Desi Junita Sari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi Nilai Berbasis Akhlak di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang Desi Junita Sari; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.489

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai proses internalisasi nilai berbasis akhlak di pesantren MTI Canduang. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses guru menginternalisasikan nilai-nilai akhlak pada santri serta kendala apa yang dihadapi guru dalam proses internalisasi nilai di Pesantren MTI Canduang. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Konstruksi Realitas Sosial Peter L. Berger dan Luckmann. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Data ini dianalisis menggunakan teknik analisis dari Matthew B Milles dan A Michael Hurberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai akhlak dimulai dari sosialisasi nilai-nilai pesantren, keteladanan guru, latihan dan pembiasaan, kemandirian, nasehat, serta pemberian reward dan punishment. Internalisasi nilai akhlak yang dilakukan guru merujuk pada keteladanan almarhum Syeikh Sulaiman Ar-rasuli sebagai pendiri Pondok Pesantren MTI Canduang. Nilai-nilai yang diterapkan Syeikh ketika mengajar muridnya diwariskan hingga saat sekarang ini. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai berbasis akhlak ini adalah, pertama; siswa berasal dari latar belakang yang berbeda, kedua; penggunaan gadget, dan ketiga; kontrol santri non asrama.