Perikanan skala kecil merupakan tulang punggung mata pencaharian masyarakat pesisir di Timor-Leste, khususnya di sepanjang pesisir selatan yang kaya akan sumber daya ikan pelagis kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang memengaruhi hasil tangkapan ikan pelagis kecil pada nelayan skala kecil di pesisir selatan Timor-Leste. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 234 responden di tujuh lokasi survei yang tersebar di enam distrik (Ainaro, Covalima [Salele dan Suai Loro], Lospalos, Manatutu, Manufahi, dan Viqueque) menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh tujuh faktor produksi terhadap volume tangkapan: ukuran kapal, jenis alat tangkap, durasi perjalanan penangkapan, jumlah bahan bakar, jumlah awak, pengalaman nelayan, dan tingkat teknologi. Hasil menunjukkan bahwa ukuran kapal (β = 3,789; p = 0,003), pengalaman nelayan (β = 2,567; p = 0,013), durasi perjalanan penangkapan (β = 1,876; p = 0,034), dan jumlah bahan bakar (β = 0,987; p = 0,032) berpengaruh signifikan terhadap produksi ikan pelagis kecil. Model regresi menjelaskan 62,3% variasi produksi (R² = 0,623). Sebaliknya, jenis alat tangkap, jumlah awak, dan tingkat teknologi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas kapal, penguatan kapasitas sumber daya manusia nelayan, dan peningkatan akses terhadap input produksi seperti bahan bakar merupakan strategi prioritas bagi pengembangan perikanan skala kecil di Timor-Leste.