Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Psycho Idea

EFEKTIVITAS PELATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA REMAJA DENGAN GANGGUAN KECEMASAN SOSIAL Melati Ismi Hapsari; Nida Ul Hasanah
Psycho Idea Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.357 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v8i1.195

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Pelatihan Keterampilan Sosial pada remaja dengan Gangguan Kecemasan Sosial. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VII SMPN 1 Kalasan (4 laki-laki, dan 12 perempuan), dengan gejala Gangguan Kecemasan Sosial. Subjek dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol / waiting list. Skala Kecemasan Sosial Remaja (SKSR) digunakan dalam pengukuran pra perlakuan, segera sesudah perlakuan, dan 6 bulan setelah perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor SKSR pada kelompok eksperimen mengalami penurunan yang signifikan segera setelah diberikan pelatihan (0,011 ; p < 0,05). Skor SKSR pada kelompok kontrol juga mengalami penurunan, namun tidak signifikan (0,160 ; p < 0,05). Penurunan skor SKSR pada subjek penelitian bertahan secara signifikan hingga periode 6 bulan pasca pelatihan. Jadi, Pelatihan Keterampilan Sosial efektif untuk menurunkan Gangguan Kecemasan Sosial pada Remaja, dan efektivitasnya dapat bertahan hingga periode 6 bulan sesudah pelatihan. Kata Kunci : Kecemasan Sosial, Kecemasan, Pelatihan Keterampilan Sosial, Remaja
PERANAN ORANGTUA DALAM DONGENG SEBELUM TIDUR UNTUK OPTIMALISASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANAK USIA DINI Anita Rosalina; Yuki Widyasari; Melati Ismi Hapsari
Psycho Idea Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.279 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v8i2.236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dongeng sebelum tidur untuk optimalisasi kemampuan berkomunikasi anak usia dini. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif tipe studi kasus dengan pendekatan kasus tunggal. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Subjek terdiri dari siswa Kelompok Bermain (KB) UMP yang orangtuanya memiliki kebiasaan memberi dongeng. Penelitian dilakukan di KB UMP, Kecamatan Kembaran, Purwokerto. Sumber data lainnya adalah guru kelas, orangtua siswa dan pengasuh siswa. Validitas penelitian dilakukan menggunakan triangulasi sumber data. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah kemampuan berkomunikasi subjek semakin optimal setelah subjek diberikan dongeng sebelum tidur setiap hari selama kurang lebih 1 bulan lamanya. Peningkatan kemampuan komunikasi subjek dapat terlihat melalui beberapa kemampuan seperti : Penambahan kosakata, pemahaman apa yang ia ucapkan dan apa yang orang lain ucapkan, pengucapan atau fonologi, kemampuan menyusun kata dalam mengutarakan kemauannya, termasuk kemampuan menyusun kata ketika berpendapat atau berkomentar terhadap sesuatu yang membuatnya tertarik, serta pemilihan kata dan penggunaan kata dalam berkomunikasi Kata kunci: dongeng, kemampuan berkomunikasi, anak usia dini
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN ANAK USIA DINI BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN PENANGANANNYA Melati Ismi Hapsari
Psycho Idea Vol 13, No 1 (2015): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.82 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v13i1.1554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya anak berkebutuhan khusus di sekolah, jenis permasalahannya, dan mengidentifikasi kualitas penanganan terhadap anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini dilaksanakan di tiga Taman Kanak-kanak di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik di TK Aisyiyah 1 Purwokerto sejumlah 110 anak, anak didik di TK Pertiwi Arcawinangun sejumlah 80 anak, anak didik di TK Pertiwi Mersi Purwokerto sejumlah 55 anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa : terdapat 2 anak mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) dan 1 anak mengalami gangguan belajar. Kualitas penanganan anak berkebutuhan khusus berada pada kategori kualitas sedang. Kata Kunci : Identifikasi, Anak Berkebutuhan Khusus, Anak Usia Dini