Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analysis of Flat Plate Structures by Equivalent Grid Method Nurhuda, Ilham; Han, Ay Lie
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 13, Nomor 1, Edisi XXXI, PEBRUARI 2005
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.036 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v13i1.3898

Abstract

Penggunaan model lebar efektif balok untuk menganalisis struktur flat-plate yang dikenai beban lateral sudah sering dilakukan. Namun demikian, sampai saat ini model tersebut masih terbatas penggunaannya pada model-model struktur 2 dimensi. Analisis ini memperluas penggunaan model grid ekuivalen untuk menganalisis struktur secara 3 dimensi. Lebar efektif grid dianalisis secara empirik berdasarkan hasil eksperimen. Perilaku struktur ditinjau dengan melakukan analisis struktur secara linier dan non linier.Keywords: flat-plate, model, reinforced concretePermalink: http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3898[How to cite: Nurhuda, I. dan Ay Lie, H., 2005, Analysis of Flat Plate Structures by Equivalent Grid Method, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 13, Nomor 1, pp. 71-79]
Percobaan Tarik-Langsung pada Beton Konvensional Han, Ay Lie; Narayudha, Moga; Sabdono, Parang
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 12, Nomor 3, Edisi XXX, OKTOBER 2004
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.942 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v12i3.3889

Abstract

Although the tensile strength of concrete does not plays a predominant role in the analysis and design of concrete structures, the knowledge of concrete behavior under tension is of value when estimating the load level under which cracking will occur. The relation between compression and tensile strength is developed based on experimental results and is represented as a formula highly depending on the tensile testing method in the laboratories.  The Splitting Tensile Test and Flexural Strength Method are well know, while the Direct Tensile Test is relatively young, and its acknowledgement by ASTM under process.  The experimental research conducted at the Concrete and Structural Laboratory, Diponegoro University, Semarang tries to give a better view to the Direct Tensile Test for concrete.  This paper presents in brief, the indirect and direct testing methods, and evaluates the data obtained.Kata kunci : Kuat tarik beton, direct Tensile test, indirect test, kuat tekan betonPermalink: http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3889[How to cite: Aylie, H., Narayudha, M., dan Sabdono, P., 2004, Percobaan Tarik-Langsung pada Beton Konvensional, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 12, Nomor 3, pp. 75-83]
Concrete Recycling Han, Ay Lie
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 14, Nomor 2, Edisi XXXV, JUNI 2006
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.846 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v14i2.3946

Abstract

Limbah benda uji beton yang tertimbun di Laboratorium Bahan dan Konstruksi, Fakultas Teknik Jurusan Sipil Undip setiap harinya mencapai kubikasi yang cukup tinggi.  Bahan ini merupakan komponen limbah industri yang dapat mempengaruhi tata guna lahan dan merupakan pencemar lingkungan.  Pada proses pembongkaran bangunan lama, volume limbah beton akan lebih besar lagi.  Berbagai usaha telah dilakukan untuk mendaur ulang atau memanfaatkan bahan limbah beton.  Salah satu alternatif yang dipandang baik secara struktur maupun dari segi ilmu lingkungan adalah mendaur ulang dan memakai kembali bahan agregat kasar yang berasal dari bahan beton.  Sifat fisis dan mekanis bahan agregat ini berbeda dengan bahan agregat asli yang berasal dari pemecahan batu.  Faktor-faktor yang sangat berpengaruh adalah kadar resapan yang tinggi, adanya sisa-sisa mortar yang menempel pada agregat dan variasi kualitas bahan dasar yang sulit ditentukan secara tepat.  Tulisan ini membahas perkembangan paling dini dalam bidang daur ulang agregat. Hasil-hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Laboratorium Bahan dan Konstruksi, Fakultas Teknik Jurusan Sipil Undip akan di evaluasi secara singkat. Kata kunci: agregat daur ulang (RCA), kuat tekan, sifat-sifat agregat, ilmu lingkunganPermalink: http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3946[How to cite: Han A.Y., 2006, Concrete Recycling, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 14, Nomor 2, pp. 198-205]
Waktu Ikat Adukan Beton dengan Pocket Penetrometer serta Korelasinya terhadap Nilai Slump Narayudha, Moga; Han, Ay Lie
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 13, Nomor 3, Edisi XXXIII, OKTOBER 2005
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.204 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v13i3.3922

Abstract

Workability of concrete mixtures has direct impact to placing, compaction and density of hardened concrete.  To date the concrete industry has mandated the slump-value obtained by the Abrams-Harder method as the standard for evaluating concrete’s workability.  On the other hand, setting time of cement strongly influences the workability of mixtures.  A slump value of zero was identified as to be the initial setting time of mixture.  Research performed at the Material and Construction Laboratory, Diponegoro University, showed that actual setting time measured by mixture testing with the Pocket Penetrometer deviates significantly from the results of the Abrams test. Further, the effect of retarding admixtures to the workability of concrete mixtures, are evaluated.Keywords: Concrete mixture, Initial setting time, Pocket Penetrometer, Slump, AbramsPermalink: http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3922[How to cite: Narayudha, M. dan Han, A.L., 2005, Waktu Ikat Adukan Beton dengan Pocket Penetrometer serta Korelasinya terhadap Nilai Slump, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 13, Nomor 3, pp. 67-74] 
Steel-Slag as Aggregate Substitute’s Influence to Concrete’s Shear Capacity an Experimental Approach Han, Ay Lie; Narayudha, Moga
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 16, Nomor 3, OKTOBER 2008
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.992 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v16i3.3696

Abstract

Penggunaan slag baja sebagai pengganti agregat kasar pada beton telah menunjukkan nilai-nilai positif seperti meningkatnya kuat tekan beton, perbaikkan kelacakan (workability) adukan segar dan pengurangan pencemaran logam berat dengan adanya proses solidifikasi dalam semen. Karena masa jenis beton slag juga meningkat, maka perlu diadakan penelitian lanjut tentang kemungkinan penggunaan beton-slag ini sebagai komponen struktural. Peningkatan kuat tekan beton yang seiring dengan peningkatan massa jenisnya membuka peluang penggunaan bahan ini sebagai elemen struktur yang tertumpu pada tanah, seperti misalnya balok basement, balok tie-beam dan rigid pavement. Namun demikian perilaku beton-slag terhadap respons geser (shear) belum diketahui dengan pasti. Uji laboratorium ini meneliti perilaku geser balok beton-slag yang diberi tulangan tunggal sedemikian sehingga pola kehancuran balok dipengaruhi oleh kehancuran gesernya. Hasil pengujian dibandingkan terhadap balok identik dengan agregat Pudak Payung sebagai elemen kontrol. Pengamatan terhadap balok-balok ini menunjukkan bahwa penggunaan slag meningkatkan kapasitas geser beton sebesar 11%, serta tidak terjadi pergeseran pada pola kehancuran. Kata kunci: Slag, Agregat Kasar, Kuat Tekan, Kapasitas Geser. ABSTRACT The use of steel slag as a substitute to natural aggregates for concrete increases the compression strength and workability of fresh concrete mixes. Furthermore, by solidification in the cement matrix, the pollution of heavy metals into soil and groundwater can be reduced significantly. The utilization of slag-concrete to be used as structural components need to be conducted especially since mass density increases as a function of slag percentage. Possible aspects are among others, basement components, tie-beams and rigid pavement elements. All these structures rest directly on supporting under layers, reducing their negative high mass-density effect. While compression and tensile behavior have been explored, the shear capacity of slag-concrete has yet to be investigated. This experimental work covers the behavior of singly reinforced concrete beams failing under shear mode. The result is compared to the controlling element, identical to the concrete-slag beam. The controlling beam uses Pudak Payung aggregates. The experimental research shows that the slag-concrete’s shear capacity increases 11% to the Pudak Payung concrete. The mode of failure however, remains the same.Keywords: Slag, Coarse Aggregates, Compression and Shear StrengthPermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3696[How to cite: Han A.Y. dan Narayudha, M. (2008), Steel-Slag as Aggregate Substitute’s Influence to Concrete’s Shear Capacity an Experimental Approach, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 16, Nomor 3, pp. 223-230]
Kajian dan Evaluasi Struktur Slab Prestressed Precast Modular Concrete Eratodi, I Gusti Lanang Bagus; Awaludin, Ali; Han, Ay Lie; Triwiyono, Andreas
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 1 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5241.167 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i1.27765

Abstract

Slab prestressed precast modular concrete berfungsi rigid pavement, mendukung beban kendaraan di atasnya pada tanah dasar yang daya dukungnya relatif rendah. Slab ini berukuran 2000 x 850 x 150 mm3 dari beton bertulang biasa (produksi lama) atau beton pretension (produksi baru) mutu beton K-500. Dalam pemakaian di lapangan slab ini diharapkan dapat dipasang dan dilepas berulangkali. Setelah beberapa kali pemakaian, terjadi kerusakan terutama pada bagian ujung slab berupa spalling. Tujuan kajian dan evaluasi struktur ini adalah: (1) mengamati kerusakan; (2) mendapatkan data kualitas bahan; (3) melakukan pemodelan secara numeris dengan memperhatikan sifat material, pembebanan dan kondisi tanah; dan (4) memberikan rekomendasi desain slab meliputi bahan dan geometrik. Metode kajian dan evaluasi kerusakan slab dilakukan pengamatan kerusakan, pengambilan core-case beton dan pengujiannya di laboratorium, serta pemodelan struktur slab dengan berbagai parameter (data tanah, mutu beton dan geometri slab). Hasil pengamatan di lapangan dan hasil analisis maka dapat diketahui bahwa spalling beton slab terjadi awalnya pada bagian tepi (sisi lebar 850 mm) yang selanjutnya menyebabkan efektifitas gaya pretension menjadi tidak optimal dan akhirnya volume spalling beton menjadi semakin bertambah. Selain karena frekuensi benturan saat pemasangan dan deformasi slab saat mendukung beban kendaraan. Permasalahan spalling beton juga dikarenakan mutu beton yang tidak sesuai. 
Pengaruh Substitusi Semen dengan Semen Slag pada Mortar terhadap Kebutuhan Air dan Waktu Ikat, dan Peningkatan Kuat Tekan Mortar pada Umur 14 hari dan 28 Hari Adi, Rudi Yuniarto; Rizqi, Safira Yulia; Subagyo, Sie Alexander Patrick; Han, Ay Lie
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.702 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.31691

Abstract

Saat ini pemanfaatan limbah industri sebagai material bahan bangunan banyak dikembangkan, salah satunya yaitu pemanfaatan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) yang sering disebut dengan Semen Slag yang merupakan residu pembakaran tanur proses pemurnian baja yang dihaluskan sebagai bahan perekat. Dalam kontrak pelaksanaan konstruksi, batasan waktu penyelesaian pekerjaan menjadi faktor penting untuk menghindari keterlambatan. Oleh sebab itu pengetahuan kekuatan/mutu material yang mempunyai peningkatan berdasarkan umur material sangat dibutuhkan. Penelitian ini menganalisis pengaruh umur mortar terhadap kuat tekan dengan substitusi Semen Slag pada campuran penyusunnya. Perbandingan material dalam mortar antara semen dan pasir adalah 1 : 3. Persentase penggantian semen slag terhadap semen Portland pada penelitian adalah 0%, 25%, 5% dan 75% dari berat semen, pengujian kuat tekan mortar dilakukan pada umur mortar 14 hari dan 28 hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada substitusi semen slag 25% terjadi peningkatan mutu yang sangat signifikan pada umur 28 hari jika dibandingkan pada umur 14 hari yaitu sebesar 31,90 %. Pada substitusi semen slag 50% dan 75% tidak terjadi peningkatan mutu yang signifikan yaitu 2,66 % untuk substitusi semen slag 50% dan 2,45% untuk substitusi semen slag 75%
Pengembangan Alat Simulasi Model Numeris Elemen Beton Bertulang dengan Respon Geser dan Lentur Tinggi Nuroji, Nuroji; Asshidiqie, Muhammad Rony; Sukamta, Sukamta; Han, Ay Lie
TEKNIK Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i2.32683

Abstract

Pengujian eksperimental elemen beton bertulang di laboratorium memiliki kelemahan bahwa penyiapan benda uji sampai selesainya proses pengujian memerlukan waktu lama. Biaya yang tinggi mengakibatkan jumlah benda uji terbatas, dan beratnya elemen skala penuh merupakan kendala pada saat set-up. Tingkat ketidak-telitian dipengaruhi banyak faktor seperti ketersediaan alat presisi, kondisi laboratorium dan faktor kehandalan laboran. Agar perilaku sebuah elemen beton bertulang dapat dianalisa dengan teliti dan cepat, diperlukan sebuah model numeris yang dapat digunakan sebagai alat simulasi untuk menganalisa pengaruh variabel-variabel bebas pada perilaku elemen beton bertulang. Agar model numeris diyakini kehandalan dan ketelitiannya, perlu dilakukan beberapa tingkatan validasi, baik dari validasi sensitivitas model itu sendiri, maupun validasi terhadap data benda uji aktual di laboratorium. Model elemen hingga yang dikembangkan dalam studi ini dikhususkan pada kondisi tegangan lentur dan geser tinggi, akibat respon beban vertikal dan horizontal yang umum terjadi pada stuktur sesungguhnya di lapangan. Proses validasi terhadap model dilakukan dengan analisa sensitivitas terhadap kehalusan mesh dan inkrementasi deformasi vertikal, sedang validasi terhadap benda uji eksperimental di tujukan pada aspek respon beban-deformasi dan pola perkembangan retak beton. Dari proses ini dibuktikan bahwa model yang dikembangkan memberikan hasil prediksi yang sangat teliti terhadap perilaku elemen sesungguhnya, sehingga dapat digunakan sebagai alat simulasi.
The Influence of External CFRP String Reinforcement on The Behavior of Flexural RC Elements Junaedi Utomo; Nauval Rabbani; Sri Tudjono; Ay Lie Han; Sukamta
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 6 No. 3 (2021): JGEET Vol 06 No 03 : September (2021)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

External reinforcement is an excellent method for improving the load carrying capacity and ductility behaviour of reinforced concrete members in flexure. Enhancement becomes a necessity when current standards mandate a higher performance compared to older codes. External reinforcement is an environmentally friendly and sustainable solution, since demolition and re-building could be postponed, and the building can be used while work in conducted on the members. Carbon Fiber Reinforced Polymers (CFRP), having a low weight-to-volume ratio and an excellent resistance to corrosion, can be used as external reinforcement to effectively increase the flexural and shear strength of a member. To evaluate the effectiveness of CFRP strings, two types of reinforced concrete T-beams were tested. The specimens consist of a strengthened member in both shear and flexure using CFRP wraps and CFRP strings, and a conventional reinforced concrete beam. The specimens were subjected to a one-point-loading system to simulate high shear stresses in combination with a maximum bending moment at mid-point. The installation of CFRP strings was conducted using the Near Surface Mounted (NSM) method, while the sheets were Externally Bonded Reinforcement (EBR). The strings and sheets were impregnated and pultruded on side. The test results showed that the strings and wraps substantially increased the ultimate load carrying capacity and ductility of the member. The ultimate load enhancement was found to be 32% from 117kN to 154kN, and the vertical deformation improved 25% from 16 mm to 20 mm. The failure mode was characterized by initial debonding of the strings in the interface between the strings and the epoxy, followed by string-rupture. The two strings ruptured concurrently, due to stress re-distribution within the member.
Bond-shear Behavior of FRP Rods as a Function of Attachment Configuration Agung Budipriyanto; Ay Lie Han; Hsuan Teh Hu
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.1.1.9-17

Abstract

The use of external reinforcement to improve or enhances the flexural capacity of a member depends on the transfer capacity, and the failure behavior of the composite between the reinforcement, the epoxy resin and the concrete. The most influencing factor is the bond-shear capacity between the rod and the epoxy, and the epoxy to the concrete. Fiber Reinforced Polymer (FRP) rods are the latest alternate for fulfilling the external reinforcement scheme. In the field, the mandated embedment depth as outlined by the ACI 440 code, could customary not be achieved since factors such as the depth of the concrete cover, and presence of stirrups limits the space. This study is aimed to evaluate the effect of FRP rod configurations with respect to the concrete surface, to the effectiveness of external reinforcement. The study looked into the bond-shear capacity as well as the mode of failure, influence by the rod attachment depth. It was shown that the embedment depth significantly influenced the failure mode, and therefore the strain transfer capacity from the concrete to the rods.