Di Indonesia banyak perokok dengan intensitas merokok berkali-kali dalam sehari. Hal ini mengakibatkan banyaknya sampah dari rokok yang dihasilkan, yaitu puntung rokok. Sampah ini jika dibiarkan begitu saja tentu akan mencemari keindahan lingkungan. Hal demikian terjadi di Desa Jambearjo, dimana puntung rokok banyak berserakan. Banyak penelitian oleh akademisi yang menyatakan bahwa limbah puntung rokok dapat dijadikan sebagai bahan pestisida. Berdasaran hal ini, dilakukan kegiatan pengabdian untuk mensosialisasikan dan memberikan pelatihan berkaitan dengan pengolahan sampah puntung rokok menjadi alternatif pestisida.Setelah mengikuti kegiatan ini, masyarakat Desa Jambearjo memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah puntung rokok menjadi barang yang dapat digunakan dalam pertanian. Kata kunci— limbah puntung rokok, alternatif pestisida, Desa Jambearjo Abstract In Indonesia many smokers with the intensity of smoking many times a day. This resulted in a lot of garbage from cigarettes produced, namely cigarette butts. This garbage if left unchecked will certainly pollute the beauty of the environment. This has happened in Jambearjo Village, where cigarette butts are widely scattered. Many studies by academics have stated that cigarette butts waste can be used as an ingredient of pesticides. Based on this, a community service activity was conducted to socialize and provide training related to the processing of cigarette butts waste into an alternative to pesticides. After participating in this activity, the people of Jambearjo Village has the knowledge and skills in utilizing cigarette butts waste into goods that can be used in agriculture. Keywords— cigarette butts waste, alternative pesticides, Jambearjo Village