Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID 19 Rr. Setyawati; Dinarsari Ekadewi; Melati Ismi Hapsari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.456 KB)

Abstract

 Pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya krisis di berbagi segi kehidupan tidak terkecuali bidang pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling parah terdampak. Proses belajar tanpa kehadiran guru dan murid di kelas, berpotensi mengurangi kualitas pendidikan. Siswa PAUD belum mampu atau belum saatnya mengoperasikan gawai sebagai alat pembelajaran jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran literasi digital bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran daring selama Pandemi Covid 19.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian action research. Subjek utama penelitian ini adalah 34 (tigapuluh empat) guru Pendidikan Anak Usia Dini Aisyiyah Kabupaten Banyumas. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara purposive. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas jenis data primer dan data sekunder.  Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari subjek utama dan subjek pendukung beserta hasil observasinya. Data sekunder adalah data yang berupa arsip, dokumen atau data statistik yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan FGD (DiskusiKelompok Terarah). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan model analisis interaktif dari Milles dan Huberman, yang komponennya terdiri atas reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dengan proses pengumpulan data berbentuk siklus.Hasil penelitian menunjukan masih rendahnya kemampuan literasi digital guru Pendidikan Anak Usia Dini padahal sejak pandemi Covid 19. Pandemi Covid-19 membawa pengaruh pada penguasaan ketrampilan literasi digital dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari oleh guru PAUD. Profesi guru di era digital menuntut penguasaan kemampuan literasi digital, merupakan suatu kompetensi yang harus dikuasai oleh para Guru PAUD. Di era digital ini, peran guru telah bergeser dari sekedar penceramah menjadi pengelola perilaku sosial dan emosi siswa; mentor untuk pembelajaran dan pengembangan muridnya secar holistik.
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA GURU SEKOLAH ISLAM: PERAN IKLIM ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Jauharah Hanun; Ugung Dwi Ario Wibowo; Tri Na'imah; Rr. Setyawati
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2022): JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v7i2.809

Abstract

Seorang guru dengan iklim organisasi yang mendukung untuk berpikiran positif serta nyaman dapat mendidik dengan lebih semangat hal tersebut berpengaruh terhadap kemajuan sekolah dan siswa yang merupakan para penerus untuk membangun negeri ini menjadi semakin maju.oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh iklim organisasi terhadap organizational citizenship behavior (OCB) dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada guru SMP Islam. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SMP Islam sejumlah 59 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala OCB, skala iklim organisasi dan skala komitmen organisasi. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan alpha cronbach. Skala OCB memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,910, iklim organisasi memiliki memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,964, dan komitmen organisasi memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,942. Penelitian ini meggunakan Teknik path analysis dan uji causal step. Hasil yang diperoleh yaitu komitmen organisasi memediasi secara parsial pada pengaruh iklim organisasi terhadap OCB pada guru SMP Islam. Nilai F sebesar 21,913 dengan p sebesar 0,00 (<0,05), t sebesar 2,624. Koefisien determinan menunjukkan bahwa komitmen organisasi memberikan sumbangan 43,9% pengaruh iklim organisasi terhadap OCB.
Telaah Literatur: Kesehatan Mental pada Pekerja Hospitality dan Implikasinya terhadap Employee Wellbeing Verica Sofie Putibungsu; Leni Anjani; Puspita Sari; Rr. Setyawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7345

Abstract

Industri hospitality merupakan sektor jasa yang memiliki karakteristik kerja dengan tuntutan emosional, kognitif, dan fisik yang tinggi. Intensitas interaksi dengan pelanggan, jam kerja tidak menentu, beban kerja berlebih, serta ketidakamanan kerja menjadikan pekerja hospitality kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Kondisi ini berimplikasi langsung terhadap employee well-being. Meskipun demikian, perhatian organisasi masih cenderung berfokus pada kinerja dan efisiensi, sementara kesehatan mental pekerja kerap diposisikan sebagai alat produktivitas semata, bukan sebagai nilai intrinsik dan hak pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kondisi kesehatan mental pekerja hospitality serta implikasinya terhadap employee well-being, dengan menempatkan kesehatan mental sebagai hak fundamental dan bagian dari martabat manusia dalam dunia kerja. Dan mengidentifikasi faktor-faktor kerja yang berkontribusi terhadap gangguan kesehatan mental. Literature Review dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional bereputasi yang membahas kesehatan mental, employee well-being, dan konteks industri hospitality. Literatur dikumpulkan dari sumber akademik kredibel dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep utama, dan temuan kunci. Pekerja hospitality menghadapi risiko tinggi terhadap stres kerja, burnout, job insecurity, dan emotional labor yang berlebihan. Kondisi tersebut berdampak negatif pada berbagai dimensi employee well-being, termasuk kesejahteraan psikologis, work–life balance, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Temuan juga menegaskan pentingnya peran kebijakan HR, dukungan psikologis, budaya kerja beretika, dan kepemimpinan yang berempati dalam menjaga kesehatan mental karyawan. Peningkatan employee well-being di industri hospitality memerlukan perubahan struktural di tingkat organisasi yang berpihak pada hak, martabat, dan kesejahteraan mental pekerja, guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, berkelanjutan, dan manusiawi.