Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN PASIR PALU SEBAGAI BAHAN STABILISASI MEKANIS PADA PERILAKU TANAH LEMPUNG andi marini indriani
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 1 (2018): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v2i1.2151

Abstract

Jenis tanah didaerah pesisir umumnya adalah tanah lempung yang memiliki plastisitas dan aktivitas yang tinggi, sifat kembang susut yang besar dan nilai daya dukung yang rendah ditandai dengan nilai CBR lapanganyang rendah dan tidak memenuhi standar untuk dijadikan lapisan subgrade jalan. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk memperbaiki sifat fisis dan mekanis. Dalam proses stabilisasi ini material pasir Paludipilih sebagai meterial stabilisator. Pasir Palu memiliki gradasi baik, memiliki koefisien keseragaman (Cu) lebih besar dari 4 dan koefisien gradasi (Cc) kurang dari 1 dan memiliki berat jenis yang baik dibandingkanpasir yang lain. Dalam proses stabilisasi ini menggunakan metode pencampuran Tanah Asli + Variasi Pasir 10%, 20%, 30% dan 40%. Penambahan pasir Palu menyebabkan gradasi tanah berubah, semakin banyak volume pasir yang ditambahkan gradasi tanah semakin kasar dan tanah dengan gradasi ukuran butiran kasar akan meningkat kepadatannya lebih besar dibandingkan pada gradasi ukuran butiran halus. Sifat mekanis tanah dan juga daya dukung tanah juga berubah dimana nilai CBR tanah asli dari 4,08% naik menjadi 7,93% pada penambahan pasir sebesar 40 % sehingga memenuhi sebagai lapisan subgrade menurut Bina Marga.
PENGARUH BAKTERI BACILLUS SUBTILIS TERHADAP KEKUATAN BATU BATA MENGGUNAKAN LUMPUR LIMBAH IPA Amanda Syasya Billah; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1437

Abstract

Lumpur Limbah IPA mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan pencemaran pada sungai. Untuk mengurangi pencemaran, lumpur limbah IPA dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan batu bata. Selain itu pada penelitian ini dalam pembuatan batu bata tidak dibakar agar tidak menimbulkan polusi udara. Batu bata yang dibuat tanpa dibakar umumnya menggunakan semen dalam campuran tanah liat. Semen sendiri dalam proses pembuatannya dapat menimbulkan limbah. Salah satu upaya untuk menghindari pencemaran adalah menggunakan bakteri Bacillus subtilis yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kekuatan dari batu bata tanpa bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh bakteri Bacillus subtilis terhadap kekuatan batu bata. Pada penelitian ini menggunakan tanah liat dan campuran lumpur limbah IPA sebesar 15% dari berat tanah liat. Untuk perkuatannya ditambahkan larutan bakteri sebesar 2%, 4%, dan 6% dari berat batu bata dengan umur kultur bakteri 4 hari.  Kemudian dari hasil pengujian terhadap batu bata yang telah diperam selama 28 hari, kuat tekan batu bata dengan larutan bakteri 6% meningkat 59% menjadi 32,04 Kg/Cm2 dibandingkan dengan batu bata tanpa perkuatan bakteri sebesar 20,11 Kg/Cm2 Penelitian ini membuktikan potensi penggunaan bakteri Bacillus subtilis dalam meningkatkan kekuatan batu bata.
PENGARUH PENAMBAHAN CACAHAN PLASTIK PET (POLYTETHYLENE TEREPHTHALATE) PADA BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU PETANGIS TERHADAP KUAT TEKAN Fajriaty Achidah; Andi Marini Indriani; Gunaedy Utomo
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 6: Januari 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i6.687

Abstract

Limbah plastik merupakan limbah yang sangat sulit terurai, hal ini seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah plastik tersebut mempunyai berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk. Ada banyak jenis plastik dari polyethylene, Salah satunya adalah PET (Polyethylene Terephthalate). Pada penelitian ini menggunakan jenis plastik PET (Polytethylene Terephthalate) dengan ukuran lebar 3mm dan panjang 5mm dengan benda uji terdiri dari 80 silinder, pengujian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan kuat tekan pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Perencaan adukan beton menggunakan metode SK SNI 2384-2000 dan mutu beton yang direncanakan sebesar 14,53MPa. Hasil penelitian ini pada beton campuran PET (Polytethylene Terephthalate) dengan 60 sampel dengan variasi persentase PET (Polytethylene Terephthalate) 0,7%, 0,85% dan 1,0%. Kuat tekan tertinggi tercatat pada persentase PET 0,7% pada masa 28 hari dengan nilai sebesar 16,05 MPa dan kuat tekan terendah pada persentase PET 1,0% pada masa 28 hari dengan nilai sebesar 11,67 MPa. Kuat tekan semakin menurun dengan bertambahnya variasi plastik sebab bentuk permukaan batu plastik yang licin tidak mampu mengikat semen, ringannya plastik berpengaruh pada berat beton yang terus berkurang seiring banyaknya plastik didalam dan berkurangnya agregat batu Petangis. Berdasarkan hasil, maka penambahan PET terhadap kuat tekan beton tidak memiliki pengaruh yang baik
Studi pemahaman dan kesiapsiagaan siswa SMA dan SMK di Balikpapan Utara terkait mitigasi bencana tanah longsor Putri Naila; Andi Nureva Ramadhani; Carol Liudongi; Zorijal Adesi; Andi Marini Indriani
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa 60-68
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.14.1.11208.60-68

Abstract

Landslides are one of the most common natural disasters in Indonesia and can occur in almost all parts of the country, including in East Kalimantan, especially in Balikpapan City. The region is highly vulnerable to landslides, especially during the very heavy rainy season. This is due to the geographical conditions predisposing to landslides as well as high rainfall, which worsens soil stability. With the high potential risk of landslides, it is important to increase the awareness and understanding of the community, particularly the younger generation, on mitigation measures that can be taken to reduce the impact of this disaster. This research makes use of questionnaire distribution as a tool to analyse the level of awareness and understanding of SMA and SMK students in North Balikpapan regarding landslide mitigation. This approach provides a clearer picture of the extent to which students understand the causes, impacts, and mitigation measures that can be taken in dealing with landslides. The results of this study show that most of the students, 73.50%, agree that they know the main causes of landslides. This indicates that the majority of students have received information about the factors that cause landslides, such as heavy rain, erosion, or human activities that destroy vegetation. However, although this figure is quite high, there are still 26.50% of students who disagree or feel that they do not understand the main causes of this disaster, which reflects a lack of information or awareness among some students. In addition, the majority of SMA and SMK students in North Balikpapan have a good understanding of landslides, including their impacts and mitigation measures after disasters. Nevertheless, there are still a small number of respondents who do not fully understand some important concepts related to landslides, such as the mitigation steps that need to be taken before, during and after a disaster occurs. These findings provide useful insights for relevant parties, especially for schools and educational institutions, to continue improving socialisation and education on landslide mitigation.