Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG KEMASAN CUP KOPI INSTAN BERDASARKAN USER-CENTERED DESIGN Siswanto, Daniel; Damayanti, Kristiana Asih; Dewi, Vila Sutra Kusuma
Industrial and Systems Engineering Assessment Journal (INASEA) Vol 12, No 1 (2011): INASEA Vol. 12 No. 1
Publisher : Industrial and Systems Engineering Assessment Journal (INASEA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee is the favorite drink of many people. A variety of instant coffee products and readyto-drink coffee are available on the market. However, these instant products are not in instant packaging as well. PT Torabika Eka Semesta launched Torabika Sejodoh as an instant coffee cup product. Research and redesign of Torabika Sejodoh packaging cup is conducted by applying the principles of User-Centered Design. Consumers were the research respondents through interviews. These requirement criteria underlined the questionnaires to collect consumer ratings of importance to customer attributes of the instant coffee cup packaging and customer satisfaction performance against Torabika Sejodoh cup packaging. Furthermore, several alternative packaging design were made and selection of cup Torabika Sejodoh alternative packaging designs that considered most appropriate to the needs of consumers was conducted using focus groups. Redesign of the cup packaging is adapted to consumer needs criteria as the main user of the product and rules of the applied packaging can add value to the product.
PERANCANGAN ALAT DETEKSI KANTUK DAN ANALISIS TINGKAT KANTUK PENGEMUDI BUS MALAM X Daniel Siswanto; Romy Loice; Kevin Chandra
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1863.401 KB)

Abstract

Transportasi umum antar kota telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat untuk berpindah dari satu kota ke kota lain. Transportasi darat dengan bus, kereta api, maupun mobil lebih banyak dipilih karena harganya yang relatif lebih murah. Namun transportasi darat, terutama bus, biasanya berdurasi panjang.Bagi penumpang mungkin durasi panjang bisa dimanfaatkan untuk tidur selama perjalanan, namun tidak demikian halnya bagi pengemudi.Pengemudi dituntut untuk terus fokus dan terjaga selama perjalanan yang berdurasi panjang tersebut agar terhindar dari kecelakaan. Kecelakaan bus bisa memakan banyak korban jiwa mengingat kapasitas bus yang bisa menampung puluhan orang. Pekerjaan mengemudi dengan durasi panjang dapat menimbulkan kelelahan baik secara fisik maupun mental.Manifestasi kelelahan yang sering dialami biasanya adalah mengantuk. Saat akanmengemudi dengan durasi panjang, harus dipastikan pengemudi berada dalam kondisi yang prima, dalam hal ini tidak atau sedikit memiliki rasa kantuk sebelum bekerja. Tingkat kantuk dapat di deteksi.Salah satunya dengan mengukur kecepatan reaksinya.Untuk itulah dibutuhkan suatu alat yang dapat mendeteksi kantuk dengan cepat dan praktis agar dapat digunakan untuk memeriksa keadaan pengemudi bus sebelum pengemudi melakukan perjalanannya.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang alat deteksi kantuk sebelum perjalanan durasi panjang.Penelitian dilakukan pada perusahaan bus malam X sebagai obyek penelitian.Alat deteksi kantuk tersebut selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi kondisi para pengemudi bus malam X sebelum melakukan perjalanannya.Aplikasi pendeteksi kantuk memakai metode gabungan dari pyscomotor vigilance task (PVT), mackworth clock vigilance task (MVT) dan flicker test. Metode tersebut diimplementasikan pada aplikasi berbasis HTML dan dapat dioperasikan pada semua alat elektronik yang memiliki web browser untuk mendukung kepraktisan pengujian..Replikasi data kecepatan reaksi dan kuesioner Karolinska Sleepiness Scale dikumpulkan, kemudian diolah dengan menggunakan analis diskriminan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dan persamaan linear yang dapat digunakan dalam pendeteksian kantuk pengemudi bus malam.Hasil pengukuran kecepatan reaksi didapatkan dengan cepat melalui persamaan linear Z yang akan membandingkan nilai Z dengan titik kritis 0,904 dalam penentuan kondisi pengemudi bus malam X. Persamaan yang digunakan untuk menentukan kondisi pengemudi bus malam telah divalidasi dengan menggunakan replikasi data kecepatan reaksi yang telah dikumpulkan sebelumnya.Kata kunci : tingkat kantuk, kelelahan, kecepatan reaksi, analisis diskriminan, Karolinska Sleepiness Scale  
PENGARUH JENIS MUSIK DAN AROMATERAPI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA UNTUK TIAP TIPE KEPRIBADIAN Thedy Yogasara; Daniel Siswanto; Hanky Fransiscus; Catharina Catharina
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.045 KB)

Abstract

Musik telah lama diyakini memiliki pengaruh terhadap kemampuan otak manusia, terutama untuk memperoleh stimulasi yang seimbang antara otak kiri dan otak kanan. Jika digunakan secara tepat, musik dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif manusia. Di samping musik, penggunaan aromaterapi juga dapat memberikan stimulus untuk meningkatkan fungsi memori manusia. Pada penelitian ini akan diuji pengaruh musik dan aromaterapi terhadap kemampuan kognitif mahasiswa. Kemampuan kognitif yang diuji meliputi kemampuan menghapal, berhitung, dan membuat keputusan. Eksperimen dilakukan terhadap mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan. Hasil pengujian tersebut selanjutnya dikelompokkan berdasarkan hasil evaluasi tipe kepribadian mahasiswa. Output dari penelitian ini digunakan untuk menentukan kombinasi terbaik dari musik dan aromaterapi terhadap tiap kemampuan kognitif dan tipe kepribadian.  
EVALUASI KELELAHAN DAN TINGKAT STRES PENGEMUDI TRAVEL DAN MASINIS KERETA API BERDASARKAN PENGUKURAN TINGKAT KANTUK DAN DENYUT JANTUNG Daniel Siswanto; Ceicalia Tesavrita
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.374 KB)

Abstract

Transportasi umum telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, terutama antar kota. Transportasi darat dengan bus, kereta api, maupun travel lebih banyak dipilih karena harganya yang lebih murah. Namun transportasi darat biasanya berdurasi panjang. Bagi penumpang mungkin durasi panjang bisa dimanfaatkan untuk tidur selama perjalanan, namun tidak demikian halnya bagi pengemudi. Pengemudi dituntut untuk terus fokus dan terjaga selama perjalanan (pekerjaan) durasi panjang tersebut agar terhindar dari kecelakaan. Pekerjaan megemudi durasi panjang dapat menimbulkan kelelahan baik secara fisik maupun mental. Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi kelelahan untuk 2 jenis jasa transportasi darat yaitu travel dan kereta api. Travel dan kereta api memiliki karakteristik pekerjaan yang sangat berbeda bagi pengemudinya. Evaluasi kelelahan akan dilakukan dengan melihat hasil pengukuran kelelahan menggunakan Karolinska Sleepiness Scale (KSS), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan pengukuran denyut jantung. Selain itu juga akan dilakukan evaluasi tingkat stres pengemudi travel dan kereta api menggunakan kombinasi model Karasek dan self assessment. Hasil evaluasi kelelahan menunjukkan bahwa pengemudi dan masinis memiliki tingkat kantuk yang tinggi akibat kualitas tidur yang buruk dan jadwal kerja yang tidak teratur. Penilaian stres menunjukkan bahwa pekerjaan pengemudi dan masinis dapat menimbulkan stres akibat rendahnya kontrol pengemudi dan masinis terhadap pekerjaannya. Usulan perbaikan berupa jadwal kerja usulan (perbaikan administratif) dan usaha intervensi kantuk (perbaikan teknis).Kata kunci : kelelahan, tingkat stress, KSS, PSQI, pengukuran denyut jantung, model Karasek
PENERAPAN SMK3 DI INDUSTRI OLAHAN KULIT DI DESA SUKAREGANG, GARUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE 5S Paulus Sukapto; Sani Susanto; Daniel Siswanto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.044 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4525

Abstract

Dewasa ini, pengetahuan masyarakat khususnya tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (SMK3) akan masih terbilang sangat kurang. Padahal, apabila pemahaman tentang SMK3 baik maka jumlah kecelakaan kerja semakin sedikit, produktivitas kerja semakin besar dan akhirnya produk yang dihasilkan jumlahnya semakin banyak dengan kualitas juga semakin baik. Tujuan dilaksanakan program PKM adalah menambah pemahaman, pengetahuan, dan wawasan di Fakultas Pertanian Universitas Garut dan pelaku industri di Garut dan sekitarnya tentang SMK3. Pada program ini dilakukan survei lokasi, wawancara sebelum dan sesudah seminar. Materi seminar adalah penjelasan mengenai SMK3, penerapan SMK3 dalam masa pandemi di industri kecil dan menengah. Setelah mengikuti seminar, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Garut dan pelaku industri di Garut dan sekitarnya mengetahui secara lebih mendalam tentang SMK3 dan berusaha menerapkan dalam masyarakat dengan baik dan benar. Salah satu cara penerapan SMK3 dengan cara 5S.
Kajian Indikator Eye Tracking untuk Deteksi Kewaspadaan pada Pekerjaan Inspeksi dengan Batasan Durasi Tidur dan Perbedaan Jenis Kelamin Daniel Siswanto; Adriana Jennifer Sugiharta; Thedy Yogasara; Yansen Theopilus
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v12i2.6846.251-262

Abstract

Eye tracking (ET) has been widely used to detect ocular changes that are also correlated with fatigue. However, whether there is an ET indicator capable of detecting fatigue closely related to vigilance decrement is unknown. This study aims to determine which ET indicators are sensitive in detecting changes in vigilance due to sleep restriction (4 and 8 hours) in different gender. Fifty-six participants (28 men, 21.32 ± 1.16 years and 28 women, 21.5 ± 1.2 years) were involved in this study. Using an eye tracker device, participants were asked to simulate inspecting defects (dirt, scratches, missing parts, and poor assembly) at 50 flashlights. In addition, vigilance assessment was carried out with the Psychomotor Vigilance Task (PVT) and the Karolinska Sleepiness Scale (KSS). The results of ANOVA showed that sleep restriction affected the mean RT (p-value = 0.001), minor lapse (p-value = 0.036), mean 1/RT (p-value = 0.001), saccadic velocity (p-value = 0.001), and KSS (p-value = <0.001). Gender influenced the mean 1/RT (p-value = 0.016), pupil diameter (p-value = 0.022), and saccadic velocity (p-value = 0.030). The Pearson correlation test shows a weak relationship between the ET and PVT indicators. However, saccadic velocity has the potential to be able to detect changes in vigilance because it is influenced by sleep restriction. Further research is still needed to confirm these results because the correlation between saccade velocity and PVT indicators in this study still needs to show a stronger relationship to become a vigilance indicator.
PENERAPAN SMK3 DI INDUSTRI OLAHAN KULIT DI DESA SUKAREGANG, GARUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE 5S Paulus Sukapto; Sani Susanto; Daniel Siswanto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4525

Abstract

Dewasa ini, pengetahuan masyarakat khususnya tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (SMK3) akan masih terbilang sangat kurang. Padahal, apabila pemahaman tentang SMK3 baik maka jumlah kecelakaan kerja semakin sedikit, produktivitas kerja semakin besar dan akhirnya produk yang dihasilkan jumlahnya semakin banyak dengan kualitas juga semakin baik. Tujuan dilaksanakan program PKM adalah menambah pemahaman, pengetahuan, dan wawasan di Fakultas Pertanian Universitas Garut dan pelaku industri di Garut dan sekitarnya tentang SMK3. Pada program ini dilakukan survei lokasi, wawancara sebelum dan sesudah seminar. Materi seminar adalah penjelasan mengenai SMK3, penerapan SMK3 dalam masa pandemi di industri kecil dan menengah. Setelah mengikuti seminar, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Garut dan pelaku industri di Garut dan sekitarnya mengetahui secara lebih mendalam tentang SMK3 dan berusaha menerapkan dalam masyarakat dengan baik dan benar. Salah satu cara penerapan SMK3 dengan cara 5S.
Teladan Moral dalam Alkitab: Pendidikan Karakter dari Kehidupan Tokoh Alkitab Sinambela, Juita; Sinaga, Janes; Hutabarat, Bernard Maruli; Woran, Ramlen; Siswanto, Daniel
Global Education Journal Vol. 1 No. 3 (2023): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v1i3.216

Abstract

The aims of this study are to: Analyze the character values that can be learned from the stories of Bible characters. Character education has become a major concern in the world of modern education. Along with technological developments and globalization, moral and ethical challenges are increasingly complex, thus giving an urgency to prioritize character education among the younger generation. Character must be continuously formed to make someone with a strong character. Losing character, that means we have lost everything. Thus expressing how important character is in this life. This research will use a qualitative approach through literature studies involving analysis of Bible texts, textbooks on character education, as well as research related to religious and moral education. This research makes a significant contribution to the world of education, especially in developing strategies and character education programs that are more holistic and based on solid moral values. By understanding and applying the moral examples of Bible characters, it is hoped that this will create a generation with strong character and the potential to become leaders with integrity in the future.
Set: Dasar, Memanggil Nama Tuhan Sinaga, Japolman; Hutagalung, Stimson; Ferinia, Rolyana; Siswanto, Daniel; Sinaga, Janes
Jurnal Syntax Fusion Vol 2 No 04 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v2i04.191

Abstract

Sebagai umat manusia penting mengetahui siapa yang menciptakannya, sehingga setiap orang datang untuk menyembah penciptanya dengan benar dan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui melalui Set anak dari Adam kita dapat mempelajari dasar penyebutan nama Allah sebagai khalik yang harus disembah. Allah selalu rindu menyatakan diri-Nya agar manusia dapat mengenal dan mengasihi-Nya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan studi kepustakaan dari literatur yang tersedia. Hasil dari penelitian ini adalah keturunan Adam manusia pertama itu adalah selalu memperkenalkan Allah kepada keturunannya, namun ada diantaranya mengenal dengan keliru disaat yang sama masih mempertahankan pengenalan akan Allah dengan benar. Dengan mengenal Allah dengan benar maka akan meuntun kepada penyembahan atau perbaiktian yang benar dari zaman ke zaman hingga masa kini dan masa yang akan datang.
ANALISIS INDIKATOR EYE TRACKING UNTUK MENDETEKSI KEWASPADAAN YANG DIPENGARUHI PEMBATASAN DURASI TIDUR DAN WAKTU PEMERIKSAAN Yogasara, Thedy; Sidabutar, Rosi Filia Kristina; Siswanto, Daniel; Theopilus, Yansen
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 18, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jati.18.3.160-170

Abstract

Eye tracking (ET) banyak digunakan untuk mendeteksi perubahan okular, namun belum banyak penelitian yang menganalisis kemampuan indikator ET dalam mendeteksi kewaspadaan. Padahal indikator okular banyak dikaitkan dengan kelelahan yang dapat menurunkan kewaspadaan. Penelitian ini bertujuan menentukan indikator ET yang dapat mendeteksi kewaspadaan pada pembatasan durasi tidur dan waktu pemeriksaan. Penelitian melibatkan 28 pria yang diminta melakukan inspeksi cacat (scratch, dirt, missing part, dan poor assembly) pada 50 senter sambil dilakukan pengukuran Psychomotor Vigilance Task (PVT) dan indikator ET. Durasi tidur dibatasi 4 dan 8 jam, serta waktu pemeriksaan terdiri dari waktu yang dibatasi dan tidak dibatasi. Variabel terikat adalah mean RT (reaction time), % minor lapses, dan mean 1/RT dari PVT. Dari ET diukur durasi fiksasi, diameter pupil, jumlah sakadik, dan kecepatan sakadik. Hasil eksperimen diolah dengan Two-way Repeated Measures ANOVA dan Pearson Correlation. Hasil ANOVA dengan signifikansi α=0,05 menunjukkan terdapat pengaruh durasi tidur terhadap mean RT, % minor lapses, dan mean 1/RT. Sedangkan waktu pemeriksaan berpengaruh terhadap durasi fiksasi dan jumlah sakadik. Berdasarkan uji Pearson Correlation, indikator ET dan PVT berkorelasi lemah atau sangat lemah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapatnya indikator ET yang cukup baik untuk mendeteksi kewaspadaan pada pembatasan durasi tidur dan waktu pemeriksaan.  Abstract [Analysis of Eye Tracking Indicators to Detect Vigilance Affected by Sleep Duration and Inspection Time Constraints] Eye tracking (ET) is widely used to detect ocular changes. However, few studies analyze the capability of ET indicators for detecting vigilance, albeit ocular indicators are often associated with fatigue which can reduce vigilance. This study aims to determine ET indicators that can detect vigilance on limited sleep and inspection duration. This study involved 28 men who were asked to perform inspection tasks for defects (scratch, dirt, missing parts, and poor assembly) on 50 flashlights while Psychomotor Vigilance Task (PVT) and ET indicators were measured. Sleep duration was limited to 4 and 8 hours, while inspection duration consisted of two levels, i.e. limited and not limited. Dependent variables were mean RT (reaction time), % minor lapses, and mean 1/RT of PVT. Furthermore, ET indicators included duration fixation, pupil diameter, number of saccades, and saccades velocity. The data were processed using Two-way Repeated Measures ANOVA and Pearson Correlation. ANOVA with significance of α=0,05 shows that there was an effect of sleep duration on mean RT, % minor lapses, and mean 1/RT. In addition, inspection duration had an effect on fixation duration and number of saccades. Based on Pearson Correlation test, all ET and PVT indicators had weak or very weak correlation. This research indicates that there is no ET indicator that is adequate to detect vigilance in limited sleep and inspection duration.Keywords: eye tracking; inspection duration; sleep duration; vigilance