Sri Sarminah
Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI PADA KAWASAN REKLAMASI TAMBANG BATU BARA PT JEMBAYAN MUARABARA KALIMANTAN TIMUR Sri Sarminah; Dian Kristianto; Muhammad Syafrudin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.359 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.793

Abstract

Penambangan batubara yang menggunakan teknik penambangan secara terbuka seperti yang dilakukan oleh PT Jembayan Muarabara Kalimantan Timur memiliki banyak dampak negatif,  yaitu berubahnya kondisi suatu lingkungan dengan penurunan produktivitas tanah, pemadatan tanah, terjadinya erosi dan sedimentasi, serta terjadinya gerakan tanah atau longsoran. Untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan dari model penambangan terbuka ini dilakukan kegiatan reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang untuk memperbaiki kondisi areal yang terbuka tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada areal reklamasi pertambangan batubara PT Jembayan Muarabara.  Penelitian ini dilaksanakan di tiga areal reklamasi yaitu areal Disposal, areal Stock Soil dan areal Revegetasi  PT Jembayan Muarabara Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Penelitian laju erosi  menggunakan metode tongkat (stick) meliputi beberapa tahapan yaitu pembuatan plot ukur erosi (PUE) berukuran 20 m × 20 m sebanyak 3 buah yaitu  PUE Stock Soil, PUE Disposal dan PUE Revegetasi. Pada setiap  PUE tersebut dibuat sub PUE berukuran 5 m × 5 m dan pada setiap ujung sub PUE dipasang tongkat erosi berbahan stainless, dan pengambilan sampel tanah untuk sifat fisik tanah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi potensial tertinggi terjadi di areal disposal aktif  yaitu  sebesar 2822,40 ton/ha/thn, kemudian di areal Stock soil sebesar 884,40 ton/ha/thn, sedangkan laju erosi terendah yaitu  499,12 ton/ha/thn terdapat di areal Revegetasi dan termasuk Tingkat Bahaya Erosi sangat berat.  
POTENSI AIR BAWAH PERMUKAAN TANAH PADA AREAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT BUDIDUTA AGROMAKMUR DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Rio Apriliantus Dopo Masau; Sigit Hardwinarto; Sri Sarminah
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i2.17612

Abstract

Usaha perkebunan kelapa sawit dapat memberikan berdampak positif terhadap perekonomian, juga dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, khususnya terkait dengan fungsi hutan alam sebagai pengatur tata air serta penghasil air. Hal ini menyebbakan terjadinya defisit air khususnya pada saat musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi air bawah permukaan tanah dari pengaruh kombinasi nilai laju infiltrasi, parameter sifat fisik tanah, dan kondisi vegetasi di areal perkebunan kelapa sawit PT Budiduta Agromakmur di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemilihan plot penelitian ini secara purposive sampling sebanyak 2 plot penelitian yakni umur tanaman 8 tahun dan 25 tahun dengan kemiringan lereng secara berurutan 20% dan 25%. Pengukuran laju infiltrasi pada kedua plot penelitian tersebut menggunakan alat double ring infiltrometer pada 3 lokasi pengukuran dengan 3 kali ulangan, serta pengambilan beberapa sampel tanah dengan ring sample pada kedalaman tanah 0 – 30 cm, sampel-sampel tanah ini diuji di laboratorium untuk mendapatkan nilai parameter sifat fisik tanah, dan pengamatan struktur tanah langsung di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi air bawah permukaan tanah diindikasikan oleh nilai kandungan air tanah rata-rata pada umur 8 tahun 29,30% dan 25 tahun 34,32%. Peningkatan nilai kandungan air tanah ini dipengaruhi oleh umur tanaman kelapa sawit semakin tua, laju infiltrasi menurun, kandungan fraksi pasir berkurang, fraksi lempung dan liat meningkat, porositas dan permeabilitas tanah menurun, bulk density meningkat, kondisi vegetasi tanaman kelapa sawit diameter batangnya menurun dan tutupan tumbuhan bawah semakin sedikit.