Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI KEBIJAKAN TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI (TPP) DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KOTA BANJAR Ririn Yulianti Yulianti
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i2.2109

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to find out and analyze how the Evaluation of Perwal Policy Number 4 of 2016 concerning Additional Employee Income (TPP) at the Community Empowerment, Village, National Unity, and Political Office of Banjar City uses the policy evaluation theory of William Dunn. This study used qualitative research methods. Determination of informants using a purposive sampling technique. The results of the study on the effectiveness criteria found that there were positive changes for increasing discipline; on the efficiency criteria, the aspect of TPP assessment is based on finger scans without being supported by manual attendance, so it is concluded that it is not efficient; on the criteria of adequacy, enforcement of regulations regarding TPP has met the criteria of adequacy; on the criteria of equity, the distribution of information is quite good. This is because it is equipped with supporting facilities and firmness of action; on the criteria of responsiveness, TPP is given based on the number of employee work attendance, not yet based on employee performance; on the criteria of accuracy, the majority of employees agree with the TPP Perwal with sanctions that have been applied due to a shared commitment and enough to provide positive value for change. Overall, the Perwal policy No. 4 of 2016 regarding TPP in improving civil servant discipline has resulted in positive changes for increasing discipline.This is because of the firmness of the Head of Service in implementing the rules. We also found that the obstacle to implementing Perwal No. 4/2016 is the mindset of employees due to a lack of understanding of the rights and obligations of civil servants. Efforts are being made to further improve employee discipline, namely through tiered coaching and sanctions for cutting TPP.  Keywords : Policy Evaluation, Additional Income, Civil Servant Discipline ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana Evaluasi Kebijakan Perwal Nomor 4 tahun 2016 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar dengan menggunakan teori evaluasi kebijakan dari William Dunn. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada kriteria efektivitas ditemukan bahwa terdapat perubahan positif bagi peningkatan disiplin; pada kriteria efieisensi, aspek penilaian TPP berdasarkan finger scan tanpa di dukung absensi manual, sehingga disimpulkan belum efisien; pada kriteria kecukupan, penegakan perwal tentang TPP telah memenuhi kriteria kecukupan; pada kriteria pemerataan, pemerataan informasi cukup baik hal ini karena dilengkapi sarana pendukung dan ketegasan tindakan; pada kriteria responsivitas, TPP diberikan dengan berdasarkan angka kehadiran kerja pegawai belum berbasis kinerja pegawai; pada kriteria ketepatan, mayoritas pegawai setuju dengan adanya Perwal TPP dengan sanksi yang telah diterapkan karena adanya komitmen bersama dan cukup memberikan nilai perubahan secara positif. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kebijakan Perwal Nomor 4 Tahun 2016 tentang TPP dalam meningkatkan disiplin PNS telah membawa perubahan positif bagi peningkatan disiplin. Hal ini karena adanya ketegasan Kepala Dinas dalam menerapkan aturan. Kami juga mendapati bahwa kendala penerapan Perwal Nomor 4 Tahun 2016 yaitu pola pikir pegawai akibat kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai PNS. Upaya yang dilakukan untuk lebih meningkatkan disiplin pegawai yaitu pembinaan berjenjang dan sanksi pemotongan TPP .   Kata Kunci : Evaluasi kebijakan, Tambahan Penghasilan , Kedisiplinan PNS     
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PEMBUATAN KARTU KELUARGA DALAM MEMBERIKAN HAK ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KEPADA MASYARAKAT (Study Pada Kantor Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis) Ririn Yulianti; Yani Hendayaningsih; Yesi Nur Asyah
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 8 No 4 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.927 KB) | DOI: 10.25157/moderat.v8i4.2862

Abstract

Berdasarkan pengamatan, masyarakat di Kecamatan Cidolog masih banyak yang belum memperbaharui data dalam kartu keluarga (KK), dikarenakan proses yang lama dan tidak ramah. Untuk itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana petugas Kecamatan dalam memberikan hak administrasi kependudukan kepada masyarakat di Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis dari persepektif kualitas pelayanan publik. Kami menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari 14 informan dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yaitu observasi, dan wawancara. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan 5 dimensi kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Pasolong. Berdasarkan hasil temuan, pada dimensi kehandalan, pelayanan yang diberikan sudah cukup handal, pada dimensi daya tanggap, proses pelayanan masih kurang responsive, pada dimensi jaminan, pelayanan yang diberikan dapat memberikan jaminan terkait kepastian waktu, pada dimensi empati, petugas telah memberikan perhatian kepada masyarakat melalui fasilitas yang memadai, dan terakhir pada dimensi bukti fisik, hasil output berupa kartu keluarga sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Adapun hambatan dalam pelayanan pembuatan kartu keluarga (KK) lebih banyak disebabkan faktor teknis (jaringan internet dan listrik), upaya untuk mengatasi hambatan tersebut dengan cara melakukan koordinasi dengan pihak terkait
POLA KETERLIBATAN UNSUR PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (STUDI PADA DESA WISATA TAMBAKSARI, KECAMATAN WANAREJA, CILACAP): Ririn Yulianti; Mira Andriani
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 9 No 4 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v9i4.3489

Abstract

Tambaksari Tourism Village, Wanareja District, Cilacap Regency has various tourism potentials, but the management of tourism potential is still not optimal; improvements are needed in the arrangement of the area. This research aims to explain the phenomenon related to the pattern of involvement of penta-helix elements in the development of the Tambaksari Tourism Village. The method used in the study is the descriptive method with a qualitative approach. Data was collected from 10 informants using purposive sampling techniques for sampling. Data collection techniques use library research and field studies, namely observation and interviews. The research revealed that Tambaksari village only involved business, community, and government. Academics are not yet fully involved, while the media involved is not optimal. Tourism potential can develop if all the multi-parties (pentahelix) in Tambaksari Village, Wanareja District, work together.
MODEL PENGEMBANGAN DESA CERDAS (SMART VILLAGE) DENGAN PENDEKATAN PENTA-HELIX UNTUK MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA DI ERA SOCIETY 5.0 , Ririn Yulianti; Mira Andriani; Widya Yeshiana
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i1.4503

Abstract

The development of smart villages is critical to implement because it aims to improve the welfare and independence of village communities. However, in its implementation, many obstacles are faced, including the lack of involvement of stakeholders. Therefore, this study aims to reveal the synergy of penta-helix in developing smart villages in Handapherang Village, Ciamis Regency. We use a qualitative approach with a descriptive method. The informants in this study were all elements of the penta-helix involved in the development of smart villages in Handapherang Village, Ciamis Regency. The results of this study reveal that not all pillars of smart villages have been implemented, only four pillars, namely; smart government, smart environment, smart community, and smart economy. Some of the four pillars have not been implemented optimally. In addition, the synergy of penta-helix in the development of smart villages in Handapherang Village has not been maximized, there are still several actors who have not been maximally involved, including academic actors and business/private actors. In this study, we also reveal the inhibiting factors and supporting factors in the development of smart villages along with the penta helix synergy model with smart village pillars in realizing the independence of village communities.
IMPLEMENTASI PROGRAM 'GENERASI EMAS INSAN CEMERLANG' DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN MORAL PEMUDA DI KOTA BANJAR Ibrahim, Tofan; Maulana, Yogi Sugiarto; Yulianti, Ririn
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.5758

Abstract

Generasi muda menghadapi tantangan besar dalam era digital, terutama dalam memahami literasi digital dan penerapan nilai-nilai moral di tengah arus informasi yang masif. Masalah ini menjadi signifikan karena kurangnya pemahaman etika sosial dan kemampuan memilah informasi di kalangan pemuda. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh STISIP Bina Putera Banjar bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan moral generasi muda Kota Banjar melalui pelatihan yang bertema "Generasi Emas Insan Cemerlang". Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Metode ini dimulai dari tahap observasi, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi. Materi pelatihan meliputi literasi digital, etika sosial, dan pengembangan moralitas yang diaplikasikan melalui berbagai sesi interaktif, seperti diskusi kelompok dan simulasi. Hasil dari program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep literasi digital dan etika sosial. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, 91% peserta mengalami peningkatan nilai di atas 80 poin, menandakan efektivitas program dalam mencapai tujuan. Selain itu, survei kepuasan pengguna dan mitra menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dengan rata-rata indeks kepuasan 3,32 (91%) untuk pengguna dan 3,36 (83,5%) untuk mitra. Kesimpulannya, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kemampuan literasi digital dan moralitas pemuda, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat untuk membangun generasi muda yang beretika, kritis, dan bertanggung jawab di era digital.