Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI GENERASI Z (DIGITAL) DAN POLA KEHIDUPAN BARU MENGHADAPI MASA NEW NORMAL Intan Kumalasari; Maliha Amin; Herawati Jaya; Ratna Ningsih
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.529 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i1.823

Abstract

The government's decision to reopen schools and campuses after the Covid-19 pandemic requires readiness, especially for adolescents, who are mostly students. On the one hand, adolescents feel happy with the reopening of offline learning activities, but on the other hand there are fears and worries about their personal safety. Based on the analysis of the situation in the field of indecision faced by adolescents due to the lack of studies on the impact of the new normal if applied in Indonesia. In addition, the lack of outreach from the government on the policies that have been stipulated makes the public confused, so that their implementation is not appropriate. The purpose of this activity is to provide an understanding to adolescents about the new normal and preparations for the new normal. The method used in this activity is health education through online seminars. The results of this activity indicate that most of the adolescents are ready to face the new normal period and are ready to become agents of change for their peers. The results of this activity can also provide input for schools, campuses and managers to work hand in hand to prepare schools and campuses ready for the new normal by providing repeated understanding of new habits that must be adopted in the new normal period regularly so that schools and new campuses are normal. can be realized.
PELATIHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA SISWI SMA BINA LESTARI KECAMATAN GANDUS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA Ismar Agustin; Intan Kumalasari; Herawati Jaya
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.104 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i1.825

Abstract

Breast cancer has become one of the most common female malignant tumors in the world and a leading cause of death. Disease is prevalent in low- and middle-income countries where most cases are diagnosed at an advanced stage. Still finding cases at an early stage makes early detection and screening efforts very important. The prognosis for long-term cure is relatively high if cancer is detected early and managed regularly. Health education is a practical and effective method to raise awareness of women about the importance of early detection of breast cancer. Health education has been proven to be effective in increasing knowledge and frequency of breast examinations with BSE. This activity aims to provide training through increasing the knowledge and skills of young women, especially Bina Lestari Palembang high school students in early detection of breast cancer with BSE. The training method is counseling by providing education and breast self-examination with BSE. Pre test and post test before and after training. The results of the counseling had a positive impact on the training participants where most of the students experienced a significant increase in knowledge after attending breast self-examination training as an effort to prevent breast cancer.
PEMBERDAYAAN PETUGAS KESEHATAN DAN KADER PUSKESMAS DALAM PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI KOMPOS: EMPOWERMENT OF HEALTH OFFICER AND HEALTH CENTER CADRE IN MANAGEMENT OF HOUSEHOLD WASTE AS COMPOST Maksuk; Lukman; Intan Kumalasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): JPM | September 2020
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v6i2.587

Abstract

Petugas kesehatan dan kader puskesmas mempunyai peran penting dalam mengelola limbah rumah tangga di masyarakat, karena itu peningkatan keterampilan untuk mengelola limbah tersebut penting dilakukan agar limbah tersebut dapat dimanfaatkan dan menguntungkan. Metode pengelolaan limbah rumah tangga menggunakan konsep Pilah – Kumpul – Manfaat – Untung (PKMU) untuk mengurangi volume sampah rumah tangga dan menguntungkan masyarakat. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari petugas kesehatan, kader puskesmas dan masyarakat yang berasal dari di RT 14 dan RT 33. Target capaian dalam kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan petugas kesehatan dan kader dalam mengelola limbah rumah tangga, pemanfaatan limbah rumah tangga untuk media penanaman tanaman obat, keluarga serta pembentukan kelompok kerja asuhan mandiri kegiatan batra di puskesmas dan pembentukan pengelola bank sampah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kader dan masyarakat dapat memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai membuat kompos. Selain itu limbah rumah tangga seperti plastik dapat dimanfaatkan kembali. Tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu terbentuknya pengelola bank sampah di lokasi kegiatan.
Analisis kecerdasan emosional (emotional intelligency) dosen di Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2015 Mujiyati; Nur Adiba Hanum; Intan Kumalasari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v4i3.85

Abstract

Sebagai pendidik profesional dan ilmuwan, dosen memiliki tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian sebagai komponen esensial dalam suatu sistem pendidikan di perguruan tinggi, dosen memiliki peran, tugas, dan tanggung jawab dosen sangat penting. Oleh karena itu, keberadaan dosen di Poltekkes Palembang dituntut keharusan membangun dan menjalin kerjasama dalam suatu tim kerja yang berkualitas, terutama dalam menghadapi persaingan era globalisasi. Namun demikian, kemampuan dosen dalam menerima tantangan senantiasa berubah dengan mengikut dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, hal ini berhubungan dengan kemahiran dan kestabilan emosi seseorang dalam melakukan penyesuaian diri. Kemampuan seorang dosen dalam mengenal emosinya, mengelola emosi diri, memotivasi diri, empati serta menjalin kerjasama sebagai komponen kecerdasan emosional dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecerdasan emosional dosen di Poltekkes Palembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap seluruh populasi yang berjumlah 100 dosen yang mengajar di delapan program studi di lingkungan Poltekkes Palembang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan manajemen dalam upaya peningkatan kualitas kinerja dosen serta pemenuhan hak mahasiswa atas proses pembelajaran yang berkualitas.