Armin Lawi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Quorum Based Conflict Resolution Algorithms In Distributed Systems Armin Lawi
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi Vol. 2 No. 1: July 2005
Publisher : Department of Mathematics, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.529 KB) | DOI: 10.20956/jmsk.v2i1.3282

Abstract

Mutual exclusion is one of the most fundamental issues in the study of distributed systems. The problem arises when two or more processes are competing to use a mutual exclusive resource concurrently, i.e., the resource can only be used by at most one process at a time. Synchronizations adopting quorum systems are an important class of distributed algorithms since they are gracefully and significantly tolerate process and communication failures that may lead to network partitioning. Coterie based algorithm is a typical quorum based algorithm for mutual exclusion: A process can use the resourceĀ  only if it obtains permissions from all processes in any quorum ofcoterie, and since each quorum intersects with each other and each process only issues one permission, the mutual exclusion can be guaranteed. Many quorum systems have been defined based on the relaxation of the properties of coterie system. Each of them is designed to resolve its corresponding problem, e.g., k-coterie based algorithm to resolve the k-mutual exclusion, local coterie for the generalized mutual exclusion, (h, k)-arbiter for h-out of-k resource allocation problem, etc. Therefore, design an algorithm for any distributed conflict resolution problem is only meant to define a new quorum system which can be implemented to the corresponding problem. Since most of distributed conflict resolution problems are designed based on the relaxation of the safety property of mutual exclusion, understanding the way to relaxing the safety property and its quorum system is important to study any kind of conflict resolution problem in distributed systems.
Kajian Waktu Tempuh Perencanaan Penumpang Dan Bagasi di Terminal Kedatangan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanudin Makassar Fatmawati Sabur; M. Yamin Jinca; Armin Lawi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v25i1.703

Abstract

Bandara mengatur pergerakan barang dan orang melalui saluran udara. Layanan bagasi merupakan bagian dari Jasa Ground Handling yang diangkut oleh pesawat, baik untuk berangkat atau tiba. Salah satu kegiatan di bandara adalah penanganan bagasi Anda (bagasi) yang dibawa oleh penumpang. Pada beberapa waktu tertentu, terutama dalam penerbangan solid state, seorang penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar masih mengalami keterlambatan penerimaan bagasi di terminal kedatangan. Tujuan penelitian, untuk mengetahui perbedaan perjalanan waktu dan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan waktu tempuh dalam pergerakan penumpang dan bagasi. Jenis penelitian adalah studi korelasi, dengan menggunakan data primer berupa pengukuran data lapangan langsung serta data sekunder dari laporan-MATSC bulanan Operasi Dukungan Layanan Divisi lnformasi Aeronautical dalam bentuk jadwal penerbangan tetap dan Side Air Divisi Operasi ( Momen Apron Control-AMC) dalam bentuk apron pergerakan data. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 18 Dengan variabel data: JumlahGround (Xl),JumlahPeralatanGround (X2), jarak ke Gerakan Penumpang Kedatangan (X3), jarak ke Gerakan Bagasi Kedatangan (X4) dan waktu petjalanan (Y), metode / akses ke pergerakan penumpang dan bagasi untuk kedatangan melalui tiga cara: garbarata / aviobridge, Bus dan Walk. Temuan dari penelitian ini adalah nilai besamya variabel ~I X2 I X3 and X4 perubahan y diproses nilai ANOV A signifikan diperoleh dengan gerakanĀ akses aviobridge, bus dan berjalan kaki, masingmasing sebesar 0,000 dengan derajat kepercayaan 95% atau a = 0, 05 yang berarti bahwa keempat variabel independen (~ , ~ , ~ and X4) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y (waktu). Duncan hasil tes dapat dilihat perbedaan waktu rata-rata antara pergerakan penumpang dan bagasi menggunakan 3 metode / gerakan akses yaitu: perbedaan waktu terkecil antara penumpang dan bagasi terjadi ketika menggunakan bus, diikuti garbarata dan perbedaan yang besar dalam waktu saat berjalan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan bus lebih efektif dalam mengurangi keterlambatan penerimaan bagasi distasiunkedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.