Perikanan skala kecil berperan penting bagi kesejahteraan pesisir dan ketahanan pangan di Timor-Leste, namun pengembangannya masih menghadapi keterbatasan kapasitas penangkapan, infrastruktur, dan perubahan distribusi ikan. Penelitian ini menganalisis status perikanan pelagis kecil serta faktor penentu unit produksi penangkapan skala kecil di pesisir selatan Timor-Leste. Pendekatan kuantitatif menggunakan analisis deskriptif dan regresi berganda linier yang diterapkan pada data 234 nelayan di tujuh distrik pesisir. Hasil menunjukkan bahwa sumber daya pelagis kecil relatif baik, dengan ketersediaan sedang hingga berlimpah, ukuran tangkapan relatif stabil, dan praktik penangkapan ramah lingkungan. Namun, konsentrasi ikan cenderung bergeser lebih jauh ke lepas pantai. Ukuran kapal, pengalaman nelayan, durasi penangkapan, dan konsumsi bahan bakar berpengaruh signifikan terhadap produksi, dengan model menjelaskan 62,3% variasi produksi. Temuan ini mendukung pengelolaan perikanan terpadu dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026