Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Self Directed Learning dalam Problem Based Learning di FK UKRIDA Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v18i48.909

Abstract

strategi Problem based learning pada kurikulum Berbasis Kompetensi didasari atas adult learning theory, dimana salah satu ciri dari adult learning adalah mandiri. Mandiri yang dimaksud dalam hal ini adalah kemandirian dalam belajar (self directed learning). Kemampuan self directed learning dalam belajar perlu diberikan dan dilatih, agar siswa kelak lulus nanti dapat mengembangkan keilmuannya. Kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan self directed learning dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tingkatan mahasiswa.Kata kunci : self directed learning, problem based learning
Motivasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v22i59.1278

Abstract

AbstrakMotivasi mengacu pada alasan yang mendasari perilaku seseorang yang ditandai dengan kesediaan dan kemauan dari orang tersebut. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan, tidak ada kegiatan belajar yang efektif tanpa motivasi. Ada  dua motivasi yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Kedua motivasi ini menentukan pendekatan pembelajaran dari seorang mahasiswa. Dalam proses belajar, ada tiga pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan oleh mahasiswa, yaitu Surface learning approach, Deep learning approach, dan Achieving learning approach. Kata kunci: Motivasi, Motivasi instrinsik, Motivasi ekstrinsik, pendekatan pembelajaran.  Abstract Motivation refers to reasons that underlie behavior that is characterized by willingness and volition.  In the process of learning, motivation is required, there is no effective learning activities without motivation. There are two motivations; intrinsic motivation and extrinsic motivation . These two motivations determine the student’s learning approach. In the learning process, there are three learning approaches that can be applied by students ; Surface learning approach, deep learning approach, and achieving learning approach Keywords: Motivation, intrinsic motivation, extrinsic motivation, learning approaches
Sel Punca : Karakteristik, Potensi dan Aplikasinya Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v22i60.1456

Abstract

AbstrakStem cell (Sel punca) merupakan sel yang belum terspesialisasi  dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan sel tubuh lainnya. Salah satu karakteristik dasar yang dimiliki oleh sel punca adalah tidak mempunyai struktur jaringan yang spesifik untuk melakukan fungsi tertentu. Berdasarkan potensinya, sel punca selain mampu memperbanyak diri juga mempunyai kemampuan untuk membentuk sel yang terspesialisasi. Keunikan dari karakteristik sel punca ini memberikan harapan baru untuk mengobati penyakit terutama penyakit degeneratif. Kata kunci: Sel punca, karakteristik, potensi AbstractStem cell is an unspecialized cell and has different characteristics with other body cells. One of the basic characteristics possessed by Stem cell is not having a specific structure to perform specific functions. Based on these abilities, Stem cells besides being able to reproduce themselves, stem cells also have the ability to form specialized cells. The uniqueness of stem cell gives new hope as an alternative therapy or cells therapy for various types especially degenerative diseases. Keywords: stem cell, characteristics, potential
Gambaran Tingkat Kapasitas Vital Paru pada Perokok dan Nonperokok Mahasiswa FK Ukrida Angkatan 2013 Muhammad Tawfiq bin Zamri; Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1564

Abstract

Perilaku manusia sehari-hari banyak memberi dampak pada kesehatan tubuh mereka sendiri. Perilaku yang buruk akan memberikan pengaruh yang tidak baik pada kesehatan. Kebiasaan merokok bukan saja menimbulkan pandangan yang negatif, tetapi juga penelitian memerlihatkan bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan dan menyebabkan berbagai macam penyakit. Namun begitu, tingkat prevalensi merokok pada remaja dan dewasa muda di Indonesia masih tinggi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok dapat berpengaruh pada kapasitas vital paru dan fungsi paru itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat kapasitas vital paru pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ukrida Angkatan 2013 yang merokok dan yang tidak merokok pada November 2016 – Januari 2017. Karakteristik yang dipilih adalah berdasarkan kebiasaan merokok seseorang. Penelitian dilakukan dengan metode potong lintang dengan sampel sejumlah 65 orang. Dari hasil penelitian, didapatkan kategori kapasitas vital paru untuk setiap subjek dan rata-rata nilai kapasitas vital paru kelompok perokok dan nonperokok. Rata-rata tingkat kapasitas vital paru pada perokok adalah kategori sedang (3,52 L) sedangkan pada nonperokok adalah kategori baik (3,99 L).Kata kunci: merokok, kapasitas vital paru, fungsi paru, mahasiswa FK Ukrida