Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Immunoterapi Dalam Tatalaksana Guillain-Barré Syndrome Pada Anak Giovanni Reynaldo; Audrey Desiree
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i3.1783

Abstract

Guillain-Barré Syndrome (GBS) is an immune-mediated inflammatory disorder of the peripheral nervous system in which an autoimmune response is directed against peripheral nerves. The pathogenesis of GBS is believed to be an abnormal immune response to an antecedent event, most commonly an infection, and in a few cases associated with vaccination especially in children. The clinical manifestation of GBS is rapid and ascending progressive bilateral limb weakness. Therapies which are still being used and considered effective are intravenous immunoglobulin and plasmapheresis. New modalities such as Interferon-β (IFN-β), Cyclophosphamide, and Human Monoclonal Antibody still require further study related to the effectiveness and potential side effects. The prognosis of GBS in children is much better, the mortality rate is also very low, affecting 1-2% of children with GBS, while only 4% of paediatric patients are in need of respiratory support during hospitalisation.
Penanganan Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak dengan Komplikasi Ketoasidosis Diabetikum : Laporan Kasus Giovanni Reynaldo
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2224

Abstract

Ketoasidosis diabetikum (KAD) merupakan komplikasi yang dapat menyebabkan kematian pada pasien diabetes melitus baik tipe 1 maupun 2. Kondisi ini memiliki trias gejala berupa hiperglikemi, hiperketonemia, dan asidosis metabolik. Kami melaporkan kasus anak dengan ketoasidosis diabetikum berusia 11 tahun dengan kondisi yang buruk. Pasien diberikan terapi cairan dan terapi penunjang lain untuk memperbaiki keadaan umum. Perawatan secara intensif yang dilakukan untuk memastikan pemulihan pasien berjalan dengan baik. Penanganan dari KAD meliputi pengaturan kadar gula darah, mengatasi dehidrasi, dan memperbaiki kelainan elektrolit yang terjadi. Resusitasi cairan harus dilakukan dengan segera, dengan target untuk mengembalikan volume cairan ekstraselular, intraselular, dan elektrolit yang hilang melalui proses diuresis osmotik dan muntah. Kewaspadaan orang tua mengenai gejala dan tanda bahaya penyakit ini sangat penting terutama pada keluarga yang memiliki riwayat diabetes. Penatalaksanaan secara cepat dan tepat sangat diperlukan dalam menunjang kontrol gula darah pasien dan menghindari komplikasi edema serebri.