Theresia Febriana Christi Tyas Utami
POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kejadian Berulang TB Paru di Kabupaten Merauke, Papua Selatan Eunike Adonia Laga; Theresia Febriana Christi Tyas Utami; Dhorkas Dhonna Ruth Marpaung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54028

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang mendesak di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Merauke yang mencatat prevalensi tinggi. Kejadian berulang TB Paru di wilayah ini diduga kuat berkaitan erat dengan aspek sosial dan budaya setempat yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh pengobatan tradisional, stigma sosial, dan budaya kumpul keluarga terhadap kejadian berulang TB Paru di Kabupaten Merauke. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study, penelitian ini melibatkan 94 responden penderita TB Paru. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk melihat pengaruh simultan (Uji F) dan parsial (Uji T). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel pengobatan tradisional, stigma sosial, dan budaya kumpul keluarga berpengaruh signifikan terhadap kejadian TB (Sig 0,000). Secara parsial, pengobatan tradisional (p=0,012) dan kebiasaan kumpul keluarga (p=0,000) teridentifikasi sebagai determinan dominan yang meningkatkan risiko kejadian berulang. Sementara itu, stigma sosial ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan (p=0,783). Kesimpulannya, faktor kebiasaan dan budaya masyarakat menjadi pemicu utama masalah ini. Disarankan agar program pengendalian TB di Merauke mengadopsi pendekatan sensitif budaya untuk meminimalkan risiko penularan akibat interaksi sosial yang intens serta menyelaraskan persepsi pengobatan masyarakat.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TB PARU DI WILAYAH PUSKESMAS KOTA YAPEN SERUI Lamria Situmeang; Sulistiyani Sulistiyani; Theresia Febriana Christi Tyas Utami
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v3i1.94

Abstract

Situasi tuberkulosis di Indonesia tergolong telah menjadi darurat kesehatan masyarakat global dan Indonesia sudah berkomitmen untuk mengakhiri Tuberkulosis. Penelitian ini untuk melihat hubungan tingkat pendidikan penderita, pengetahuan penderita, sikap petugas, Pengawas Minum Obat (PMO), dan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat penderita TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan subjek penelitian adalah TB paru yang memenuhi kriteria inklusi. Ada hubungan antara peran pengawas minum obat dengan tingkat kepatuhan pasien TB Paru dengan nilai uji chi square didapatkan bahwa nilai P value 0,012 > 0,005 dengan nilai hitung didapatkan 6,254 < 79,08 dengan nilai estimasi resiko atau OR 5,500 pada (95% CI: 1,320-22,920), dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga (P value 0,765 > 0,05), sikap (P value 0,765 > 0,05), dan pengetahuan (P value 0,077 > 0,005) dengan tingkat kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara peran pengawas minum obat (PMO) dengan tingkat kepatuhan pasien TB Paru, dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga, sikap, dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien TB di Puskesmas Kota Serui Kepulauan Yapen. Diharapkan dengan meningkatkan kepatuhan melalui pemberian pemahaman dan pengetahuan tentang TB pada pasien, hal ini dapat memperbaiki persepsi masyarakat tentang penyakit TB yang juga dapat memperkuat faktor utama seperti kondisi psikologis penderita, sehingga dapat mendukung penyelesaian program pengobatan.
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DAN PERITONEAL DIALISA DI RUANG HEMODIALISA RSUD Dr. MOEWARDI Theresia Febriana Christi Tyas Utami
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 5 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v5i1.180

Abstract

Abstrak Penyakit ginjal kronik sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia. Pasien dengan gagal ginjal kronik (klirens kreatinin
PENGARUH TABLETOP DISASTER SIMULATION (TDS) TERHADAP PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI: THE EFFECT OF TABLETOP DISASTER SIMULATION (TDS) ON IMPROVING COMMUNITY PREPAREDNESS IN FACING TSUNAMI DISASTERS Guruh Suprayitno; Theresia Febriana Christi Tyas Utami; I Ketut Swastika
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.324

Abstract

Kejadian tsunami Indonesia menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat yang harus mempunyai kesiapsiagaan yang baik dilihat dari pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman tsunami. Diperlukan sebuah formula untuk bisa meningkatkan hal tersebut, salah satunya dengan tabletop disaster simulation terkait tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tabletop disaster simulation (TDS) terhadap peningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami di kampung Holtekamp, Kota Jayapura. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pendekatan two group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 86 responden dengan teknik sampling purposive sampling. Analisis menggunakan uji wilcoxon dan Mann Whitney dengan tingkat kemaknaan α=0,05 (CI 95%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan ada pengaruh metode konvensional maupun tabletop disaster simulation (TDS) terhadap kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam tsunami di kampung Holtekamp (p= 0,000). Berdasarkan nilai rata – rata diketahui bahwa metode tabletop disaster simulation (TDS) (56,01) lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional (30,99). Sedangkan hasil uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan antara metode konvensional dan TDS (p= 0,000). Kesimpulan simulasi dengan metode tabletop disaster simulation efektif terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami di kampung Holtekamp.
KOMBINASI KEROKAN DAN AKUPRESUR MENURUNKAN TEKANAN DARAH: THE COMBINATION OF SCRAPINGS AND ACUPRESSURE LOWERING BLOOD PRESSURE Arfiyan Sukmadi; Theresia Febriana Christi Tyas Utami; Lalu Hersika Asmawariza
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v7i1.380

Abstract

Hipertensi disebut sebagai silent killer karena termasuk penyakit mematikan tanpa gejala peringatan. Pada dasarnya pengobatan hipertensi dilakukan dengan dua cara, menggunakan obat (farmakologis) dan tanpa obat (nonfarmakologis). Pengobatan hipertensi tanpa obat cenderung menggunakan cara alami berbasis empiris, salah satunya adalah metode akupresur. Terapi non farmakologis yang sering digunakan umumnya adalah terapi kerokan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kerokan dan akupresur terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Studi ini menggunakan desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan tes sebelum dan sesudah serta menggunakan kontrol. Kelompok perlakuan dilakukan kerokan dan akupresur sedang kelompok kontrol hanya dilakukan akupresur saja pada 15 responden di setiap kelompok. Sebanyak 30 responden telah diidentifikasi Mean Arterial Pressure (MAP) sebelum dan setelah perlakuan. Selisih rerata MAP kelompok intervensi setelah diberikan perlakuan sebesar 11,18 mmHg dan kelompok kontrol sebesar 6,67 mmHg dengan signifikansi p= 0,021 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol dan terapi kombinasi kerokan dengan akupresur lebih baik dibandingkan akupresur dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Terapi kombinasi kerokan dan akupresur dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi non farmakologis bagi penderita hipertensi.   Hypertension is known as the silent killer because it is a deadly disease without warning symptoms. Essentially, hypertension treatment is carried out in two ways: pharmacologically (using medication) and non-pharmacologically (without medication). Non-pharmacological hypertension treatment tends to use natural, empirically-based methods, one of which is acupressure. A standard non-pharmacological therapy is "kerokan" (a traditional Indonesian scraping technique). This study aims to determine the effect of "kerokan" and acupressure on blood pressure in hypertension patients. This study uses a pre-experimental design with pre-and post-tests, including a control group. The treatment group received both "kerokan" and acupressure, while the control group received only acupressure, with 15 respondents in each group. A total of 30 respondents had their Mean Arterial Pressure (MAP) measured before and after the treatment. The mean difference in MAP in the intervention group after treatment was 11.18 mmHg, and in the control group, it was 6.67 mmHg, with a significance of p=0.021, indicating a difference between the intervention and control groups. The combination therapy of "kerokan" and acupressure was more effective in reducing blood pressure in hypertension patients than acupressure alone. The combination therapy of "kerokan" and acupressure can be considered as an alternative non-pharmacological treatment for hypertension patients.