Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Informatika

PENERAPAN PHISICAL SECURITY Deci Irmayani
Jurnal Informatika Vol 1, No 2 (2013): INFORMATIKA
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi, Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.653 KB) | DOI: 10.36987/informatika.v1i2.105

Abstract

Ranah persoalan (domain) kamanan fisik (physical security) dalam keamanan system informasiamatlah jelas dan ringkas. Domain keamanan fisik menguji elemen-elemen lingkungan fisik daninfrastruktur pendukung yang menjaga kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity), danketersediaan (availability) sebuah sistem informasi. Di sini tidak di bahas mengenai logical control, akantetapi beberapa physical control yang dideskripsikan di sini dalam beebrapa domain lainnya, sepertioperation control, dan access control. Bencana alam adalah conto ancaman fisik pada keamanan.Control fasilitas terhadap akses yang tidak berwenang atau pencurian adalah elemen dari keamananfisik. Area yang dikenal sebagai industrial security banyak mengenal hal-hal demikian, seperti CCTV(Closed-Circuit Television), penjagaan, pemagaran, pencahayaan, dan sebagainya.UKM mengelola sistem pemrosesan transaksi dan data center yang standalone atau terkoneksidalam sebuah jaringan local, kamtor UKM harus memiliki keamanan fisik yang baik untukperlindungan terhadap sistem computer maupun asset berharga lain yang dimiliki organisasiBeberapa elemen yang cocok bagi UKM untuk memelihara keamanan fisik atas kontrol fasilitassistem computer adalah : penjaga, pagar, pencahayan dan kunci. Semua kontrol diatas cocok untukdigunakan oleh UKM karena harganya yang tidak mahal, namun tidak perlu diterapkan semuanya tapibergantung pada kebutuhannya.
KONSEP MISWHO YANG BERDASARKAN SEMANTIC WEB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL HYBRID ONTOLOGI Deci Irmayani
Jurnal Informatika Vol 1, No 3 (2013): INFORMATIKA
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi, Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.7 KB) | DOI: 10.36987/informatika.v1i3.116

Abstract

Paradigma sistem produksi yang bergeser ke jaringan sistem produksi jelas memerlukanbeberapa sarana untuk mencapai efektifitas dan efesiensi dengan baik. Dan paradigma ini juga terjadipada model barat dan jepang seperti CIM dan Jit Yang dari model Intera-organisasi terbatas, menjadimodel organisasi yang terbuka.Sebagai ilustrasi di paper ini telah diuraikan contoh sebuah industri menengah yang bersifatcraft dalam bidang pembuatan / perakitan komputer. Dalam contoh kasus pencarian jenis prosesor yangsesuai untuk memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut telah dapat diperlihatkan bahwa dengankonsep MISWHO akan lebih karya dan dalam informasi yang bisa didapatkan dari sumberdibandingkan dengan metode keywords. Hal ini memujujkkan terjadinya peningkatan interoperabilitasdengan mengatasi keragaman semantik.Untuk rencana kedepan, kami akan mencari tool yang cocok untuk mengembangkan prototipekami dalam mendukung interoperabilitas informasi. Langkah pertma adalah bagaimana mengkonversidari sistem database tradisional yang ada untuk dapat dimiliki lokal ontologi. Langkah kedua adalahbagimana tool untuk mempermudah dalam membuat pemetaan MISWHO, tanpa banyak terlibat ekspertataupun operator. Jelas dalam paper kami ini masihlah hal yang primitif dibandingkan dengan apayang kami rencanakan , karena kegiatan penelitian kami baru pada tahap awal dan sedang terusberlanjut.