Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotech

EFEKTIVITAS PEMBERIAN ZPT GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) VARIETAS MIRA Harianja, Benny; Hayatul Rahmi; Yayu Sri Rahayu
Jurnal Agrotech Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.172

Abstract

Red spinach is one of the horticultural plants with numerous benefits. This research aims to determine the most effective concentration of the plant growth regulator gibberellin on the growth and yield of red spinach (Amaranthus tricolor L.). The study was conducted in the Experimental Field PERURI in Sirnabaya Village, East Teluk Jambe District, Karawang Regency, from June to October. The research method employed was an experimental approach using a randomized complete block design (RCBD) with a single factor consisting of 5 treatments and 5 replications, namely A (0 ppm), B (50 ppm), C (100 ppm), D (150 ppm), and E (200 ppm). The research results indicate that gibberellin application significantly influences plant height at 14, 21, and 28 days after planting, leaf count at 7 days after planting, leaf area, fresh weight per plant, and fresh weight per plot. Treatment D (150 ppm) yielded the best results for plant height up to 28 days after planting at 22.73 cm, leaf count up to 28 days after planting at 19.60 leaves, fresh weight per plant at 30.42 g, and weight per plot at 912.68 g.
PENGARUH KOMBINASI ZPT IBA DAN BAP TERHADAP REGENERASI IN VITRO TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS PSJT 941 DAN KIDANG KENCANA Parahita, Putri Luna; Hayatul Rahmi; Saputro, Nurcahyo Widyodaru; Ajat Sudrajat
Jurnal Agrotech Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.176

Abstract

Tanaman tebu merupakan salah satu jenis sumber tanaman utama penghasil gula. Teknik perbanyakan tebu umumnya dilakukan secara konvensional, seperti menggunakan stek batang yang memerlukan waktu berkisar setahun. Namun, melalui regenerasi tebu secara in vitro menjadi alternatif dalam mempercepat produksi bibit, stabilitas genetik tanaman (true-to-type), jumlah bibit meningkat, dan tanaman bebas penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT IBA dan BAP terhadap regenerasi tanaman tebu varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana. Penelitian dilakukan di Puslit Agro Majalengka mulai dari bulan Februari sampai April 2023. Bahan yang digunakan adalah kalus tanaman tebu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan faktor pertama varietas tebu PSJT 941 (t1) dan Kidang Kencana (t2). Faktor kedua merupakan kombinasi media ZPT IBA dan BAP yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh interaksi pemberian kombinasi ZPT IBA dan BAP dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan tunas tanaman tebu varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana. Jumlah tunas terbaik terdapat pada varietas PSJT 941 dengan skor 3.55, berbeda nyata dengan varietas Kidang Kencana. Perlakuan media terbaik terdapat pada media m1 (MS0) dalam tinggi tunas dan panjang akar.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ZPT GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) VARIETAS MIRA Harianja, Benny; Hayatul Rahmi; Yayu Sri Rahayu
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.172

Abstract

Red spinach is one of the horticultural plants with numerous benefits. This research aims to determine the most effective concentration of the plant growth regulator gibberellin on the growth and yield of red spinach (Amaranthus tricolor L.). The study was conducted in the Experimental Field PERURI in Sirnabaya Village, East Teluk Jambe District, Karawang Regency, from June to October. The research method employed was an experimental approach using a randomized complete block design (RCBD) with a single factor consisting of 5 treatments and 5 replications, namely A (0 ppm), B (50 ppm), C (100 ppm), D (150 ppm), and E (200 ppm). The research results indicate that gibberellin application significantly influences plant height at 14, 21, and 28 days after planting, leaf count at 7 days after planting, leaf area, fresh weight per plant, and fresh weight per plot. Treatment D (150 ppm) yielded the best results for plant height up to 28 days after planting at 22.73 cm, leaf count up to 28 days after planting at 19.60 leaves, fresh weight per plant at 30.42 g, and weight per plot at 912.68 g.
PENGARUH KOMBINASI ZPT IBA DAN BAP TERHADAP REGENERASI IN VITRO TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS PSJT 941 DAN KIDANG KENCANA Parahita, Putri Luna; Hayatul Rahmi; Saputro, Nurcahyo Widyodaru; Ajat Sudrajat
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.176

Abstract

Tanaman tebu merupakan salah satu jenis sumber tanaman utama penghasil gula. Teknik perbanyakan tebu umumnya dilakukan secara konvensional, seperti menggunakan stek batang yang memerlukan waktu berkisar setahun. Namun, melalui regenerasi tebu secara in vitro menjadi alternatif dalam mempercepat produksi bibit, stabilitas genetik tanaman (true-to-type), jumlah bibit meningkat, dan tanaman bebas penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT IBA dan BAP terhadap regenerasi tanaman tebu varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana. Penelitian dilakukan di Puslit Agro Majalengka mulai dari bulan Februari sampai April 2023. Bahan yang digunakan adalah kalus tanaman tebu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan faktor pertama varietas tebu PSJT 941 (t1) dan Kidang Kencana (t2). Faktor kedua merupakan kombinasi media ZPT IBA dan BAP yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh interaksi pemberian kombinasi ZPT IBA dan BAP dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan tunas tanaman tebu varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana. Jumlah tunas terbaik terdapat pada varietas PSJT 941 dengan skor 3.55, berbeda nyata dengan varietas Kidang Kencana. Perlakuan media terbaik terdapat pada media m1 (MS0) dalam tinggi tunas dan panjang akar.