Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TINGKAT KEPUASAN PASIEN PENGGUNA GIGI TIRUAN LEPASAN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN Nurhaeni Eni; Syamsuddin Abubakar
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v18i2.1307

Abstract

Study ini meneliti tentang tingkat kepuasan pasien pengguna gigi tiruan lepasan terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Khusus Daerah Gigi dan Mulut Provinsi Sulawesi Selatan, Jumlah sampel dalam penelitian inia dalah 30 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien pengguna gigi tiruan lepasan terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Khusus Daerah Gigi dan Mulut Provinsi Sulawesi Selatan, pengambilan sampel dilakuakan dengan metode accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/accidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan menggambarkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan melihat berbagai variabel yang akan diteliti diantaranya adalah kompetensi teknis (jaminan), efektifitas layanan kesehatan, efesiensi pelayanan kesehatan (daya tanggap), kenyamanan (tampilan fisik), hubungan antar manusia (empati). Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di ruangan prosto dapat dilihat bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di Rumah Sakit Khusus Daerah Gigi dan Mulut Provinsi Sulawesi Selatan rata-rata sangat puas. Kata kunci :Kepuasanpasien, kompetensi teknis (jaminan), efektifitas layanan kesehatan, efesiensi pelayanan (daya tanggap), kenyamanan (tampilan fisik), hubungan antar manusia (empati).
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI PADA MALAM HARI DALAM MENGANTISIPASI KARIES PADA MURID DI SDN RALLA 2 KAB. BARRU syamsuddin abubakar
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.612 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.897

Abstract

Kebiasaan menggosok gigi pada malam hari adalah tingkah laku yang dilakukan terus menerus dalam membersihkan gigi sebelum tidur malam yang memperhatikan pelaksanann menggosok gigi sebelum tidur malam, alat menggosok gigi, dan cara menggosok gigi, menggosok gigi yang efektif adalah sebelum tidur malam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi pada malam hari dalam mengantisipasi karies pada murid di SDN Ralla 2 Kab. Barru. Jenis penelitian adalh observasional analitik dengan desain case control. Populasi pada penelitian ini adalah anak kelas III, Iv, dan V dengan sejumlah  50 responden yang dipilih secara simple random samping di SDN Ralla 2 Kab. Barru. Uji statistik menunjukkan ada hubungan bermakna antara kebiasaan menggosok gigi pada malam hari dalam mengantisipasi karies dengan P value 0,004 menggunakan uji spearmen. Saran dari peneliti ini adalah keluarga dan guru memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengajarkan, mengawasi dan memandu anak untuk menerapkan kebiasaan menggosok gigi yang baik pada malam hari.kata kunci : kebiasaan Menggosok Gigi pada Malam Hari, Karies Gigi
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PENCEGAHAN PRIMER KARIES PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH 3-5 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 20 KAB. PANGKEP syamsuddin abubakar
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.999 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i1.898

Abstract

Masalah kesehatan gigi masih merupakan masalah yang menarik, karena penyakit gigi dan mulut masih banyak diderita masyarakat seperti karies gigi. Prevalensi karies mencapai 80 % dari jumlah penduduk. Demikian juga dengan usaha untuk mencegahnya belum terlihat hasil yang nyata, bila diukur dengan indikator kesehatan gigi masyarakat, misalnya prevalensi karies hingga tahun 2009 yang masih sangat tinggi. Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) yang menyatakan karies gigi pada anak merupakan masalah yang serius pada kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan prevalensi hingga 90,05 %. Karies menjadi salah satu bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses karies adalah dengan adanya saliva dalam rongga mulut. Saliva memegang peranan penting antara lain yaitu dalam proses terbentuknya plak gigi, saliva juga merupakan media yang baik untuk kehidupan mikroorganisme tertentu yang berhubungan dengan karies gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pH Saliva dengan terjadinya kerusakan gigi di SDN No 187 Patobong Kec Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Metode penelitian adalah penelitian observasional analitik mengenai pH Saliva dengan Kerusakan Gigi,dimana kerusakan gigi dipengaruhi oleh cara menyikat gigi dan makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa/siswi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa/siswi SD No 187 Patobong dengan jumlah sampel 30 orang yang terdiri dari laki-laki 13 orang dan perempuan 17 orang. Metode Metode yang digunakan dengan pendekatan Cross Sectional untuk menguji hipotesis, dimana variabel-variabel yang diteliti diobservasi kemudian diukur dalam waktu bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pH Saliva Dengan Kerusakan Gigi di SD No 187 Patobong Kecamatan Mattirosompe Kabupaten Pinrang dengan Considance interval sebesar 95 %. Kesimpulan penelitian Ada hubungan yang signifikan antara pH saliva dengan kerusakan gigi, dimana kerusakan gigi terbanyak terlihat terjadi pada anak yang memiliki ph saliva kritis yaitu 5,0 – 5,8.KATA KUNCI: Kerusakan Gigi, Cara Menyikat Gigi, PH Saliva
Peningkatan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tunarungu Menggunakan Media Pop-up Syamsuddin Abubakar; Muhammad Saleh; Rini Irmayanti Sitanaya; Amelya Tiara Diva
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 25 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v25i1.2363

Abstract

Oral and dental health among deaf children deserves particular attention, since their communication limitations often make it difficult for them to grasp proper oral hygiene practices. A pop-up book is one educational medium suitable for this purpose, given its visual, attractive, and easy-to-understand nature. This study examined the extent to which preventive and promotive activities using pop-up media could improve oral and dental health behavior among deaf children at SLB Negeri 1 Makassar. A quasi-experimental design with a one-group pre-test post-test approach was applied. Forty deaf students were involved as the sample through a total sampling technique. Data were gathered using questionnaires, observation, and oral hygiene index examinations (OHI-S). Since the data were not normally distributed, the Wilcoxon test was used for analysis. Findings revealed improvement across all measured aspects following the intervention. The proportion in the good category rose from 15% to 72.5% for knowledge, from 22.5% to 72.5% for attitude, from 17.5% to 87.5% for action, and from 22.5% to 82.5% for OHI-S status. The Wilcoxon test produced a significance value of p=0.000 (<0.05) across all variables, indicating a genuine improvement in oral and dental health behavior following pop-up-based education. It can therefore be concluded that pop-up media serves as an effective preventive and promotive tool for enhancing oral and dental health behavior among deaf children.