Trisno Sakti Herwanto
Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH DAN PENGEMBALIAN ANAK PUTUS SEKOLAH KE BANGKU PENDIDIKAN DI WILAYAH CIDADAP Tutik Rachmawati; Susana Ani Berliyanti; Gina Ningsih Yuwono; Kristian Widya Wicaksono; Trisno Sakti Herwanto
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1800.344 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencapai enam hal. Pertama, peningkatan kesadaran para orang tua dan masyarakat akan pentingnya pendidikan. Kedua, Penguatan kelembagaan local tingkat kelurahan. Ketiga, mencegah anak putus sekolah, terutama mereka yang rawan DO baik karena pergaulan, lingkungan maupun kemiskinan. Keempat, mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan, baik pendidikan formal ataupun Program Paket A, B, atau C. Kelima, membangun jejaring dengan LSM atau lembaga yang menangani Program Paket Pendidikan Luar Sekolah. Keenam, mengadvokasi lembaga pemerintah terkait (Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial) untuk menjamin hak anak dalam pendidikan termasuk didalamnya adalah pendidikan life skills bagi anak putus sekolah. Lokasi program pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada masyarakat, penguatan kelembagaan, training metode belajar untuk guru dan mahasiswa pendamping, pendampingan belajar bagi anak rawan DO, pendampingan anak putus sekolah untuk kembali ke sekolah, serta mediasi masyarakat dengan lembaga pemerintah dan NGO.
The Significance of Village Data for Village Development: Students’ Community Development Program Experience (Kuliah Kerja Lapangan) – Universities Contribution to Village Development Tutik Rachmawati; Trisno Sakti Herwanto; Kristian Widya Wicaksono
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 21, No 2 (2017): November
Publisher : Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.024 KB) | DOI: 10.22146/jkap.26352

Abstract

It is common knowledge that development planning at the village level is rarely based on valid and updated data. Students and lecturers in the Public Administration Department Parahyangan Catholic University, who have been working with villages in West Java Province for several decades encountered situations to support that argument. It is difficult to obtain valid and updated data to use as evidence in developing initiatives and programs for the village development. Students’ Community Development Program (Kuliah Kerja Lapangan henceforth KKL themed  Universities Contribution to Village Development  was initiated with the goal of  improving  the quality of data in rural areas (Garut District) by  collecting and updating village data,  developing the capacity of  village government leaders and staff to collect and update village data on their own. This paper discusses three major works that the Students’ Community Development Program (KKN) themed Universities Contribution to Village Development have made. The three areas relate to 1) elaboration of the logic of the program; (2) discussion of the process of data collection and analysis of data in the three villages; and (3) discussion of output and outcomes of the program. Research action, as Lewin argues, has three goals: to advance knowledge; to improve a concrete situation; and to improve behavioral science methodology. This paper presents a case study that shows the existence of a problem in a community, and concrete actions taken to solve it   through the application of knowledge acquired through Community Development Program (KKL) experience of Universitas Membangun Desa. 
The Significance of Village Data for Village Development: Students’ Community Development Program Experience (Kuliah Kerja Lapangan) – Universities Contribution to Village Development Tutik Rachmawati; Trisno Sakti Herwanto; Kristian Widya Wicaksono
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 21, No 2 (2017): November
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.26352

Abstract

It is common knowledge that development planning at the village level is rarely based on valid and updated data. Students and lecturers in the Public Administration Department Parahyangan Catholic University, who have been working with villages in West Java Province for several decades encountered situations to support that argument. It is difficult to obtain valid and updated data to use as evidence in developing initiatives and programs for the village development. Students’ Community Development Program (Kuliah Kerja Lapangan henceforth KKL themed  Universities Contribution to Village Development  was initiated with the goal of  improving  the quality of data in rural areas (Garut District) by  collecting and updating village data,  developing the capacity of  village government leaders and staff to collect and update village data on their own. This paper discusses three major works that the Students’ Community Development Program (KKN) themed Universities Contribution to Village Development have made. The three areas relate to 1) elaboration of the logic of the program; (2) discussion of the process of data collection and analysis of data in the three villages; and (3) discussion of output and outcomes of the program. Research action, as Lewin argues, has three goals: to advance knowledge; to improve a concrete situation; and to improve behavioral science methodology. This paper presents a case study that shows the existence of a problem in a community, and concrete actions taken to solve it   through the application of knowledge acquired through Community Development Program (KKL) experience of Universitas Membangun Desa. 
Apakah Digitalisasi Sektor PublikBerhasil Mewujudkan Inklusivitas Pelayanan? (Pembelajaran dari System Usability Scale Aplikasi SALAMAN Kota Bandung) Herwanto, Trisno Sakti; Barus, Aditya; Debora, Sharon; Novita, Virgilia Karin; Ceria, Negita
Jurnal Publik Vol. 17 No. 01 (2023): Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v17i01.157

Abstract

Digitalisasi seharusnya mampu menghadirkan pelayanan publik yang inklusif. Meskipun demikian, SALAMAN sebagai sebuah inovasi pelayanan publik berbasis digital terindikasi belum mampu menghasilkan pelayanan yang inklusif karena masih belum mampu menjangkau kelompok masyarakat tertentu, seperti masyarakat pengguna iOS (iPhone Operating System). Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui inklusivitas SALAMAN sebagai inovasi pelayanan publik berbasis digital. Selain itu, dilakukan pemetaan kelompok masyarakat yang rentan tereksklusi dari pelayanan SALAMAN. System Usability Scale (SUS) digunakan sebagai model yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk memperoleh gambaran mengenai inklusivitas SALAMAN, dilakukan survei kemudahan penggunaan sistem (system usability survey) kepada 35 orang responden yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia tujuh belas tahun keatas dan berdomisili di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SALAMAN belum memiliki inklusivitas yang tinggi dengan skor SUS 56,64 dari skor maksimal 100. Beberapa kelompok masyarakat yang menjadi kelompok rentan tereksklusi dari pelayanan SALAMAN adalah responden dengan kategori usia yang tergolong dalam generasi baby boomers, responden tanpa latar belakang pendidikan formal, responden dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar, dan responden dengan penggunaan internet tidak untuk keperluan harian. Berdasarkan hasil temuan di atas, maka disarankan bagi pemerintah untuk mewujudkan inklusivitas pelayanan publik dengan menyediakan proses pelayanan secara manual meskipun tersedia bentuk pelayanan berbasis digital.
KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DI ERA DIGITAL SEBUAH KERANGKA KONSEPTUAL Trisno Sakti Herwanto; Hasbi Rohmansyah; Anastasia Kade Daga; Bernadeth Getrudis Roflebabin
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 15 No. 02 (2024): Volume 15 No. 02 Juni 2024
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v15i02.6582

Abstract

The competency of State Civil Apparatus (ASN) in the digital era is increasingly important to study as the phenomenon develops that the future of public bureaucracy is increasingly linked to the use of digital technology. However, efforts to form a conceptual framework regarding these competencies are still very minimal. Based on this gap, this paper is directed at formulating a conceptual framework for ASN competency in the digital era. It is hoped that this effort will be useful for developing public sector HR management activities with a digital perspective. To formulate the conceptual framework, a literature review was carried out on various scientific documents that were in accordance with the focus of the article. This process succeeded in building a conceptual framework regarding ASN competency in the digital era which consists of two major competencies, namely public service competency and digital competency. Public service competencies include social maturity, practical skills, and knowledge abilities, while digital competencies include e-government, digital transformation, cybersecurity, data analytics, smart cities, telecommunications, and public participation.
Tingkat Internalisasi Core Values BerAKHLAK Peserta Latsar CPNS di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang Herwanto, Trisno Sakti; Hutasoit, Theresia Erinata
Contemporary Public Administration Review Vol. 1 No. 1 (2023): Contemporary Public Administration Review (CoPAR)
Publisher : Department of Public Administration, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/copar.v1i1.7076.24-45

Abstract

Core Values BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompetensi, Harmonis, Loyalitas, Adaptif, dan Kolaboratif) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 20 Tahun 2021 merupakan nilai dasar atau pondasi yang harus dimiliki oleh setiap ASN sebagai penyelenggara pelayanan publik. Berdasarkan aturan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Program Studi Administrasi Publik Universitas Katolik Parahyangan mencoba menyusun dan menguji instrumen pengukuran tingkat internalisasi core values BerAKHLAK ASN yang akuntabel. Upaya ini dilakukan dengan penyusunan dan uji coba instrumen pengukuran tingkat tingkat internalisasi core values BerAKHLAK di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif non eksperimental dengan strategi penelitian survey. Data dikumpulkan dari 80 responden yang merupakan rekan kerja peserta Pelatihan Dasar (Latsar CPNS) mencakup atasan, rekan sejawat, dan bawahan yang berinteraksi langsung dengan 43 peserta latsar dalam lingkungan kerja sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat internalisasi core values BerAKHLAK peserta Latsar CPNS di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang termasuk kedalam kategori sangat baik dengan skor 76,2. Berdasarkan analisis pada setiap nilai core values BerAKHLAK, peneliti menemukan bahwa nilai loyalitas adalah nilai dengan indeks responden yang paling tinggi yaitu sebesar 83,9 dan nilai adaptif adalah nilai dengan indeks responden paling rendah yaitu sebesar 71,28. Berdasarkan temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang perlu berfokus untuk mendorong peningkatan nilai Adaptif dalam penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan dasar yang diselenggarakan.
Tingkat Internalisasi Core Values BerAKHLAK Peserta Latsar CPNS di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang Herwanto, Trisno Sakti; Hutasoit, Theresia Erinata
Contemporary Public Administration Review Vol. 1 No. 1 (2023): Contemporary Public Administration Review (CoPAR)
Publisher : Department of Public Administration, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/copar.v1i1.7076.24-45

Abstract

Core Values BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompetensi, Harmonis, Loyalitas, Adaptif, dan Kolaboratif) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 20 Tahun 2021 merupakan nilai dasar atau pondasi yang harus dimiliki oleh setiap ASN sebagai penyelenggara pelayanan publik. Berdasarkan aturan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Program Studi Administrasi Publik Universitas Katolik Parahyangan mencoba menyusun dan menguji instrumen pengukuran tingkat internalisasi core values BerAKHLAK ASN yang akuntabel. Upaya ini dilakukan dengan penyusunan dan uji coba instrumen pengukuran tingkat tingkat internalisasi core values BerAKHLAK di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif non eksperimental dengan strategi penelitian survey. Data dikumpulkan dari 80 responden yang merupakan rekan kerja peserta Pelatihan Dasar (Latsar CPNS) mencakup atasan, rekan sejawat, dan bawahan yang berinteraksi langsung dengan 43 peserta latsar dalam lingkungan kerja sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat internalisasi core values BerAKHLAK peserta Latsar CPNS di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karawang termasuk kedalam kategori sangat baik dengan skor 76,2. Berdasarkan analisis pada setiap nilai core values BerAKHLAK, peneliti menemukan bahwa nilai loyalitas adalah nilai dengan indeks responden yang paling tinggi yaitu sebesar 83,9 dan nilai adaptif adalah nilai dengan indeks responden paling rendah yaitu sebesar 71,28. Berdasarkan temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang perlu berfokus untuk mendorong peningkatan nilai Adaptif dalam penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan dasar yang diselenggarakan.
Apakah Digitalisasi Sektor PublikBerhasil Mewujudkan Inklusivitas Pelayanan? (Pembelajaran dari System Usability Scale Aplikasi SALAMAN Kota Bandung) Herwanto, Trisno Sakti; Barus, Aditya; Debora, Sharon; Novita, Virgilia Karin; Ceria, Negita
Jurnal Publik Vol. 17 No. 01 (2023): Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Pasca Sarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v17i01.157

Abstract

Digitalisasi seharusnya mampu menghadirkan pelayanan publik yang inklusif. Meskipun demikian, SALAMAN sebagai sebuah inovasi pelayanan publik berbasis digital terindikasi belum mampu menghasilkan pelayanan yang inklusif karena masih belum mampu menjangkau kelompok masyarakat tertentu, seperti masyarakat pengguna iOS (iPhone Operating System). Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui inklusivitas SALAMAN sebagai inovasi pelayanan publik berbasis digital. Selain itu, dilakukan pemetaan kelompok masyarakat yang rentan tereksklusi dari pelayanan SALAMAN. System Usability Scale (SUS) digunakan sebagai model yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk memperoleh gambaran mengenai inklusivitas SALAMAN, dilakukan survei kemudahan penggunaan sistem (system usability survey) kepada 35 orang responden yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia tujuh belas tahun keatas dan berdomisili di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SALAMAN belum memiliki inklusivitas yang tinggi dengan skor SUS 56,64 dari skor maksimal 100. Beberapa kelompok masyarakat yang menjadi kelompok rentan tereksklusi dari pelayanan SALAMAN adalah responden dengan kategori usia yang tergolong dalam generasi baby boomers, responden tanpa latar belakang pendidikan formal, responden dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar, dan responden dengan penggunaan internet tidak untuk keperluan harian. Berdasarkan hasil temuan di atas, maka disarankan bagi pemerintah untuk mewujudkan inklusivitas pelayanan publik dengan menyediakan proses pelayanan secara manual meskipun tersedia bentuk pelayanan berbasis digital.
Pentingnya Komitmen Penuh Organisasi dan Stakeholders dalam Mewujudkan Inovasi Publik Herwanto, Trisno Sakti
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP)
Publisher : Badan Penerbitan Jurnal (BPJ) FIA-UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiap.2015.001.02.4

Abstract

Innovation is one of the important issues that are becoming a concern in the public sector. Various forms of public service innovation have been developed in order to provide a better quality of service to the community. Nevertheless, the application of innovation in the public sector often faces big challenges. Furthermore, these challenges ultimately hamper the process of transforming good ideas into innovation. By studying about the process of innovation and its challenges, we find that succesfull innovations in the public sector depend on organizational commitment and stakeholders commitment.
Efektivitas Investasi Publik di Era Otonomi Daerah: Studi Kasus Pembangunan PASTY Herwanto, Trisno Sakti
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP)
Publisher : Badan Penerbitan Jurnal (BPJ) FIA-UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiap.2016.002.01.9

Abstract

This paper aims to examine the effectiveness of public investment on the public investment of Yogyakarta Animal and Plant Market (PASTY) development. Cost and Benefit Analysis was applied to measure the PASTY values. We found that the investment of PASTY development gives effective impact on welfare with a positive NPV value IDR 26 billion. Factors that affect the effectiveness of the development of PASTY are sound policy formulation process, collaborative action in the policy implementation process, clear fragmentation of work and responsibility of government agencies, and availability of resources.