Marihot Tua Efendi Hariandja
Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Politik Dan Ilmu Sosial Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Studi Kasus FISIP UNPAR Hariandja, Marihot Tua Efendi; Sembiring, Sentosa
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Business Administration Study Program - Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.961 KB)

Abstract

AbstractOrganizational culture as a share value and norm which is always integrated toorganization in directing the organization member ineractions to face internaland external challenges. Therefore it is an importand aspect of organization tounderstand and manage for making organization more efective to achiev their goals.Fisip UNPAR as an organization also develop its culture as it is regarded can facetheir challenges.The purpose of research is to descrive the type of cultural orientation of fisip unparfrom the cultural typology, Power culture, role culture, achievement culture andsupport culture as state by Harrison, in the reseacrh question what is the existingculture today and what is prefered by its members, Is there any gap between it, andis there a significance relationship between culture and job satisfaction.Research is conducted through case studies method, with data gathered byquessioner technique about the perception of organization members, based on somedimension or indicator cultural type which have develope by some author and datais analysed by mean, compare means, and correlation test.The result of research find that the existing currently culture from the high tothe low are that Role Culture Orientation with mean score 35,40, AchievementCulture Orientation 33,91, Support Culture Orientation, 30,60 and Power CultureOrientation 30,04. The prefered culture orientation are Achievement CultureOrientataion 41,51, Role Culture Orientation 34,51, Support Culture Orientation30,53. and Power Culture Orientation 23,20.Based on pairs samples test was conducted by SPSS program, find that there are asignificance different for achievement and power culture orientation currently withprefered.Level of job satisfaction which is measured by six dimension is that work itself,compenzation, co-worker, supervision, advancement and facility with the scale veryshigh, high, moderate, and low of job satisfaction is high.The relationship between culture orientation and job satisfaction with the hypotesisthe lower the gab beetween existing culture and prefered culture, the higher jobsatisfaction. Based on spearman correlation test there is no significance correlation.Based on the research findings that is the achievement culture is prefer moredominant and power culture not dominant and there is a significance gab betweenit. It is need to decrease the existing power culture and reinforce the existingachievement culture.AbstrakBudaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu organisasi sebagaisebuah unit sosial yang mempunyai tujuan, yang dalam interaksi anggotanyaakan membentuk nilai-nilai dan norma berperilaku yang dianggap dapat menyelesaikantantangan-tantangan organisasi untuk mencapai tujuannya. Demikian juga FisipUnpar sebagai sebuah organisasi akan membentuk type budaya tertentuPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan type budaya organisasi yangberkembang saat ini di Fisip unpar berdasarkan typologi budaya organisasi power,role, achiement, dan support culture sebagai salah satu klasikasi yang dikemukakanoleh para ahli, kemudian type budaya apa yang diharapkan anggota, apakah budayasaat ini berbeda dengan harapan anggota, kemudian apakah semakin kecil perbedaanantara budaya saat ini dengan harapan mempunyai hubungan dengan kepuasan kerja.Penelitian dilakukan melalui studi kasus dengan pengumpulan data melalui persepsipara anggota terhadap sejumlah dimensi atau indikator type budaya yang telahdikembangkan para ahli dengan tehnik kuessioner, yang hasilnya di analisis melaluiperhitungan rata, uji beda dan korelasi statistik.Hasil penelitian menunjukan orientasi budaya saat ini dengan urutan tertinggi kerendah adalah Orientasi Role Culture rata-rata 35,40, Orientasi Achievement Culture33,91, Orientasi Support culture, 30,60 dan orientasi power culture. 30,04. Kemudiantipe Orientasi budaya yang diharapkan berbeda dengan yang terjadi saat ini denganurutan Orientasi Achievement Culture rata-rata 41,51, Orientasi Role Culture 34,51,Orientasi Support Culture 30,53. Orientasi Power Culture 23,20.Selanjutnya analisis kuantitatif sejauh mana perbedaan antara budaya saat inidengan yang diharapkan cukup signifikance atau tidak, Berdasarkan analisis pairssamples test yang dilakukan melalui SPSS Versi 20 perbedaan yang cukup signifikanada pada orientasi Achievement culture, Power culture. Kemudian analisis perbedaanper elemen masing-masing budaya saat ini dengan harapan terdapat sejumlah elemenyang berbeda secara signifikan.Tingkat kepuasan kerja karyawan yang diukur melalui 6 dimensi yaitu pekerjaanyang dilakukan, sistim imbalan, hubungan dengan atasan, hubungan denganrekan kerja, pengembangan diri, dan sarana dan prasarana, dengan skala sangatmemuaskan, puas, cukup puas dan tidak puas termasuk dalam kategori memuaskan.Hubungan antara budaya dengan kepuasan kerja yaitu semakin kecil perbedaanantara orientasi budaya saat ini dengan orientasi budaya yang diharapkan semakin tinggi kepuasan kerja, dengan menggunakan uji korelasi spearman yang dihitungdengan program SPSS versi 20 tidak mempunyai hubungan yang berarti.Dari orientasi budaya yang diharapkan dimana achievement culture yang tertinggi,dan adanya perbedaan yang signifikan dimana yang terjadi saat ini lebih rendahdengan harapan, perlu dilakukan peningkatan. Dan Orientasi power culture dimanaterdapat perbedaan yang signifikan saat ini lebih tinggi dari harapan perlu dilakukanpengurangan.Keywords: organizational culture, value, norm, power culture, role culture,achievement culture, support culture 
Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Studi Kasus FISIP UNPAR Marihot Tua Efendi Hariandja; Sentosa Sembiring
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 10 No. 1 (2014)
Publisher : Business Administration Department - Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.961 KB) | DOI: 10.26593/jab.v10i1.1221.%p

Abstract

AbstractOrganizational culture as a share value and norm which is always integrated toorganization in directing the organization member ineractions to face internaland external challenges. Therefore it is an importand aspect of organization tounderstand and manage for making organization more efective to achiev their goals.Fisip UNPAR as an organization also develop its culture as it is regarded can facetheir challenges.The purpose of research is to descrive the type of cultural orientation of fisip unparfrom the cultural typology, Power culture, role culture, achievement culture andsupport culture as state by Harrison, in the reseacrh question what is the existingculture today and what is prefered by its members, Is there any gap between it, andis there a significance relationship between culture and job satisfaction.Research is conducted through case studies method, with data gathered byquessioner technique about the perception of organization members, based on somedimension or indicator cultural type which have develope by some author and datais analysed by mean, compare means, and correlation test.The result of research find that the existing currently culture from the high tothe low are that Role Culture Orientation with mean score 35,40, AchievementCulture Orientation 33,91, Support Culture Orientation, 30,60 and Power CultureOrientation 30,04. The prefered culture orientation are Achievement CultureOrientataion 41,51, Role Culture Orientation 34,51, Support Culture Orientation30,53. and Power Culture Orientation 23,20.Based on pairs samples test was conducted by SPSS program, find that there are asignificance different for achievement and power culture orientation currently withprefered.Level of job satisfaction which is measured by six dimension is that work itself,compenzation, co-worker, supervision, advancement and facility with the scale veryshigh, high, moderate, and low of job satisfaction is high.The relationship between culture orientation and job satisfaction with the hypotesisthe lower the gab beetween existing culture and prefered culture, the higher jobsatisfaction. Based on spearman correlation test there is no significance correlation.Based on the research findings that is the achievement culture is prefer moredominant and power culture not dominant and there is a significance gab betweenit. It is need to decrease the existing power culture and reinforce the existingachievement culture.AbstrakBudaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu organisasi sebagaisebuah unit sosial yang mempunyai tujuan, yang dalam interaksi anggotanyaakan membentuk nilai-nilai dan norma berperilaku yang dianggap dapat menyelesaikantantangan-tantangan organisasi untuk mencapai tujuannya. Demikian juga FisipUnpar sebagai sebuah organisasi akan membentuk type budaya tertentuPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan type budaya organisasi yangberkembang saat ini di Fisip unpar berdasarkan typologi budaya organisasi power,role, achiement, dan support culture sebagai salah satu klasikasi yang dikemukakanoleh para ahli, kemudian type budaya apa yang diharapkan anggota, apakah budayasaat ini berbeda dengan harapan anggota, kemudian apakah semakin kecil perbedaanantara budaya saat ini dengan harapan mempunyai hubungan dengan kepuasan kerja.Penelitian dilakukan melalui studi kasus dengan pengumpulan data melalui persepsipara anggota terhadap sejumlah dimensi atau indikator type budaya yang telahdikembangkan para ahli dengan tehnik kuessioner, yang hasilnya di analisis melaluiperhitungan rata, uji beda dan korelasi statistik.Hasil penelitian menunjukan orientasi budaya saat ini dengan urutan tertinggi kerendah adalah Orientasi Role Culture rata-rata 35,40, Orientasi Achievement Culture33,91, Orientasi Support culture, 30,60 dan orientasi power culture. 30,04. Kemudiantipe Orientasi budaya yang diharapkan berbeda dengan yang terjadi saat ini denganurutan Orientasi Achievement Culture rata-rata 41,51, Orientasi Role Culture 34,51,Orientasi Support Culture 30,53. Orientasi Power Culture 23,20.Selanjutnya analisis kuantitatif sejauh mana perbedaan antara budaya saat inidengan yang diharapkan cukup signifikance atau tidak, Berdasarkan analisis pairssamples test yang dilakukan melalui SPSS Versi 20 perbedaan yang cukup signifikanada pada orientasi Achievement culture, Power culture. Kemudian analisis perbedaanper elemen masing-masing budaya saat ini dengan harapan terdapat sejumlah elemenyang berbeda secara signifikan.Tingkat kepuasan kerja karyawan yang diukur melalui 6 dimensi yaitu pekerjaanyang dilakukan, sistim imbalan, hubungan dengan atasan, hubungan denganrekan kerja, pengembangan diri, dan sarana dan prasarana, dengan skala sangatmemuaskan, puas, cukup puas dan tidak puas termasuk dalam kategori memuaskan.Hubungan antara budaya dengan kepuasan kerja yaitu semakin kecil perbedaanantara orientasi budaya saat ini dengan orientasi budaya yang diharapkan semakin tinggi kepuasan kerja, dengan menggunakan uji korelasi spearman yang dihitungdengan program SPSS versi 20 tidak mempunyai hubungan yang berarti.Dari orientasi budaya yang diharapkan dimana achievement culture yang tertinggi,dan adanya perbedaan yang signifikan dimana yang terjadi saat ini lebih rendahdengan harapan, perlu dilakukan peningkatan. Dan Orientasi power culture dimanaterdapat perbedaan yang signifikan saat ini lebih tinggi dari harapan perlu dilakukanpengurangan.Keywords: organizational culture, value, norm, power culture, role culture,achievement culture, support culture 
STUDI TENTANG BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA Studi Kasus FISIP UNPAR Marihot Tua Efendi Hariandja; Sentosa Sembiring
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2986.074 KB)

Abstract

Budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu organisasi sebagai sebuah unit sosial yang mempunyai tujuan, yang dalam interaksi anggotanya akan membentuk nilai-nilai dan norma berperilaku yang dianggap dapat menyelesaikan tantangan-tantangan organisasi untuk mencapai tujuannya. Demikian juga Fisip Unpar sebagai sebuah organisasi akan membentuk type budaya tertentuPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan type budaya organisasi yang berkembang saat ini di Fisip unpar berdasarkan typologi budaya organisasi power, role, achiement, dan support culture sebagai salah satu klasikasi yang dikemukakan oleh para ahli, kemudian type budaya apa yang diharapkan anggota, apakah budaya saat ini berbeda dengan harapan anggota, kemudian apakah semakin kecil perbedaan antara budaya saat ini dengan harapan mempunyai hubungan dengan kepuasan kerja.Penelitian dilakukan melalui studi kasus dengan pengumpulan data melalui persepsi para anggota terhadap sejumlah dimensi atau indikator type budaya yang telah dikembangkan para ahli dengan tehnik kuessioner, yang hasilnya di analisis melalui perhitungan rata, uji beda dan korelasi statistik.Hasil penelitian menunjukan orientasi budaya saat ini dengan urutan tertinggi ke rendah adalah Orientasi Role Culture rata-rata 35,40, Orientasi Achievement Culture 33,91, Orientasi Support culture, 30,60 dan orientasi power culture. 30,04. Kemudian tipe Orientasi budaya yang diharapkan berbeda dengan yang terjadi saat ini dengan urutan Orientasi Achievement Culture rata-rata 41,51, Orientasi Role Culture 34,51, Orientasi Support Culture 30,53. Orientasi Power Culture 23,20.Selanjutnya analisis kuantitatif sejauh mana perbedaan antara budaya saat ini dengan yang diharapkan cukup signifikance atau tidak, Berdasarkan analisis pairs samples test yang dilakukan melalui SPSS Versi 20 perbedaan yang cukup signifikan ada pada orientasi Achievement culture, Power culture. Kemudian analisis perbedaan per elemen masing-masing budaya saat ini dengan harapan terdapat sejumlah elemen yang berbeda secara signifikanTingkat kepuasan kerja karyawan yang diukur melalui 6 dimensi yaitu pekerjaan yang dilakukan, sistim imbalan, hubungan dengan atasan, hubungan dengan rekan kerja, pengembangan diri, dan sarana dan prasarana, dengan skala sangat memuaskan, puas, cukup puas dan tidak puas termasuk dalam kategori memuaskan.Hubungan antara budaya dengan kepuasan kerja yaitu semakin kecil perbedaan antara orientasi budaya saat ini dengan orientasi budaya yang diharapkan semakin tinggi keupasan kerja, dengan menggunakan uji korelasi spearman yang dihitung dengan program SPSS versi 20 tidak mempunyai huungan yang berarti.Dari orientasi budaya yang diharapkan dimana achievement culture yang tertinggi, dan adanya perbedaan yang signifikan dimana yang terjadi saat ini lebih rendah dengan harapan, perlu dilakukan peningkatan. Dan Orientasi power culture dimana terdapat perbedaan yang signifikan saat ini lebih tinggi dari harapan perlu dilakukanpengurangan.