M Arif Hakim
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSEPSI PELAKU BISNIS SPBU DI KABUPATEN KUDUS TERHADAP ETIKA BISNIS ISLAM Hakim, M Arif
MUQTASID Vol 4, No 2 (2013): Muqtasid
Publisher : STAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to (1) examine empirically the relationship between ethics system options with urgency ethics in business, and (2) empirically examine differences in perceptions of gas stations businessmen in the district Kudus on the relationship between ethics and business.While the benefits are (1) to provide empirical evidence of the differences in perceptions of gas stations businessmen in the district Kudus on the relationship between ethics and business, and (2) to contribute ideas for gas stations businessmen in the district Kudus in conducting business activities and strategies.Based on the discussion in this research it can be concluded that (1) there is a very strong relationship, direct and significant between these two variables, ethics system options with urgency ethics in business; (2) there was no significant difference between the perceptions of gas stations businessmen in the district Kudus on the relationship between ethics and business.
PERSEPSI PELAKU BISNIS SPBU DI KABUPATEN KUDUS TERHADAP ETIKA BISNIS ISLAM Hakim, M Arif
Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 4, No 2 (2013): MUQTASID: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/muqtasid.v4i2.267-285

Abstract

This research aims to (1) examine empirically the relationship between ethics system options with urgency ethics in business, and (2) empirically examine differences in perceptions of gas stations businessmen in the district Kudus on the relationship between ethics and business.While the benefits are (1) to provide empirical evidence of the differences in perceptions of gas stations businessmen in the district Kudus on the relationship between ethics and business, and (2) to contribute ideas for gas stations businessmen in the district Kudus in conducting business activities and strategies.Based on the discussion in this research it can be concluded that (1) there is a very strong relationship, direct and significant between these two variables, ethics system options with urgency ethics in business; (2) there was no significant difference between the perceptions of gas stations businessmen in the district Kudus on the relationship between ethics and business.
Paradigm, Design And Characteristics Of Sharia Economy Hakim, M Arif; Solihin, Khabib; Fuaidi, Isyrokh
IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2 Nomor 2, Oktober 2023
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/ji.v2i2.36

Abstract

Islam berfokus pada semua aspek kehidupan manusia, termasuk ekonomi. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan kebahagiaan dalam distribusi kekayaan, baik secara sosial maupun individu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, menganalisis literatur seperti buku, artikel, jurnal, dan media massa sebagai sumber informasi. Metode ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber yang relevan dengan topik penelitian, sehingga menganalisis norma dan nilai ekonomi Islam terkait dengan isu-isu terkini. Secara keseluruhan, tugas manusia sebagai khalifah adalah menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidup, sekaligus memenuhi kewajiban ibadah dan pengabdian secara penuh. Tuhan telah memberi umat manusia dua hal, bimbingan hidup dan sarana kehidupan. Asy-Syatibi menekankan bahwa penugasan dalam syariat harus sesuai dengan tujuan doktrin Islam, yaitu daruriyyah, hajiyyah, dan tahsiniyyah. Al-Ghazali mengidentifikasi maqashid sebagai tujuan utama dalam pemeliharaan agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta. Ekonomi syariah tidak hanya merupakan kegiatan ekonomi Islam, tetapi juga mencerminkan perilaku ekonomi berdasarkan ajaran Islam. Tujuan ekonomi syariah sejalan dengan tujuan syariah Islam, yaitu untuk kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan masa depan melalui kehidupan yang baik dan dihormati.
Hubungan Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pembentukan Perilaku Sosial Warga Perumahan PT Djarum Singocandi Kudus Umar, Umar; Hakim, M Arif
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4898

Abstract

Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk selamat di dunia dan akhirat, yaitu sebagai manusia yang bertaqwa terhadap Tuhannya, beradab, dan manusiawi, yang berbeda dari cara-cara hidup hewan atau makhuluk lainnya.Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan, pranata sosial masyarakat yang bersangkutan, maka nilai pranata sosial itu terwujud sebagai simbol suci dan maknanya bersumber pada ajaran-ajaran agamanya yang menjadi kerangka acuannya.Di sebuah negara yang pluralis dalam kehidupan agama seperti Indonesia ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama didukung oleh tiga macam motif. Pertama, motif historis, bahwa menurut sejarah, bangsa Indonesia dari zaman ke zaman urusan hidup beragama menjadi urusan pemerintah pusat. Kedua, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama dalam bentuk lembaga kenegaraan dimaksud juga untuk memenuhi keingginan golongan Islam yang merupakan mayoritas dan menurut keyakinan golongan ini agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiga, motif politik, pemerintah mempunyai jaminan yng kuat bahwa dengan ikut sertanya dalam masalah ini akan dapat diciptakan kerukunan dan keamanan nasional yang merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.