Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL POLI-TEKNOLOGI

IDENTIFIKASI Dan PENANGANAN RISIKO K3 PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG I Ketut Sucita; Agung Budi Broto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.2 KB) | DOI: 10.32722/pt.v10i1.433

Abstract

Abstrak Pekerja konstruksi menghadapi bahaya kerja 2 - 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja-pekerja lain pada umumnya. Laporan Global Estimates Fatalities in 2002, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan bahwa Standar Keselamatan Kerja di Indonesia paling buruk dibandingkan dengan Negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu perencanaan program K3 yang detail dan komprehensif sebagai upaya mencapai keperhasilan proyek khususnya dari aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk membuat perencanaan program K3, maka dalam penelitian ini akan dilakukan beberapa tahapan yaitu (1) mengidentifikasi risiko-risiko kecelakaan kerja pada setiap tahapan pelaksanaan proyek pembangunan gedung (2) menganalisa dan mengukur risiko-risiko kecelakaan kerja yang terjadi sehingga bisa diketahui besarnya risiko pada pembangunan gedung dan (3) Membuat bentuk-bentuk penanganan/penanggulangan dari masing-masing tingkatan risiko kecelakaan kerja pada pembangunan gedung. Objek penelitan adalah proyek pembangunan gedung Centro City Residence. Hasil identifikasi bahaya pada kegiatan proyek pembangunan Centro City Residences meliputi 33 kegiatan dengan 118 potensi bahaya/risiko kecelakaan kerja. Sedangkan penilaian/ pengukuran bahaya/ risiko dikelompokkan menjadi 3 kategori/level risiko yaitu Risiko rendah/ Low risk (L), Risiko sedang/ Medium risk (M), Risiko tinggi/ High risk (H). Berdasarkan identifikasi dan pengukuran resiko tersebut kemudian dibuat pengendalian risiko. Sebanyak 300 bentuk pengendalian berhasil di buat untuk menanggulangi risiko-risko yang ada. Kata Kunci: identifikasi, pengukuran, penanggulangan, risiko kegiatan proyek konstruksi.
Analisis Investasi Proyek Rumah Sakit Internasional MH.Thamrin Bogor I Ketut Sucita; Agung Budi Broto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.078 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.482

Abstract

Abstrak Kajian terhadap suatu proyek sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Kajian suatu proyek dimaksudkan untuk memperbaiki/ memilih pilihan investasi. Kesalahan dalam memilih proyek dapat mengakibatkan pengorbanan/ kerugian pada modal/ sumber-sumber daya yang ada. Oleh karena itu diperlukan pengkajian yang cermat sebelum melaksanakan proyek. Hal yang sama juga diperlukan untuk proyek pembangunan Rumah Sakit MH.Thamrin Bogor. Tulisan ini membahas mengenai kelayakan investasi pada proyek pembangunan Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor ditinjau dari aspek pasar, teknis dan keuangan. Berdasarkan analisa aspek pasar didapatkan bahwa rencana fasilitas yang dimiliki/tersedia pada Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor lebih lengkap daripada rumah sakit - rumah sakit pesaingnya. Ditinjau dari rencana tarif pada Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor tergolong lebih terjangkau bila dibandingkan dengan Rumah sakit- rumah sakit kompetitornya yang sekelas. Sehingga Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor dapat memenuhi pilihan kebutuhan sesuai dengan kondisi konsumen. Ditinjau dari aspek keuangan yang disimpulkan bahwa Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor layak untuk dilaksanakan karena didapatkan hasil NPV positif yaitu sebesar Rp 6.201.637.048,00, IRR 13,57% lebih besar dari MARR (12%) dengan Payback Period lebih dari 20 tahun. Kata-kata kunci: Investasi, studi kelayakan, proyek RS. MH.Thamrin Bogor.
Penerapan Fahp Pada Pemilihan Metode Pelaksanan Erection Box Girder Agung Budi Broto; Dul Azis Mei Maulana
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v19i1.2732

Abstract

Many parties are involved in a construction project, so in deciding a method of implementing the box girder erection many criteria are taken into consideration. Consequently, decision making is not easy for decision makers. A simple, frequently-used, and popular method for decision making is Fuzzy-Analytical Hierarchy Process (F-AHP) which is designed to overcome the problem of multi criteria decision making (MCDM) in the subjective assessment process. This study aims to obtain the correct method of implementing the box girder erection to be used. Based on previous research, the criteria for determining box girder erection method are the criteria for job risk, work quality, implementation time, implementation process, work safety, and work costs. The alternatives compared are the tandem crane method and the launching gantry method. The data in this study were collected through questionnaires distributed to the expert parties involved in Jakarta - Cikampek II Elevated Toll Road Project. F-AHP analysis is based on the weighting  of quantitative criteria as a result of normalized calculations and qualitative criteria from the results of the respondents questionnaires which were then made pairwise comparisons assisted by Microsoft Excel software. The results of the analysis show that the occupational safety criteria are the most influential criteria with a weight of 0.454, then followed by job risk criteria (0.169), implementation time (0.119), work quality (0.114), implementation process (0.084), and work costs (0.061). The most appropriate method used in the work of the box girder erection at Jakarta - Cikampek II Elevated Toll Road Project is a launching gantry method with a value of 0.597, while the tandem crane method has a value of 0.403.