Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Antara Pekerjaan dan Usia Kehamilan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar 2019 Hadriani Irwan; Agusalim Agusalim; Hardiyanti Yusuf
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.261 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v3i2.129

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Bahagia pada tahun 2017 sebanyak 922 orang, Tahun 2018 jumlah ibu bersalin sebanyak 915 orang dan pada tahun 2019 periode Januari-April jumlah ibu bersalin sebanyak 337 orang. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan dan usia kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan dan usia kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar dengan jumlah populasi 337 orang dan jumlah sampel 183 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square (pearson chi-square) diperoleh untuk variabel pekerjaan nilai p = 0,021 < dari α = 0,05, artinya bahwa ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian ketuban pecah dini. Untuk variabel pengetahuan nilai p = 0,009 < dari α = 0,05 artinya ada hubungan antara usia kehamilan ibu dengan kejadian ketuban pecah dini. Kesimpulan dari kedua variabel yaitu pekerjaan dan usia kehamilan ibu, menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan dengan kejadian ketuban pecah dini.
Struktur komunitas Echinodermata pada ekosistem lamun Desa Taula’a Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo Hardiyanti Yusuf; Miftahul Khair Kadim
Depik Vol 8, No 3 (2019): December 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.102 KB) | DOI: 10.13170/depik.8.3.14288

Abstract

Abstract. Echinodermata is playing an important role in food chains in waters ecosystem; however, there was no report on the Echinodermata structure in the seagrass ecosystem of Taula’a village, Gorontalo district. Hence, the objective of the study was to  to determine the community structure of Echinoderms in the seagrass ecosystem of coastal area of Taula’a village, Bilato, Gorontalo regency. The research was conducted from January to April 2019. There were 3 observation stations chosen purposively. The sample of Echinoderms was observed at low tide using methods of quadrats and transects of 1×1 m. In addition, the water parameters were also measured i.e the temperature, the salinity, the pH, the water depth, the substrate and the water flow. Furthermore, diversity, dominanc and Evenness index were analyzed using software PAST 3.22. The results showed that there were 13 species of Echinoderms representing 4 classes, namely Ophiuroidea, Asteriodea, Echinodea dan Holothuroidea in which the highest total abundance was on 1st station and the lowest total abundance was on the 2nd station.  The index of diversity was in the medium category, the index of domination was in the low category, the index of evenness showed an equitable distribution and the index of uniformity was very high.Keywords : Echinoderms, community, seagrass, Past 3.22 Abstrak. Echinodermata memiliki peranan penting dalam rantai makanan pada ekosistem laut, namun demikian struktur komunitasnya di ekosistim lamun Desa Taula’a Kabupaten Gorontalo belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu peneilitan ini bertujuan  untuk mengetahui struktur komunitas Echinodermata pada ekosistem lamun di wilayah pesisir Desa Taula’a, Bilato Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2019. Terdapat 3 stasiun pengamatan yang dipilih secara purposive. Pengamatan sampel Echinodermata dilakukan pada saat surut dengan menggunakan transek kuadran 1×1 m. Selain itu dilakukan juga pengukuran terhadap parameter air yaitu suhu, salinitas, pH, kedalaman, substrat dan arus. Nilai indeks keanekaragaman, indeks dominansi dan indeks kemerataan dianalisis menggunakan software PAST 3.22. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13 spesies Echinodermata ditemukan yang mewakili 4 kelas yaitu Ophiuroidea, Asteriodea, Echinodea dan Holothuroidea dimana kelimpahan total tertinggi pada stasiun I dan terendah pada stasiun II.  Indeks keanekaragaman kategori sedang, indeks dominasi rendah, indeks kemerataan menunjukkan penyebaran yang merata dan indeks keseragaman yang sangat tinggi. Kata kunci: Echinodermata, komunitas, Lamun, Past 3.22
Struktur komunitas Echinodermata pada ekosistem lamun Desa Taula’a Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo Hardiyanti Yusuf; Miftahul Khair Kadim
Depik Vol 8, No 3 (2019): December 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.3.14288

Abstract

Abstract. Echinodermata is playing an important role in food chains in waters ecosystem; however, there was no report on the Echinodermata structure in the seagrass ecosystem of Taula’a village, Gorontalo district. Hence, the objective of the study was to  to determine the community structure of Echinoderms in the seagrass ecosystem of coastal area of Taula’a village, Bilato, Gorontalo regency. The research was conducted from January to April 2019. There were 3 observation stations chosen purposively. The sample of Echinoderms was observed at low tide using methods of quadrats and transects of 1×1 m. In addition, the water parameters were also measured i.e the temperature, the salinity, the pH, the water depth, the substrate and the water flow. Furthermore, diversity, dominanc and Evenness index were analyzed using software PAST 3.22. The results showed that there were 13 species of Echinoderms representing 4 classes, namely Ophiuroidea, Asteriodea, Echinodea dan Holothuroidea in which the highest total abundance was on 1st station and the lowest total abundance was on the 2nd station.  The index of diversity was in the medium category, the index of domination was in the low category, the index of evenness showed an equitable distribution and the index of uniformity was very high.Keywords : Echinoderms, community, seagrass, Past 3.22 Abstrak. Echinodermata memiliki peranan penting dalam rantai makanan pada ekosistem laut, namun demikian struktur komunitasnya di ekosistim lamun Desa Taula’a Kabupaten Gorontalo belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu peneilitan ini bertujuan  untuk mengetahui struktur komunitas Echinodermata pada ekosistem lamun di wilayah pesisir Desa Taula’a, Bilato Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2019. Terdapat 3 stasiun pengamatan yang dipilih secara purposive. Pengamatan sampel Echinodermata dilakukan pada saat surut dengan menggunakan transek kuadran 1×1 m. Selain itu dilakukan juga pengukuran terhadap parameter air yaitu suhu, salinitas, pH, kedalaman, substrat dan arus. Nilai indeks keanekaragaman, indeks dominansi dan indeks kemerataan dianalisis menggunakan software PAST 3.22. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13 spesies Echinodermata ditemukan yang mewakili 4 kelas yaitu Ophiuroidea, Asteriodea, Echinodea dan Holothuroidea dimana kelimpahan total tertinggi pada stasiun I dan terendah pada stasiun II.  Indeks keanekaragaman kategori sedang, indeks dominasi rendah, indeks kemerataan menunjukkan penyebaran yang merata dan indeks keseragaman yang sangat tinggi. Kata kunci: Echinodermata, komunitas, Lamun, Past 3.22
Struktur komunitas Echinodermata pada ekosistem lamun Desa Taula’a Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo Hardiyanti Yusuf; Miftahul Khair Kadim
Depik Vol 8, No 3 (2019): December 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.3.14288

Abstract

Abstract. Echinodermata is playing an important role in food chains in waters ecosystem; however, there was no report on the Echinodermata structure in the seagrass ecosystem of Taula’a village, Gorontalo district. Hence, the objective of the study was to  to determine the community structure of Echinoderms in the seagrass ecosystem of coastal area of Taula’a village, Bilato, Gorontalo regency. The research was conducted from January to April 2019. There were 3 observation stations chosen purposively. The sample of Echinoderms was observed at low tide using methods of quadrats and transects of 1×1 m. In addition, the water parameters were also measured i.e the temperature, the salinity, the pH, the water depth, the substrate and the water flow. Furthermore, diversity, dominanc and Evenness index were analyzed using software PAST 3.22. The results showed that there were 13 species of Echinoderms representing 4 classes, namely Ophiuroidea, Asteriodea, Echinodea dan Holothuroidea in which the highest total abundance was on 1st station and the lowest total abundance was on the 2nd station.  The index of diversity was in the medium category, the index of domination was in the low category, the index of evenness showed an equitable distribution and the index of uniformity was very high.Keywords : Echinoderms, community, seagrass, Past 3.22 Abstrak. Echinodermata memiliki peranan penting dalam rantai makanan pada ekosistem laut, namun demikian struktur komunitasnya di ekosistim lamun Desa Taula’a Kabupaten Gorontalo belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu peneilitan ini bertujuan  untuk mengetahui struktur komunitas Echinodermata pada ekosistem lamun di wilayah pesisir Desa Taula’a, Bilato Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2019. Terdapat 3 stasiun pengamatan yang dipilih secara purposive. Pengamatan sampel Echinodermata dilakukan pada saat surut dengan menggunakan transek kuadran 1×1 m. Selain itu dilakukan juga pengukuran terhadap parameter air yaitu suhu, salinitas, pH, kedalaman, substrat dan arus. Nilai indeks keanekaragaman, indeks dominansi dan indeks kemerataan dianalisis menggunakan software PAST 3.22. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13 spesies Echinodermata ditemukan yang mewakili 4 kelas yaitu Ophiuroidea, Asteriodea, Echinodea dan Holothuroidea dimana kelimpahan total tertinggi pada stasiun I dan terendah pada stasiun II.  Indeks keanekaragaman kategori sedang, indeks dominasi rendah, indeks kemerataan menunjukkan penyebaran yang merata dan indeks keseragaman yang sangat tinggi. Kata kunci: Echinodermata, komunitas, Lamun, Past 3.22