Yulius Purwadi Hermawan
Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendampingan Studi, Seni dan Pendidikan Jasmani Siswa Sekolah Dasar Ciumbuleuit Bandung Elisabeth Dewi; Sylvia Yazid; Yericha Yericha; Phenny Phenny; Yulius Purwadi Hermawan
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1844.029 KB)

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu siswa-siswi beberapa sekolah dasar di sekitar Universitas Katolik Parahyangan dengan membentuk sebuah kegiatan mengajar bahasa Inggris serta beberapa mata pelajaran lainnya yang akan  menjadi materi ujian akhir, mengasah kemampuan seni serta pendidikan jasmin untuk kesehatan para siswa. Kegiatan ini berlangsung selama satu tahun pendidikan dengan kegiatan mengajar diadakan sekali setiap minggunya. Pengabdian ini juga dirancang untuk mengembangkan potensi anak di luar bidang akademis dengan mengadakan art week dan sport week, kegiatan yang mengajak siswa untuk menunjukan kemampuan non akademisnya, seperti menggambar, menulis dan membaca puisi, kabaret, menari serta bermain futsal.Target yang diharapkan dari setiap kegiatan adalah adanya peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, pemahaman materi ujian sebagai suplemen dari materi yang diberikan oleh sekolah, Potensi softskill siswa-siswi SD melalui kegiatan art week serta memberikan pendidikan jasmani sejak dini untuk menanamkan kebiasaan untuk hidup sehat. Disamping itu, menumbuhkan kepedulian sosial dari para dosen dan mahasiswa terhadap lingkungan sekitar Universitas Katolik Parahyangan, Sehingga Keseluruhan proses pengabdian ini dapat membantu membentuk generasi muda yang utuh baik secara akademis maupun sifat sosial.
Analisis Struktural-Fungsional Model-model Kelembagaan Penyaluran Bantuan Pembangunan Internasional dari Emerging Economies Anggota G20 Yulius Purwadi Hermawan; Ratih Indraswari
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1959.46 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan analisis perbandingan struktur dan fungsi tiga model penyaluran bantuan pembangunan yang diadopsi oleh negara-negara ‘emerging economies’ anggota G20. Ketiga model tersebut adalah Model Development Assistance Committee (DAC), Model Arab dan Model Selatan-Selatan. Sebagai negara yang tergolong sebagai emerging economies, Indonesia memiliki kewajiban moral untuk membantu pembangunan di negara-negara berkembang, khususnya ‘low income countries’ (LICs). Kewajiban moral ini menjadi sangat penting terutama setelah Forum G20 menyepakati masuknya agenda pembangunan sebagai komitmen penting bagi anggota-anggota G20. Dibanding dengan ‘emerging economies’ lain, Indonesia dipandang relative belum siap menjadi ‘emerging donor’. Analisis ini akan membantu pemerintah untuk melihat model kelembagaan seperti apakah yang dipandang dapat diadopsi oleh pemerintah untuk merealisasikan komitmennya dalam G20. Penelitian ini sangat penting untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan pembentukan Indonesian Aid (suatu agensi khusus untuk penyaluran bantuan pembangunan ke mitra-mitra Indonesia. Penelitian ini juga sangat penting dalam dunia akademik untuk mengembangkan konsepsi peran emerging economies dalam proses tata kelola ekonomi global. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan memakai pendekatan struktural fungsional. Masing-masing model akan dilihat dan dibandingkan berdasarkan karakteristik struktur, fungsi dan kewenangannya; prinsip-prinsip dan pendekatan yang diadopsi; dan dilakukan assessment atas tingkat efektivitas pemanfaatannya.Kata kunci: Kerjasama Pembangunan Internasional, emerging economies, negaraBerkembang, G20