Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Generativitas Melalui Terapi Kelompok Pada Perempuan Paruh Baya Hapsah Hapsah; Achir Yani S. Hamid; Herni Susanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 13 No 3 (2010): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v13i3.248

Abstract

AbstrakPerempuan paruh baya mengalami banyak perubahan psikososial yang dapat mempengaruhi perkembangannya sehingga diperlukan upaya promotif untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Penelitian quasi experimental dengan pendekatan prepost test with control group ini ditujukan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi kelompok terapeutik (TKT) terhadap perkembangan generativitas perempuan paruh baya di Kabupaten Pinrang. Hasil penelitian terhadap 34 orang kelompok intervensi dan 36 orang kelompok kontrol (melalui purposive sampling) menunjukkan peningkatan generativitas secara bermakna (p= 0,000, α= 0,05) pada kelompok intervensi dan peningkatan secara tidak bermakna pada kelompok kontrol (p= 0,410, α= 0,05) sebelum dan sesudah dilakukan TKT. Terapi kelompok terapeutik ini direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai bentuk pelayanan kesehatan jiwa bagi perempuan paruh baya. AbstractMiddle age women generally experience many phsycosocial changes that can influence their developments, hence they need promoted actions to improve their health quality. This experimental quasi research using pre-post test with control group aims to identify an influence of therapeutic group therapy on the generativity development of middle age women in Pinrang Regency. The results showed that generativity development are significantly higher (p= 0,000, α= 0,05) on treated group (n=34) compared to control group (n=36) which did not show significant improvement (p= 0,410, α= 0,05) before and after intervention. This therapeutic group treatment was recommended to be developed as one way to promote mental health for middle age women.
Hubungan nilai D-dimer terhadap mortalitas pada pasien COVID-19 derajat berat di RSUD Dr.pirngadi Medan tahun 2020-2021 Fifi Nur Faltehal; Hapsah Hapsah
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v1i4.2609

Abstract

Coronavirus is an infectious human disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). D-dimer affects the mortality rate of COVID-19 patients due to an impaired immune system and an excessive inflammatory process that leads to tissue damage, leading to death conditions. The increase in COVID-19 severity correlates with an elevation in D-dimer levels. Elevated D-dimer levels have become an important marker in monitoring the condition of severe COVID-19 patients, as they are associated with worse outcomes and increased mortality in severe COVID-19 cases. To determine the relationship between D-dimer levels and mortality in severe COVID-19 patients.This research used a descriptive and analytical study with a cross-sectional design to determine the correlation between D-dimer levels and mortality in severe/critical COVID-19 patients. Data were obtained from secondary sources of medical records of confirmed severe/critical COVID-19 patients at Dr. Pirngadi Regional General Hospital. There is a correlation between D-Dimer levels and mortality in confirmed severe COVID-19 patients with moderate severity. A significant association exists between elevated D-Dimer levels and mortality in confirmed COVID-19 patients with moderate severity. This study also indicated that there are more male COVID-19 patients compared to females. Older individuals (elderly) in this study, aged over 45 years, are more likely to be infected with COVID-19 compared to those under 45 years of age.
Assistance in Strengthening the Capacity of Apparatus in Environmental Protection Supervision in South Sulawesi Province Fachrie Rezka Ayyub; Hapsah Hapsah; Nurviana Nurviana
ABDISAINS Vol 2 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan undang-undang bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengawasan lingkungan bertujuan mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan, memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan izin lingkungan, serta melindungi sumber daya alam. Namun, pengawasan lingkungan juga menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang kerap ditemui serta menyusun strategi optimalisasi pengawasan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Metode yang dilakukan dengan telaah pustaka serta wawancara dengan aparat struktural dan fungsional yang terkait dengan penaatan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil penelitian beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengawasan lingkungan antara lain belum optimalnya kerjasama antar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta terbatasnya jumlah dan kemampuan pejabat pengawas. Rekomendasi strategi optimalisasi pengawasan lingkungan khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu: 1) sertifikasi kompetensi personil pengawas dan pengendali dampak lingkungan; 2) sosialisasi tata cara pengelolaan pengaduan lingkungan; 3) penentuan skala prioritas untuk pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung; 4) pembentukan balai penegakan hukum lingkungan hidup untuk wilayah Sulawesi; 5) penunjukan ahli untuk melakukan penghitungan besaran denda administratif; serta 6) penggunaan Sistem Informasi Geografis dan teknologi lainnya untuk memperkuat pemantauan kejadian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan.