Nancy Y Nugroho
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Research Report - Engineering Science

KORELASI BENTUK, STRUKTUR DAN KONSTRUKSI PADA BANGUNAN BENTANG BESAR DENGAN STRUKTUR MEMBRAN (Studi Kasus : Convention Center Yayasan Pendidikan Telkom, Bandung) Anastasia Maurina; Nancy Y Nugroho; Ricky Kurniadi; Beni Tanaka
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7071.428 KB)

Abstract

Perkembangan bentuk arsitektur akan dipengaruhi dan mempengaruhi teknologistruktur-konstruksi serta materialnya. Material membran pratarik merupakan teknologimaterial tekstil baru yang berpotensi sebagai material struktur bangunan bentang besar.Material ini yang bersifat fleksibel akan mewujudkan bentukan baru dalam arsitektur.Penelitian ini bertujuan mengkaji korelasi-kausal antara variabel bentuk (arsitektural),struktur dan konstruksi.Convention Center Yayasan Pendidikan Telkom merupakan bangunan bentang besarpermanen pertama di kota Bandung yang dirancang dengan menggunakan strukturmembran. Bangunan ini dianggap sebagai objek penelitian yang tepat guna untukmencari korelasi antar variabel.Penelitian ini mengkaji terlebih dahulu perancangan bentuk, struktur dan konstruksimelalui observasi, lalu mengkaji hubungannya. Penelitian ini memperlihatkan bahwahubungan antara bentuk, struktur dan konstruksi yang saling mempengaruhi.Perancangan bentuk arsitektural untuk bangunan bentang besar dengan strukturmembran akan sangat dipengaruhi oleh struktur membran dan konstruksinya. Olehsebab itu perancang/arsitek harus memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenaistruktur membran dan konstruksinya ketika proses merancang bentuk arsitekturalnya.Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan keilmuan mengenai struktur bentang besarmembran.Kata kunci: struktur bangunan bentang besar, membran.
PEMBUATAN MASTERPLAN LINGKUNGAN GUA MARIA BUKIT KANADA RANGKASBITUNG Nancy Yusnita Nugroho; Yenny Gunawan; Franseno Pujianto; Anastasia Maurina; Irma Subagio; Santoso Sukangto; Anthony Anthony; Vanni Vanni; Paramitha Paramitha
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11516.23 KB)

Abstract

Gua Maria Bukit Kanada yang terletak di kota Rangkasbitung provinsi Banten adalah salah satu tempat ziarah umat Katolik yang berada di bawah naungan Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Keuskupan Bogor. Gua Maria ini dibangun pada tahun 1988 oleh umat dengan dukungan dariKongregasi Suster-suster Fransiskan Sukabumi. Gua Maria ini lalu diberkati oleh Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Gua ini merupakan tempat ziarah pertama di tanah Banten.Seiring dengan berjalannya waktu, Gua Maria ini telah menginjak umur 25 tahun. Paroki Santa Maria Tak Bernoda – Rangkasbitung, Banten merasa perlu untuk menata ulang kawasan ini, sekaligus membuatkan masterplan dalam rangka pengembangan kawasan ziarah dan salah satu pusat kegiatan keagamaan di Rangkasbitung seiring dengan peningkatan kebutuhan untuk pelayanan umat di Rangkasbitung. Atas permintaan pihak paroki melalui Pastor Paroki, Unpar menugaskan tim pengabdian masyarakat untuk merespon dan membantu kebutuhan tersebut.Tim pembuatan Materplan Lingkungan Gua Maria Bukit Kanada telah ditugaskan untuk membuat desain materplan sesuai dengan kondisi eksisting tapak yang ada berdasarkan survei lapangan dan juga sesuai dengan kebutuhan ruang baik sebagai pendukung kegiatan Gua Mariamaupun sebagai pendukung kegiatan Paroki setempat. Analisis terhadap potensi tapak dan kebutuhan akan fungsi telah dilakukan selama proses pengembangan desain agar desain masterplan yang dihasilkan sesuai untuk kebutuhan umat namun tetap sesuai dengan lingkunganfisik dan budaya masyarakat setempat.Proses pembuatan masterplan dibagi menjadi 3 tahap (secara garis besar), yaitu : pengumpulan data dan analisa awal (November-Desember 2013), pembuatan konsep & masterplan serta pembuatan gambar penataan rinci untuk area Gua Maria (detail), dan terakhir adalah pengembangan desain masterplan (jika diperlukan). Kegiatan ini telah menghasilkan usulan konsep penataan area Gua Maria berupa 2 alternatif desain, sesuai permintaan pihak Paroki. Hasil rancangan telah dipresentasikan kepada Uskup Bogor menjelang akhir tahun 2014,dan tim dimohon untuk melanjutkan rancangan dengan mengerucutkan menjadi satu rancangan berdasarkan masukan-masukan yang telah diberikan.
PEMBUATAN MASTERPLAN LINGKUNGAN GUA MARIA BUKIT KANADA RANGKASBITUNG Nancy Yusnita Nugroho; Franseno Pujianto; Yenny Gunawan; Anastasia Maurina; Irma Subagio
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8747.427 KB)

Abstract

Gua Maria Bukit Kanada yang terletak di kota Rangkasbitung provinsi Banten adalah salah satu tempat ziarah umat Katolik yang berada di bawah naungan Paroki Santa Maria Tak Bernoda, Keuskupan Bogor. Gua Maria ini dibangun pada tahun 1988 oleh umat dengan dukungan dari Kongregasi Suster-suster Fransiskan Sukabumi.Gua Maria ini lalu diberkati oleh Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Gua ini merupakan tempat ziarah pertama di tanah Banten.Seiring dengan berjalannya waktu, Gua Maria ini telah menginjak umur 25 tahun.Paroki Santa Maria Tak Bernoda – Rangkasbitung, Banten merasa perlu untuk menata ulang kawasan ini, sekaligus membuatkan masterplan dalam rangka pengembangan kawasan ziarah dan salah satu pusat kegiatan keagamaan di Rangkasbitung seiring dengan peningkatan kebutuhan untuk pelayanan umat di Rangkasbitung. Atas permintaan pihak paroki melalui Pastor Paroki, Unpar menugaskan tim pengabdian masyarakat untuk merespon dan membantu kebutuhan tersebut.Tim pembuatan Materplan Lingkungan Gua Maria Bukit Kanada telah ditugaskan untuk membuat desain materplan sesuai dengan kondisi eksisting tapak yang ada berdasarkan survei lapangan dan juga sesuai dengan kebutuhan ruang baik sebagai pendukung kegiatan Gua Maria maupun sebagai pendukung kegiatan Paroki setempat. Analisis terhadap potensi tapak, fungsi beserta kebutuhan ruangnya, kondisi masyarakat dan budaya masyarakat setempat telah dilakukan agar desain masterplan yang dihasilkan sesuai untuk kebutuhan umat namun tetap sesuai dengan lingkungan fisik dan budaya masyarakat setempat. Pembuatan konsep masterplan telah dilaksanakan pada tahun 2014 dan di bulan Januari 2015 telah dipresentasikan/dibahas bersama para stakeholders (Keuskupan Bogor, Paroki Rangkasbitung, Pengelola Gua Maria,Pengelola Akper Yatna Yuana yang berada satu tapak dengan kawasan Gua Maria, danperwakilan umat).Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan pada tahun 2015 ini adalah berupa pengerjaan pendetailan gambar rancangan tapak dan bangunan di Kompleks Gua Maria sehingga siap dijadikan dokumen acuan untuk pelaksanaan pekerjaan pembangunan.
KORELASI BENTUK DINAMIS DENGAN RUANG ‐ STRUKTUR ‐ ENCLOSURE PADA BANGUNAN CIWALK EXTENTION, BANDUNG Nancy Yusnita Nugroho; Anastasia Maurina; R. Satrio Wicaksono; Vincentius Gani
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3881.887 KB)

Abstract

Rancangan bangunan paling mudah dikenali dari aspek bentuknya, sehingga banyak bangunan (khususnya bangunan komersil) yang dirancang dengan bentuk yang unik/menarik.Upaya menyajikan bentuk menarik tersebut berkaitan erat dan dapat mempengaruhi ruang dalam maupun luar, struktur, dan enclosure (elemen pelingkupnya).Bangunan‐bangunan dengan bentuk yang dinamis (tidak sederhana) adalah objek yang menarik untuk menjadi bahan kajian mengenai korelasi bentuk dan struktur dalamproses perancangan karya arsitektur. Kompleks bangunan di Ciwalk Extention, Bandung yang relatif baru, berkarakter unik, dan berbeda dari bangunan pada umumnya adalah salahsatu contoh yang perlu dikaji, antara lain karena karakternya yang dinamis dengan penggunaan bentuk‐bentuk lengkung/kurva, miring, variasi bentuk yang cukup beragam, dan olahan fasad yang cukup variatif. Selain itu, penggunaan bentuk lengkung dan pemecahan sistem strukturnya dapat memiliki konsekuensi terhadap ruang luar dan dalam, serta jugaperlu ditunjang oleh pemilihan material dan metode konstruksi yang cenderung lebih kompleks dibandingkan bangunan berbentuk geometris standar.Penelitian evaluatif dengan metode kualitatif ini dilakukan dengan observasi objek dan pengumpulan data‐data visual berupa gambar dan foto bangunan di kompleks CiwalkExtention, serta survei terhadap narasumber yang terlibat dalam proses perencanaan bangunan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa fungsi bangunan berupa mal/ritellebih memberi keleluasaan dalam merancang bentuk dinamis. Struktur diberi peran yang cukup besar dalam tampilan bangunan dan tidak sekedar mendukung bentuk. Enclosureuntuk bentuk dinamis membutuhkan banyak penyelesaian teknis agar tidak berdampak negatif pada maintenance dan tampilan bangunan. Rancangan bangunan secara keseluruhandipengaruhi oleh penjiwaan yang kuat secara arsitektur untuk menghadirkan rancangan ‘baru’, dengan tetap memperhatikan prinsip‐prinsip objektif dalam merancang. Bentuk dirancang dengan pertimbangan terkait konteks tapak & fungsi, serta persyaratan teknis secara memadai.Kata kunci: bentuk dinamis, bentuk dan ruang, bentuk dan struktur, bentuk dan enclosure