Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Pembelajaran IPS Terpadu Pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunarungu (Studi Kasus SLB N Purwosari Kudus dan SLB B Yaspenlub Demak Tahun Pelajaran 2019/2020) Yusuf Falaq
JIPIS Vol 29 No 2: Oktober 2020
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kurikulum, sarana dan metode dalam pembelajaran IPS terpadu di SMALB B (Tunarungu) Purwosari, Kabupaten Kudus dan SLB B  Yaspenlub Demak tahun Pelajaran 2019/2020. Studi kasus digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, reduksi, penyajian dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan dalam kurikulum yang digunakan adalah kurikulum khas yang dirancang untuk peserta didik dengan keterbatasan fisik (tunarungu). Kurikulum ini 60% berbasis materi keterampilan dan sisanya berupa materi umum. Adapun metode pembelajarannya menggunakan metode dua metode khusus, yaitu medode kelompok (demonstrasi, drill dan karya wisata); dan metode individu (Q & A, face to face, dan oral). Sarana penunjang pembelajaran khusus terdiri dari ruang khusus yang dilengkapi alat-alat khusus guna meningkatkan potensi dapat diperbaiki maupun dikembangkan utamanya dalam komunikasi secara verbal maupun tekstual. Akan tetapi sarana pembelajaran pada SLBN Purwosari Kudus lebih lengkap dibandingkan SLB B Yaspenlub Demak.
TRADISI BARATAN JEPARA: WARISAN BUDAYA KRIYAN Muh Rafi Alfaris; Intan Rahmalina; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi adalah sebuah adat kebiasaan yang di lakukan secara turun-temurun yang menjadi sebuah kebiasaan di suatu daerah atau masyarakat. Tradisi harus di lestarikan agar tidak hilang, salah satunya seperti tradisi baratan dari Desa kriyan kabupaten jepara ini ada dua versi yang pertama tradisi ini di kaitkan dengan Ratu kalinyamat serta terdapat simbol pemeran ratu kalinyamatan saat karnaval tradisi baratan  dan yang kedua di laksanakan sebagai bentuk perwujudan dari masyarakat kriyan yang ingin menerangi malam hari menggunakan obor, obor sendiri merupakan sebagai perlambangan dari cahaya yang bisa menerangi kegelapan yang dirayakan pada saat malam nisfu syaban dan juga 15 hari menjelang bulan puasa yang dirayakan dengan prosesi keagamaan dan setelahnya di laksanakan karnaval keliling kampung. Tradisi baratan banyak pandangan lain untuk mendefinisikannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara kepada narasumber. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tradisi baratan yang ada didesa kriyan kecamatan kalinyamatan kabupaten jepara provinsi jawa tengah.
PEMELIHARAAN EKSISTENSI BUDAYA TRADISI GONG CIK DI DESA PASUCEN KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI Vian Anton Kusuma; Muhammad Aldi Zafany; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gong Cik, seni bela diri yang muncul selama masa penjajahan Belanda di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna dan sejarah Gong Cik, serta bagaimana seni ini dipakai sebagai bentuk kamuflase untuk menjalankan praktik bela diri tanpa menarik perhatian dan kecurigaan pemerintah kolonial. Metode penelitian yang digunakan kualitatif adalah dengan mencari referensi dan artikel terkait Gong Cik, serta menganalisis perbedaan antara Gong Cik dengan pencak silat tradisional dalam hal gerakan, presentasi, dan signifikansi budaya. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Gong Cik merupakan bentuk seni alternatif yang diciptakan untuk mempertahankan dan mewarisi ilmu bela diri secara diam-diam dari generasi ke generasi, di tengah tekanan penjajah yang melarang praktik bela diri. Gong Cik memiliki ciri khas dengan gerakan yang cenderung lebih luas dan modern dalam interpretasi seni bela diri, serta memberikan penekanan yang lebih besar pada aspek seni dan kreativitas dalam setiap gerakannya. Meskipun demikian, perbedaan antara Gong Cik dan pencak silat tradisional tetap terlihat dalam hal aturan baku, filosofi, dan teknis yang harus diikuti dengan disiplin.
Tradisi Wayang Klithik di Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Waakhidatun Choirul Umma; Mawar Mutia Sari; Nabila Khoirun Nisa; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i1.402

Abstract

Wayang klitik merupakan salah satu pertunjukan tradisional yang bersifat sakral sebagai sarana bersih sendang upacara yang masih lestari hingga saat ini di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bentuk wayang dan fungsinya dalam bersih sendang upacara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasidan studi dokumen. Teknik keabsahan data didasarkan pada kriteria kredibilitas,menggunakan triangulasi data. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, datapresentasi, dan verifikasi data. Hasil penelitian, mengenai bentuk wayang klitik terbuat dari kayu pipih yang dibentuk sesuai tokoh wayang, diukir dan diwarnai teknik hias sederhana, kelompok wayang dapat dibedakan dari warna wajah, bentuk wajah,aksesoris, dan posisi tubuh. Wayang klitik dalam upacara bersih sendang mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi pribadi, fungsi sosial dan fungsi fisik praktis. Fungsi pribadi sebagai wujud ekspresi pembuat wayang klitik dari mewujudkan idenya, fungsi sosial sebagai sarana ritual dalam bersih upacara sendang, hiburan seru, media edukasi kepada masyarakat, sarana komunikasi hingga Dewa dan desa dhanyang, serta fungsi fisik wayang klitik sebagai alat peraga/wayang yang menggambarkan karakter dalam cerita yang sedang diputar.
Peran Masyarakat dalam Melestarikan Seni Tari Bela Diri Gong Cik di Pati Naila Az Zahra; Arsita Mutiara Nadila; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i3.503

Abstract

Gong Cik adalah koreografi tari dari gerakan-gerakan bela diri, yang dimana gerakan bela diri tersebut diciptakan untuk membentengi masyarakat dari penjajahan belanda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat dalam melestarikan seni tari bela diri gong cik dan mengenalkan kebudayaan tersebut kepada masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan informan. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data instrumen didapatkan dalam observasi, wawancara dan dokumentasi berupa gambar dan rekaman. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah pertama, masyarakat desa pasucen melestarikan budaya tersebut dengan melatih atau mendidik anak-anaknya setiap satu minggu sekali pada hari ahad, sehingga seni tari gong cik tidak hilang seiring berjalannya waktu. Kedua, didaftarkannya seni tari bela diri gong cik ke dinas kebudayaan sebagai salah satu warisan budaya yang tak benda. Oleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa diharapkan untuk bisa berkontribusi dalam mempertahankan warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur atau nenek moyang secara turun temurun.
Implementation of Character Education for Students and The Role of the Nyai in Developing the Al-Inayah Cebolek Kidul Islamic Boarding School Evi Ziadaturrohmah; Yusuf Falaq
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v13i2.1211

Abstract

Bu Nyai's role in developing the Al-Inayah Cebolek Kidul Islamic boarding school is very important, from its inception until now. Al-Inayah Islamic boarding school is one of the tahfidzul qur'an Islamic boarding schools in Cebolek Kidul village. Character education for students is also very important to overcome moral crises and strengthen character. The aim of this research is to determine the implementation of Santri Character Education and the role of Mrs. Nyai in developing the Al-Inayah Cebolek Kidul Islamic Boarding School. This study uses a qualitative method. This research was carried out very selectively to obtain the authenticity of the data. The results of this research can be concluded as follows: (1) The aim of Islamic boarding school education is to develop and create a personality that is in harmony with Islamic teachings. (2) Islamic boarding schools are educational institutions with unique characteristics. Character education has an important role in maintaining good character throughout his life. (3) Mrs. Nyai Hj. Musyarofah has made a major contribution to the development of Pondok Al-Inayah from its inception until now. In the domestic realm, Mrs. Nyai often chases the students about cleanliness, discipline, and being unclean and pure. Meanwhile, in the public sphere, Bu Nyai often holds routine Koran readings every Saturday and Wednesday with the women of the Cebolek Kidul village.
Values of Local Wisdom in the Jenang Tebokan Carnival Tradition in Kaliputu Village Kudus City Central Java Rindang Viqriani; Yusuf Falaq
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v13i2.1230

Abstract

The aim of this research is to find out what local wisdom values ​​exist in the jenang tebokan carnival tradition in Kaliputu Village, Kudus City, Central Java. This research uses library methods. Namely, the data collected was obtained from various scientific literature (library research). Then what is done in data analysis is by collecting data, then classifying it and drawing conclusions. The results of this research are concluded as follows: (1) Tradition is the concept of beliefs and behavior that are passed down from generation to generation. The concepts aimed at include religion, social customs, cuisine and art. Tradition comes from Latin, namely traditio, meaning "passed on" or what is called custom. (2) Jenang tebokan is jenang in a tray. The term "tebokan" comes from the word tebok which means a tray made of woven bamboo. (3) Local wisdom values in the jenang tebokan tradition, namely religious values, social values ​​and cultural values.
TRADISI GONGCIK DI DESA PASUCEN TRANGKIL PATI GONGCIK TRADITION IN PASUCEN TRANGKIL VILLAGE Sharita Ramadhanti; Nur Faizatur Rofiqoh; Yusuf Falaq
Jurnal Komunikasi dan Budaya Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Komunikasi dan Budaya
Publisher : Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jkb.v5i1.2630

Abstract

The purpose of this research is to find out the meaning and history of the Gongcik tradition in Pasucen Village, Trangkil, Pati. The results showed that this tradition has existed since the Dutch colonial era but in its preservation Gongcik only survived in certain villages, one of which is Pasucen Village, Trangkil District, Pati Regency. Gongcik is a martial art wrapped in gamelan music with a combination of movements that become a dance, this tradition is usually performed in the event of earth alms, suronan, and so on. The Gongcik tradition needs to be preserved because it is rarely found.
Differences in Self-Efficacy, Self-Management, and Achievement Index of Students in the Tadris IPS IAIN Kudus Study Program Abi Amar Zubair; Yusuf Falaq; Rofiq Faudy Akbar
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 33, No 2 (2024): JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v33i2.68591

Abstract

Gender studies explain the differences in roles, positions, attitudes, behaviour, intelligence, and emotions between men and women. The concepts of study habits, adaptation, and academic assignments trigger differences in batches of students. On the other hand, the double burden students carry apart from academic interests can make students' achievement indexes fail to meet expectations. This triggers differences in intelligence and self-management based on the burden they carry. This research aims to determine whether there are differences in the self-efficacy, self-management, and achievement index of Tadris IPS IAIN Kudus students in terms of gender, batch of students, and student burden status. This research uses a quantitative approach and a survey method. The results show differences in self-efficacy, self-management, and achievement index based on gender. Women are taller than men. A review of the differences among the batch of students shows differences in self-efficacy and achievement index, while there is no difference in self-management. A review of student loads did not show differences in student self-efficacy, self-management, and achievement index. In conclusion, there are differences in gender, self-efficacy and achievement index based on the batch of students, but no differences in student status.
Makna dan Relevansi Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Meron bagi Generasi Z Desa Sukolilo Rifki Ramanda Rahman; Yusuf Falaq
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 14 No 1 (2025): Volume 14 Issue 1, February 2025
Publisher : Laboratory of Anthropology Department of Cultural Science Faculty of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v14i1.2883

Abstract

The Meron tradition in Sukolilo Village, Pati Regency, is a unique celebration held to honour the birthday of the Prophet Muhammad SAW. This event resembles the Skatenan ceremony celebrated at the Surakarta and Ngayogyakarta Palaces. For the Gen Z generation, Meron is not just a celebration; it has symbolic meaning and local wisdom that influences various aspects of the lives of villagers. The research used a qualitative approach involving active participation from the Sukolilo community. The study results show that the Meron tradition contains religious, social, artistic, and economic values ??seen in every stage of its implementation. The community plays an active role in preserving Meron by holding annual ceremonies that focus on developing, protecting, and promoting local culture. Furthermore, this tradition instils highly respected ethics, which are important in maintaining sustainability from generation to generation. This ensures that cultural heritage remains preserved and relevant, especially for the Gen Z generation influenced by modern culture. Meron is not just a celebration but an important part of cultural heritage that has eternal value. Efforts to preserve this tradition are significant to maintain the sustainability of traditions in Sukolilo Village in the future.