Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI BASIS TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN MIKROEMULSI KOMBINASI EKSTRAK DAUN KUBIS DAN PEGAGAN : EFFECT OF VARIATIONS OF BASE CONCENTRATION ON PHYSICAL STABILITY OF MICROEMULSION PREPARATIONS COMBINATION OF CABBAGE AND GOTU KOLA LEAF EXTRACT Andi Wijaya; Dinar Indah Haryanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.486 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i1.291

Abstract

Mikroemulsi merupakan salah satu sistem penghantaran yang baik. Mikroemulsi dengan bahan alam sudah banyak dikembangkan antara lain kubis dan pegagan. Pemilihan basis sediaan berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan mikroemulsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi basis terhadap stabilitas fisik sediaan mikroemulsi kombinasi ekstrak etanol kubis dan pegagan. Sediaan mikroemulsi dibuat 3 formula yaitu FI, FII, dan FIII, dengan variasi konsentrasi basis meliputi tween 80, minyak zaitun gliserin, dan alkohol 95%. FI perbandingan tween 36 %, alkohol 9%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 32,66%, FII perbandingan tween 40%, alkohol 10%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 29,33% sedangkan FIII perbandingan tween 44 %, alkohol 11%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 26%. Uji stabilitas fisik yang dilakukan pada sediaan mikroemulsi antara lain uji organoleptis, uji pH, uji bobot jenis, uji redispersi, uji heating, dan uji ukuran partikel. Hasil evaluasi diperoleh data bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan ukuran partikel sediaan mikroemulsi. Ukuran partikel FI, FII, FIII berturut-turut adalah 340,0 nm; 533 nm dan 22,2 nm. Nilai pH sediaan ketiga formula memenuhi persyaratan yaitu 6, bobot jenis berkisar antara 1,085-1,098 g/mL. Sediaan FI, FII, dan FIII stabil dalam penyimpanan sampai dengan suhu 600C. Hasil uji redispersi menunjukkan bahwa formula II merupakan sediaan yang stabil selama penyimpanan 8 minggu. Kesimpulan penelitian ini adalah variasi konsentrasi basis berpengaruh terhadap stabilitas mikroemulsi kombinasi ekstrak etanol kubis dan pegagan.
PENYULUHAN PENCEGAHAN HIPERTENSI DENGAN CERDIK fara azzahra; Octariana Sofyan; Andi Wijaya; Mexsi Mutia Rissa; Danang Yulianto; Hayatus Sa’adah
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 2 No 2 (2022): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition where the pressure exceeds the normal limit. Uncontrolled high blood pressure can be a risk factor for cardiovascular disease. High blood pressure is still a dominant health problem and requires a good treatment. Counseling to the community of Ledok Timoho village, Muja Muju Umbulharjo Village, Yogyakarta on how to prevent and control hypertension and improve it. The method of activity used in this community service is in the form of counseling on the prevention and control of hypertension, followed by a question and answer discussion, and evaluation of activities using a questionnaire. The results of the implementation of community service showed that there was an increase in the knowledge of PKK mothers about the prevention and control of hypertension in the community from 86.30% to 100%.
SOSIALISASI TENTANG DAGUSIBU OBAT DI LEDOK TIMOHO KOTAMADYA YOGYAKARTA Danang Yulianto; Mexsi Mutia Rissa; Andi Wijaya; Octariana Sofyan; Fara Azzahra
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol 1 No 2 (2022): HIKMAYO: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v1i2.64

Abstract

ABSTRAK Permasalahan kesehatan diindonesia sangat kompleks khususnya terkait obat masih banyak ditemui di masyarakat. Permasalahan yang berhubungan dengan obat terjadi karena masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat yang baik dan benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang) obat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, masyarakat di Ledok Timoho ini belum pernah mendapatkan informasi tentang DAGUSIBU obat, sehingga perlu dilaksanakan sosialisasi tentang DAGUSIBU obat. Kegiatan ini dimaksudkan untuk dapat membagikan informasi tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar kepada warga masyarakat di Kotamadya Yogyakarta khususnya warga Ledok Timoho. Metode sosialisasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pengenalan masalah, pelaksanaan sosialisasi DAGUSIBU obat dengan cara penyuluhan, diskusi interaktif, dan pambagian buku saku DAGUSIBU obat. Kegiatan sosialisasi tentang DAGUSIBU obat berjalan dengan lancar, dan tingkat kehadiran peserta sebanyak 85,6% dari seluruh undangan. Peserta yang hadir dalam sosialisasi sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya, hal tersebut dapat menunjang terwujudnya program pemerintah dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar Ledok Timoho. Sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman peserta tentang pengelolaan obat dengan baik dan benar serta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan tentang obat tersebut dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Kata kunci : DAGUSIBU, Obat, Sosialisasi
PENGARUH PERBEDAAN JENIS PELARUT TERHADAP NILAI RENDEMEN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya .L): Pengaruh Perbedaan Jenis Pelarut Terhadap Nilai Rendemen Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya .L) Andi Wijaya; Bagas Satriawan
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i1.728

Abstract

Kandungan zat aktif dalam daun pepaya dapat diekstraksi secara maserasi. Pemilihan jenis pelarut berpengaruh terhadap nilai rendemen hasil ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap hasil rendemen ekstrak daun pepaya. Metode ekstraksi simplisia daun pepaya secara maserasi menggunakan 3 pelarut berbeda yaitu aquadest, etanol 96% dan n-heksan. Ekstrak yang diperoleh diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental kemudian dihitung nilai rendemen ekstrak dari masing-masing pelarut. Data nilai rendemen dianalisa menggunakan uji One Way Anova dilanjutkan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan pelarut aquadest, etanol 96% dan n-Heksan menghasilkan rata-rata rendemen ekstrak berturut-turut sebesar 26,48±0,54%; 8,51±0,87% dan 5,60±0,47%. Hasil pengujian statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar jenis pelarut. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa jenis pelarut ekstraksi berpengaruh terhadap nilai rendemen ekstrak. Kata kunci: daun pepaya, ekstraksi, jenis pelarut, rendemen.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI BASIS TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN MIKROEMULSI KOMBINASI EKSTRAK DAUN KUBIS DAN PEGAGAN : EFFECT OF VARIATIONS OF BASE CONCENTRATION ON PHYSICAL STABILITY OF MICROEMULSION PREPARATIONS COMBINATION OF CABBAGE AND GOTU KOLA LEAF EXTRACT Andi Wijaya; Dinar Indah Haryanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.291

Abstract

Mikroemulsi merupakan salah satu sistem penghantaran yang baik. Mikroemulsi dengan bahan alam sudah banyak dikembangkan antara lain kubis dan pegagan. Pemilihan basis sediaan berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan mikroemulsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi basis terhadap stabilitas fisik sediaan mikroemulsi kombinasi ekstrak etanol kubis dan pegagan. Sediaan mikroemulsi dibuat 3 formula yaitu FI, FII, dan FIII, dengan variasi konsentrasi basis meliputi tween 80, minyak zaitun gliserin, dan alkohol 95%. FI perbandingan tween 36 %, alkohol 9%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 32,66%, FII perbandingan tween 40%, alkohol 10%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 29,33% sedangkan FIII perbandingan tween 44 %, alkohol 11%, minyak zaitun 6%, dan gliserin 26%. Uji stabilitas fisik yang dilakukan pada sediaan mikroemulsi antara lain uji organoleptis, uji pH, uji bobot jenis, uji redispersi, uji heating, dan uji ukuran partikel. Hasil evaluasi diperoleh data bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan ukuran partikel sediaan mikroemulsi. Ukuran partikel FI, FII, FIII berturut-turut adalah 340,0 nm; 533 nm dan 22,2 nm. Nilai pH sediaan ketiga formula memenuhi persyaratan yaitu 6, bobot jenis berkisar antara 1,085-1,098 g/mL. Sediaan FI, FII, dan FIII stabil dalam penyimpanan sampai dengan suhu 600C. Hasil uji redispersi menunjukkan bahwa formula II merupakan sediaan yang stabil selama penyimpanan 8 minggu. Kesimpulan penelitian ini adalah variasi konsentrasi basis berpengaruh terhadap stabilitas mikroemulsi kombinasi ekstrak etanol kubis dan pegagan.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN HAND SANITIZER EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) SERTA UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli andi wijaya; Nika Irmawati Sarah
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional & Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.373013/4x5w2c53

Abstract

Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berguna sebagai antibakteri. Khasiat tersebut diaplikasikan dalam sediaan hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel hand sanitizer ekstrak daun kenikir, mengetahui stabilitas fisik serta aktivitasnya sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode ekstraksi maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan dibuat dalam 4 formula yaitu F1 sebagai kontrol sediaan, F2, F3 dan F4 dengan konsentrasi ekstrak masing-masing 10%, 12%, dan 14%. Hand sanitizer dilakukan uji fisik yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kenikir konsentrasi 10%, 12% dan 14%  dapat dibuat sediaan gel hand sanitizer yang memenuhi persyaratan sifat fisik sediaan gel yang baik meliputi organoleptis dan nilai pH sediaan.  F2, F3 dan F4 tidak memenuhi persyaratan homogenitas, sedangkan F1 dan F2 tidak memenuhi kriteria daya sebar yang baik. Sediaan F2, F3, dan F4 memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dan E.coli dengan kategori sedang. Aktivitas antibakteri terhadap S.aureus lebih tinggi dibandingkan terhadap E.coli. Kesimpulan penelitian ini adalah sediaan gel handsanitizer ekstrak etanol kenikir memiliki sifat fisik yang baik dalam hal organoleptis dan nilai pH sediaan, serta memiliki aktivitas terhadap bakteri S. aureus dan E.coli