Dalam rangka upaya untuk meningkatkan produksi kopi arabika, sehingga produktivitas kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah dapat meningkat dimasa yang akan datang, maka perlu para petani kopi di Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan pengusahaan pembudidayaan kopi secara professional, khususnya dalam pola perawatan secara rutin salah satunya yaitu pemangkasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan pemangkasan terhadap tanaman kopi arabika, untuk mengetahui sistem pemangkasan yang telah diimplementasikan di Kabupaten Bener Meriah dan membandingkan perbedaan produktivitas dan pendapatan petani kopi arabika yang yang telah melakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan petani yang tidak melakukan teknik pemangkasan secara rutin. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis data statistik deskriptif yang diperoleh melalui hasil pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara secara langsung dengan petani. Sedangkan untuk mengetahui perbandingan produktivitas dan pendapatan usahatani kopi yang melakukan pola perawatan dalam bidang pemangkasan secara rutin dan tidak rutin, digunakan metode uji hipotesis dua sampel saling bebas dengan menggunakan program SPSS versi 16. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kegiatan pemangkasan yang dilakukan hanya sebatas pada pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi (pemeliharaan), sedangkan pada pemangkasan rejuvinasi (peremajaan) hanya sebesar 13% dari 30 petani responden yang melakukan kegiatan pemangkasan secara rutin dengan metode yang digunakan yaitu metode full stumping (potong habis), model pemangkasan yang diimplementasikan yaitu model pemangkasan berbatang tunggal (single stem), rata-rata produktivitas perhektar pada tanaman kopi yang dilakukan teknik pemangkasan secara rutin tidak sama dengan rata-rata produktivitas perhektar pada tanaman kopi yang tidak dilakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan rasio 1:1.95 dan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani dari hasil usahatani kopi yang melakukan teknik pemangkasan secara rutin tidak sama dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani dari hasil usahatani kopi yang tidak melakukan teknik pemangkasan secara rutin dengan rasio 2.5:7.4.In an effort to increase Arabica coffee production, so that the productivity of Arabica coffee in Bener Meriah Regency can increase in the future, it is necessary for coffee farmers in Bener Meriah Regency to conduct professional coffee cultivation, especially in the pattern of routine care, one of which is pruning. This study aims to find out how the activities of pruning against Arabica coffee plants, to find out the pruning system that has been implemented in Bener Meriah Regency and compare the differences in productivity and income of Arabica coffee farmers who have done pruning techniques regularly with farmers who do not routinely prune techniques . The analytical method used is descriptive statistical data analysis obtained through the results of primary data collection through direct observation and interviews with farmers. Whereas to compare the productivity and income of coffee farming that carries out a pattern of care in the routine and non-routine pruning field, the two sample samples are mutually independent using the SPSS version 16. The results obtained from this study are limited to pruning activities in trimming the form and trimming production (maintenance), while the rejuvenation pruning (rejuvenation) is only 13% of the 30 respondent farmers who conduct pruning routinely with the method used, namely the full stumping method (cut out), trimming models that are implemented namely the model single stem pruning, the average productivity of per-hectare in coffee plants routinely pruned is not the same as the average productivity per hectare in coffee plants that are not routinely pruned with a ratio of 1: 1.95 and average pen the results obtained by farmers from the results of coffee farming that do pruning techniques routinely are not the same as the average income obtained by farmers from the results of coffee farming who do not do pruning techniques routinely with a ratio of 2.5: 7.4.