Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Human Care Journal

ANALISIS EVALUASI PELAKSANAAN SHK PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA SOLOK Resty Noflidaputri; Vittria Meilinda
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.1027

Abstract

Berdasarkan hasil pemeriksaan skrining hipoteroid kongenital (SHK)  dari tahun 2000 sampai 2014 beberapa lokasi terpilih di indonesia ditemukan kasus positif dengan proporsi sebesar 0,4 per 1000 bayi baru lahir. Jika angka kelahiran sebanyak 5 juta bayi/tahun, dengan kejadian 1:3000 kelahiran, maka terdapat lebih dari 1600 bayi dengan hipotiroid kongenital per tahun yang akan terakumulasi tiap tahunnya. Tujuan Penelitian mengekplorasikan, mendeskripsikan, menginterprestasikan, dan mengevaluasi Pelaksanaan Skrining Hipoteroid Kongenital Pada Bayi Baru Lahir Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Solok Tahun 2020. Jenis penelitian mixed methods dengan desain sequential explanatoy. Desain kuantitafif dengan Cross Sectional dan kualitatif  dengan indepth interview. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai September 2020. Hasil analisis menunjukan komponen Kualitatif bahwa tenaga kesehatan masih merasa takut untuk melakukan SHK pada bayi baru lahir dengan alasan belum mengikuti pelatihan. Komponen proses semua sudah sesuai Permenkes 78 tahun 2014, walaupun masih ada belum maksimal sehingga berdampak dalam pencapaian target pada program SHK. Dari hasil analisis Kuantiatif didapatkan bahawa tidak adanya hubungan antara Umur, Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan terhadap Pelaksanaan SHK. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa program SHK di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan  belum tercapai secara maksimal. Dan perlu peningkatan untuk memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan sosialisasi kepada masyarakat agar SHK berjalan dengan maksimal
DETERMINAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA LABUH KABUPATEN SOLOK SELATAN Resty Noflidaputri; Gusti Reni; Mila Sari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 2 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i2.1971

Abstract

Wasting menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena memiliki dampak yang besar karena menyangkut kualitas modal sumber daya manusia di masa mendatang.Dari Laporan Puskesmas Muara Labuh bulan Agustus tahun 2021 jumlah balita kurus 78 orang (3,39%) dari 2300 balita yang ditimbang.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Determinan Faktor Penyebab Kejadian Wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan. Jenis penelitian ini survey analitik dengan desain case control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 - Maret 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh.  Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Balita Wasting yang berdomisili di wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh berjumlah 78 orang.  Sampel  dalam penelitian ini dengan teknik sampel Purposive Sampling. sampel yang digunakan 100 orang (50 kasus dan 50 kontrol), serta instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan dianalisis dengan univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden yaitu sebanyak 54 responden (55%) sudah memiliki pola makan yang baik, 67 responden (67%) tidak memiliki penyakit diare, 55 responden (55%) sudah memiliki sanitasi yang memenuhi syarat, 56 responden (56%) memiliki pola asuh yang kurang baik. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola makan(p=0,002; OR =41,00), Sanitasi(p=0,0001 ;OR=19,452), Pola Asuh (p=0,002; OR = 10,630) dan penyakit infeksi(p=0,002 ; OR=10,630.Disimpulkan Pola makan merupakan variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian wasting dengan OR = 41,00.Diharapkan kepada ibu lebih memperhatikan asupan gizi untuk anak mereka sehingga gizi pada anak terpenuhi.
PERBEDAAN METODE CERAMAH DAN VIDIO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH TAHUN 2021 Rahmi Sari Kasoema; Resty Noflidaputri; Visti Delvina; Nanda Nadila
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2014

Abstract

WHO data (2017), 0.9% of adolescent girls and 3.6% of adolescent boys in developing countries had sexual intercourse. Based on KPAI data (2017), 62.7% of teenagers in Indonesia had sex outside of marriage. For this reason, it is necessary to provide health education about reproductive health among adolescents, especially about premarital sex. This study aimed to look at the Differences between Lecture and Video Methods Toward Adolescent Knowledge of Premarital Sex at SMPN 2 Koto Baru Dharmasraya in 2021.The type of this study was Quasy Experiment  with a two group pretest-posttest design which was conducted . It was conducted at SMPN 2 Koto Baru Dharmasraya from February to July 2021. The population was all teenage girls at the second grade. They were 120 people. By using purposive sampling technique, 10 people for the lecture method. and 10 people for the video method were chosen as the samples. The data were collected by questionnaire. Then, it was analyzed by univariate and bivariate analysis by using independent t-test statistical test.The results showed that the average knowledge of the students about premarital sex before was 7.20 and after being given health counseling the lecture method was 11.60. The average knowledge of the students about premarital sex before was 7.70 and after being given health counseling with the video method was 15.00. Then, there were differences in the knowledge of students before and after being given health counseling with the lecture method (p = 0.000) and before and after being given health counseling with the video method (p = 0.000). There was a difference in the knowledge of students after counseling between the lecture method and the video method about premarital sex (p = 0.001).In short, can be concluded that there were differences in the knowledge of students before and after being given health counseling with the lecture and video methods and there were differences in the lecture and video methods on students’ knowledge about premarital sex. It is hoped that the school will do the cooperation with local health workers in conducting health education. or socialization of adolescent reproductive health, especially the dangers of premarital sex in adolescents.