusi udara. Batu bata yang dibuat tanpa dibakar umumnya menggunakan semen dalam campuran tanah liat. Semen sendiri dalam proses pembuatannya dapat menimbulkan limbah. Salah satu upaya untuk menghindari pencemaran adalah menggunakan bakteri Bacillus subtilis yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kekuatan dari batu bata tanpa bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh bakteri Bacillus subtilis terhadap kekuatan batu bata. Pada penelitian ini menggunakan tanah liat dan campuran lumpur limbah IPA sebesar 15% dari berat tanah liat. Untuk perkuatannya ditambahkan larutan bakteri sebesar 2%, 4%, dan 6% dari berat batu bata dengan umur kultur bakteri 4 hari.  Kemudian dari hasil pengujian terhadap batu bata yang telah diperam selama 28 hari, kuat tekan batu bata dengan larutan bakteri 6% meningkat 59% menjadi 32,04 Kg/Cm2 dibandingkan dengan batu bata tanpa perkuatan bakteri sebesar 20,11 Kg/Cm2 Penelitian ini membuktikan potensi penggunaan bakteri Bacillus subtilis dalam meningkatkan kekuatan batu bata.
PENGARUH POLYETHYLENE TEREPHTHALATE SEBAGAI SUBSITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-175 Zahwa Azizulita Aroha; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v8i2.1384

Abstract

Beton merupakan hasil dari pencampuran bahan seperti agregat kasar, agregat halus, semen, air, dan bahan tambahan lainnya. Prinsip beton ramah lingkungan atau "greener concrete" dapat direalisasikan melalui pemanfaatan limbah dengan pendekatan 4R: reduce, refurbish, reuse, dan recycle. Pada penelitian ini mengevaluasi perbandingan beton normal dengan beton menggunakan plastik PET sebagai bahan pengganti agregat halus persentase 0,30%. Limbah plastik PET diubah menjadi pengganti agregat halus berukuran 1 – 3 mm x 5 cm. Agregat kasar berasal dari material batu pecah petangis dari Grogot. Sampel berbentuk silinder ukuran 15 cm x 30 cm diuji dengan perawatan selama 7, 14, 21, dan 28 hari. Beton normal dan beton PET 0,30% dibuat sebanyak 5 beton dengan masing-masing masa perawatan sehingga beton normal berjumlah 20 beton dan beton 0,30% berjumlah 20 beton. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan pengganti plastik PET 0,30% perawatan 28 hari menyebabkan penurunan kuat tekan beton sebesar 17,23% terhadap beton normal karena permukaan PET yang licin ketidaksempurnaan perlekatan antara bahan pengganti dan agregat beton.
PENGARUH PENAMBAHAN CACAHAN PLASTIK PET (POLYTETHYLENE TEREPHTHALATE) PADA BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU PETANGIS TERHADAP KUAT TEKAN Fajriaty Achidah; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 6: Januari 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i6.687

Abstract

Limbah plastik merupakan limbah yang sangat sulit terurai, hal ini seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah plastik tersebut mempunyai berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk. Ada banyak jenis plastik dari polyethylene, Salah satunya adalah PET (Polyethylene Terephthalate). Pada penelitian ini menggunakan jenis plastik PET (Polytethylene Terephthalate) dengan ukuran lebar 3mm dan panjang 5mm dengan benda uji terdiri dari 80 silinder, pengujian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan kuat tekan pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Perencaan adukan beton menggunakan metode SK SNI 2384-2000 dan mutu beton yang direncanakan sebesar 14,53MPa. Hasil penelitian ini pada beton campuran PET (Polytethylene Terephthalate) dengan 60 sampel dengan variasi persentase PET (Polytethylene Terephthalate) 0,7%, 0,85% dan 1,0%. Kuat tekan tertinggi tercatat pada persentase PET 0,7% pada masa 28 hari dengan nilai sebesar 16,05 MPa dan kuat tekan terendah pada persentase PET 1,0% pada masa 28 hari dengan nilai sebesar 11,67 MPa. Kuat tekan semakin menurun dengan bertambahnya variasi plastik sebab bentuk permukaan batu plastik yang licin tidak mampu mengikat semen, ringannya plastik berpengaruh pada berat beton yang terus berkurang seiring banyaknya plastik didalam dan berkurangnya agregat batu Petangis. Berdasarkan hasil, maka penambahan PET terhadap kuat tekan beton tidak memiliki pengaruh yang baik