Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEK TERATOGENIK EKSTRAK RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP JUMLAH FETUS, PANJANG EKSTREMITAS DEPAN DAN BELAKANG, SERTA MALFORMASI FETUS MENCIT (Mus musculus L.) Faizatin Nadya Roza; Nuning Nurcahyani; Hendri Busman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v3i1.68

Abstract

Rumput teki (C. rotundus) mengandung senyawa yang zat-zat aktif yang dapat mempengaruhi proses hormonal jika digunakan secara langsung sehingga dapat memberikan efek samping khususnya jika dikonsumsi oleh wanita hamil. Pada periode organogenesis, embrio sangat sensitif terhadap masuknya suatu zat ke dalam tubuhnya. Penelitian yang dilakukan pada 23 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016 di Laboratorium Zoologi dan Laboratorium Kimia Organik FMIPA Universitas Lampung bertujuan untuk mengetahui pengaruh teratogenik dari ekstrak rimpang rumput teki terhadap jumlah fetus, pertumbuhan panjang ekstremitas depan dan belakang, serta malformasi (kecacatan) fetus mencit (M. musculus L.) secara anatomi. Dua puluh mencit betina dibagi menjadi 4 kelompok. Ekstrak diberikan secara oral pada tiga kelompok perlakuan dengan dosis 45 mg/40 gBB (B); 90 mg/40 gBB (C); dan 135 mg/gBB (D), dalam 0,4 mL aquabides sedangkan satu kelompok tanpa ekstrak (A) sebagai kontrol. Perlakuan diberikan pada hari ke-6 samapai ke-13 kehamilan (periode organogenesis). Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rimpang rumput teki tidak mengurangi jumlah fetus yang dikandung namun menyebabkan kematian pada beberapa fetus. Selain itu, ekstrak rimpang rumput teki tidak menghambat pertumbuhan panjang ekstremitas depan fetus tetapi menghambat pertumbuhan panjang ekstremitas belakang fetus secara signifikan terhadap kontrol. Pemberian ekstrak rimpang rumput teki menyebabkan perbedaan panjang antara ukuran ekstremitas depan dan belakang kanan dibanding bagian kirinya serta menyebabkan malformasi fetus dan salah satu induk mencit mati akibat pemberian ekstrak.
Penyisihan Cadmium dalam Sintesis Air Limbah Industri dengan Proses Adsorpsi Batch Menggunakan Zeolit Alam Widyaningrum, Sri Rahayu; Faizatin Nadya Roza; hanifah, windia; assalami, Abrar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23567

Abstract

Kadmium merupakan logam berat yang paling berbahaya karena tidak dapat terurai secara hayati namun keberadaannya saat ini banyak ditemukan pada air limbah industri. Kadmium dapat dilepaskan ke lingkungan melalui aliran limbah cair yang biasanya mengalir ke sungai dengan baku mutu yang tidak sesuai untuk lingkungan sekitar, sehingga diperlukan penelitian dalam penyisihan logam berat terlarut. Metode adsorpsi merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran logam berat. Penelitian ini dilakukan dengan adosrpsi batch yang bertujuan untuk mengetahui kesetimbangan adsorpsi menggunakan adsorben zeolit alam. Data kesetimbangan yang digunakan adalah dengan menggunakan model isoterm Langmuir dan isoterm Freundlich, didapatkan bahwa isoterm Freundlich lebih dominan dibandingkan dengan sisoterm Langmuir dengan nilai koefisien determinasi (R2) adalah 0,997, kapasitas adsorpsi pada permukaan zeolit alam terhadap logam kadmium sebesar 1,618942 mg/g serta nilai n sebesar 2,437484. Efisiensi Penyisihan Kadmium mengalami kenaikan seiring dengan penambahan massa zeolit alam yang disebabkan bertambahnya luas permukaan yang belum menjerap kadmium dengan persentasi penyisihan tertinggi adalah 99,948 %
STUDY OF REACTION TEMPERATURE EFFECTS ON THE YIELD AND QUALITY OF BIODIESEL SYNTHESIS FROM WASTE PALM OIL Roza, Faizatin Nadya; Widyaningrum, Sri Rahayu; Alvita, Livia Rhea; Rezki, Amelia Sri
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/indonesian.v8i2.96780

Abstract

Biodiesel is one of the alternative renewable energy resources to petroleum diesel. It has gained significant attention due to its biodegradability, lower emissions, and compatibility with existing diesel engines. Usually, producing biodiesel requires a reaction called transesterification. It is the most popular way to turn oils into biodiesel. It basically involves mixing triglycerides with alcohol and a catalyst. Reaction temperature is one of the most important factors that impact the transesterification process. The research investigated how the different reaction temperatures could affect biodiesel's quality and physicochemical results synthesized from waste palm oil. The subject of the research was temperature treatment divided into five groups, which were 50 °C, 55 °C, 60 °C, 65 °C, and 70 °C. A quantitative method was implemented to analyze biodiesel quality from waste palm oil. The quantitative data from biodiesel production were the yield and its byproduct, as well as the percentage level of the free fatty acid (FFA) as a result of physicochemical analysis of biodiesel. The result of the research was that the optimum temperatures to produce biodiesel synthetically were 55 °C and 60 °C because both had the highest biodiesel yield percentage and glycerin volume compared to other reaction temperature treatments. Additionally, all the reaction temperature treatments resulted in FFA levels under 0.5% for biodiesel products. They experienced a decline in raw material, waste palm oil, which had more than 0.75% until ~1% of FFA levels for each reaction temperature. The biodiesel's FFA levels showed that the study's biodiesel met international production standards.