Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KERUSAKAN KONDENSOR UNIT 1- 4 PLTU - XYZ BANTEN (AN ENGINEERING REPORT CASE STUDY) Tatan Zakaria; Trian Suryaman
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 3 No 2 (2020): industrial
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/intent.v3i2.957

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah salah satu jenis pembangkit listrik dimana prosesnya sebagai sistem konversi energi. Energi potensial kimiawi bahan bakar batubara dikonversi energi panas pembakarannya untuk merubah air umpan ketel uap menjadi uap bertekanan. Selanjutnya energi potensial tekanan uap berubah menjadi energi kinetik yang memutarkan sudu-sudu turbin uap menjadi energi mekanik rotasi as turbin, yang selanjutnya energi mekanik putaran as dirubah menjadi energi listrik melaui generator. Pembangkit Listrik Tenaga Uap terdiri dari alat utama (main equipment) dan berbagai alat pendukung (accessories), seperti ketel uap (boiler), turbin uap (steam turbine), generator, sistem bahan bakar, sistem udara pembakaran, sistem abu batu bara, sistem air ketel uap, sistem air pendinginan (cooling water system). Semua peralatan harus mempunyai kualitas dan reliabilitas agar sistem pembangkit beroperasi tanpa gangguan. Sistem gangguan alat-alat pendukung bisa menjadi gangguan pada alat-alat utama. Kondensor turbin uap merupakaan salah satu alat pendukung turbin uap. Dari data selama penelitian enam bulan didapatkan penyebab kerusakan kondensor adalah kebocoran pipa kondensor dengan jumlah 142 kejadian atau 31 %, penyebab masalah kedua yaitu pada peralatan bermasalah (CWP, CEP, LP Drain Pump, GSC Exhaust Fan, Venting Pump) dengan jumlah 88 kejadian atau 19 %, ketiga yaitu sistem vakum ejector dengan jumlah 64 kejadian atau 14 %, keempat yaitu transmiter abnormal dengan jumlah 56 atau 12 %, kelima yaitu pengujian kondensor dengan jumlah 56 kejadian atau 12 %, serta terakhir penyebab masalah kondensor keenam yaitu CL- air pengisi tinggi dengan jumlah 55 kejadian atau 12 %.
Studi Kelayakan Penerapan Blending Fuel Batubara-Ekstraks Ampas Kopi pada Ketel UAP DZL-20 di PT. DDD Tatan Zakaria; Ade Ariesmayana
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol. 2 No. 2 (2019): Environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.15 KB) | DOI: 10.47080/jls.v2i2.675

Abstract

Ketel Uap adalah salah satu dari sekian banyak mesin konversi energi yang sangat diperlukan industri dan perusahaan. Baik sebagai mesin pembangkit listrik ataupun sebagai penghasil uap proses produksi. Untuk menghasilkan produksi uap air (steam), proses pembakaran dalam ruang bakar suatu ketel uap memerlukan bahan bakar. Bahan bakar ketel uap terdiri dari 3 karegori : Padat, Cair dan Gas. Chain Grate Boiler, adalah salah satu dari sekian banyak ketel uap, dimana dalam penelitian ini menggunakan bahan bakar batubara medium kalori. Seiring meningkatnya harga bahan bakar batubara, maka industri yang mengoperasikan ketel uap mencari energi untuk pengganti sebagai penghematan operasionalnya dengan tidak mengurangi performansi ketel uap tesebut. Disisi lain ekstrak limbah atau ampas kopi menjadi hal yang tidak diperlukan tetapi perlu penannganan agar limbah ini tidak menjadi masalah lingkungan. Penelitian ini meneliti tentang kemungkinan penggunaan limbah ampas kopi dari industri pengolahan kopi instan , menjadi campuran bahan bakar ketel uap.Dimana dari perhitungan teoritis dan ekonomis, didapatkan penghematan biaya bahan bakar ketel uap sebesar 18% , jika ketel uap tersebut menggunakan blending fuel antara bahan bakar batubara : ampas kopi dengan rasio 80:20.