Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengenalan Materi Dasar Bahasa Inggris di Kalangan Siswa Sekolah Dasar Melalui Kegiatan English for Kids (EFK) di SD Negeri 5 Duda Timur I Ketut Wiriawan; Eka Dwi Putra; Ni Komang Sri Mariati; Nyoman Ayu Sri Desi Ariani
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i2.1348

Abstract

Pengembangan materi dasar Bahasa Inggris di kalangan siswa Sekolah Dasar telah menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan EFK (English for Kids) telah menjadi salah satu alternatif ya ng efektif dalam mengembangkan materi dasar Bahasa Inggris di kalangan siswa Sekolah Dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris pada anak-anak di tingkat Sekolah Dasar melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan. Program ini dirancang untuk menutupi kemampuan dasar Bahasa Inggris seperti membaca, menulis, dan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan pembelajarn bahasa inggris pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan English for Kids. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kegiatan English for Kids (EFK) efektif dalam membantu memperkenalkan materi Bahasa Inggris terhadap siswa Sekolah Dasar
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Bagi Anak-Anak Melalui Metode Game Based Learning di Banjar Dinas Batu Gunung Karangasem: Pengabdian Ni Komang Sri Mariati; Nur Ilmi Wathoni; Eka Dwi Putra; Sang Ayu Putu Nilyani; Luh Melin Udayanti; Ni Wayan Anggi Septya Dianithi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6639

Abstract

Kemampuan bahasa Inggris perlu dikembangkan sejak usia dini untuk mendukung komunikasi anak di era global. Namun, pembelajaran bahasa Inggris sering terkendala rendahnya motivasi belajar, keterbatasan kosakata, dan metode yang kurang menarik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris anak-anak melalui metode Game-Based Learning di Banjar Dinas Batu Gunung, Karangasem. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi melalui berbagai permainan edukatif yang mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sederhana. Peserta kegiatan adalah anak-anak usia sekolah dasar yang mengikuti program secara aktif. Hasil menunjukkan bahwa Game-Based Learning meningkatkan partisipasi, motivasi, kepercayaan diri, penguasaan kosakata dasar, serta kemampuan berkomunikasi dalam situasi sehari-hari. Suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan demikian, metode Game-Based Learning efektif sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris anak-anak di lingkungan masyarakat.
Bilingualism in Early Education: A Case Study at Sekolah Alam Cempaka Kids Eka Dwi Putra
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 7 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i7.377

Abstract

This study investigates the implementation of bilingualism in early education at Sekolah Alam Cempaka Kids, focusing on the forms of bilingualism, dominant language use, and influencing factors. Bilingualism, crucial for global communication, is increasingly integrated into education to enhance students' linguistic and cognitive skills. However, challenges such as limited teacher proficiency and inadequate resources hinder its effectiveness. The research aims to analyze bilingual practices, identify the dominant language, and explore factors affecting its application. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews with teachers, and document analysis. Participants included five teachers and 25 students aged 4–6 years. Findings revealed that code-switching and code-mixing were prevalent, with Indonesian as the dominant language and English used sparingly. Key influencing factors included teachers' limited English proficiency, insufficient resources, and minimal parental support for English use at home. The study highlights the need for structured bilingual programs, enhanced teacher training, and improved resources to optimize bilingual education. These findings contribute to understanding bilingualism in early education settings, particularly in Indonesia, and offer practical recommendations for educators and policymakers to foster effective bilingual learning environments.