Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kecerdasan Spiritual dan Emosional dalam Mengoptimalkan Aktualisasi Diri: Perspektif Bhagavad Gita Luh Melin Udayanti
LAMPUHYANG Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i2.199

Abstract

Akhir-akhir ini, banyak orang percaya bahwa keberhasilan manusia terletak pada kemampuan Intelektual (IQ) yang tinggi. Padahal, sejalan dengan tantangan kompleks kehidupan modern, ukuran standar IQ telah memicu perdebatan sengit dan serentak menggairahkan para pakar terutama ketika dikaitkan dengan tingkat kesuksesan dan pencapaian hidup seseorang. Setiap orang mampu dan memiliki potensi untuk menjadi sukses. Sayangnya, suatu kemajuan sering terganggu oleh kegagalan untuk memenuhi berbagai tingkat kebutuhan dalam konteks yang berbeda. Untuk mengatasinya, Intelektual Intelektual (IQ) saja tidak cukup. Kondisi instabilitas Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ) dapat menghambat seseorang dalam mengenali potensi dirinya. Orang yang mengaktualisasikan diri adalah mereka yang dipenuhi dan melakukan semua yang mereka mampu. Kecerdasan emosional (EQ) memungkinkan kita untuk menilai dalam situasi mana kita terlibat dan kemudian berperilaku dengan tepat di dalamnya. Kecerdasan spiritual (SQ) memungkinkan kita untuk bertanya apakah kita ingin berada dalam situasi tertentu.
Pengabdian Masyarakat English For Kids (Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Anak) Sekolah Dasar di Desa Bugbug Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Sang Ayu Putu Nilayani; Luh Melin Udayanti; IGN Wahyu Bawa Saputra; Ni Wayan Anggi Septia Dianthi
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i1.1336

Abstract

Pentingnya bahasa Inggris harus diajarkan anak sejak usia dini karena darnpak dari globalisasi dan bahasa Inggris juga rnenjadi bahasa Intemasional. Pernbelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini dilakukan secara bertahap dan diajarkan hanya sebatas pengetahuan atau dasar• dasamya saja tidak secara rnendalarn. Pernbelajaran bahasa Inggris bisa dilakukan dengan berbagai cara, rnisalnya dengan lagu ataupun perrnainan agar anak tidak rnerasa bosan dan lebih sernangat dalarn belajar bahasa Inggris. Peran orang tua juga penting dalarn proses pernbelajaran dengan rnenggunakan bahasa Inggris di rurnah rneskipun dalarn waktu yang singkat agar bahasa Inggris anak sernakin berkernbang. Belajar bahasa Inggris sejak dini rnernbantu anak-anak rnengernbangkan keterarnpilan berbicara, rnendengar, rnernbaca, dan rnenulis dalarn bahasa Inggris. Dengan diberikan pembelajaran bahasa Inggris pada sekolah dasar otornatis ketika anak-anak akan rnelanjutkan pada jenjang rnenengah peserta didik akan rnudah rnenerirna bahasa Inggris
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Bagi Anak-Anak Melalui Metode Game Based Learning di Banjar Dinas Batu Gunung Karangasem: Pengabdian Ni Komang Sri Mariati; Nur Ilmi Wathoni; Eka Dwi Putra; Sang Ayu Putu Nilyani; Luh Melin Udayanti; Ni Wayan Anggi Septya Dianithi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6639

Abstract

Kemampuan bahasa Inggris perlu dikembangkan sejak usia dini untuk mendukung komunikasi anak di era global. Namun, pembelajaran bahasa Inggris sering terkendala rendahnya motivasi belajar, keterbatasan kosakata, dan metode yang kurang menarik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris anak-anak melalui metode Game-Based Learning di Banjar Dinas Batu Gunung, Karangasem. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi melalui berbagai permainan edukatif yang mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sederhana. Peserta kegiatan adalah anak-anak usia sekolah dasar yang mengikuti program secara aktif. Hasil menunjukkan bahwa Game-Based Learning meningkatkan partisipasi, motivasi, kepercayaan diri, penguasaan kosakata dasar, serta kemampuan berkomunikasi dalam situasi sehari-hari. Suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan demikian, metode Game-Based Learning efektif sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris anak-anak di lingkungan masyarakat.