Dewi Agustina Iryani
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERUBAHAN SIFAT FISIS PELET TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT HASIL TOREFAKSI tri yulianto; Indra Gumay Febryano; Dewi Agustina Iryani; Agus Haryanto; Udin Hasanudin; Wahyu Hidayat
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 9, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v9i2.104-111

Abstract

 Penggunaan sumber energi dari fosil secara terus menerus mengakibatkan pasokan minyak bumi menjadi terbatas, sehingga dibutuhkan inovasi energi terbarukan. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah padat dari industri minyak sawit yang potensial untuk digunakan sebagai energi terbarukan karena ketersediaannya yang melimpah dan harga bahan baku yang relatif murah. Sifat-sifat TKKS dapat ditingkatkan menggunakan metode torefaksi. Torefaksi adalah perlakuan termokimia pada kisaran  suhu 200-300°C dengan kondisi inert (oksigen terbatas).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisis pelet TKKS melalui torefaksi dengan menggunakan electric furnace (EF). Torefaksi pelet TKKS pada penelitian ini menggunakan suhu 280°C dengan durasi 20 menit.  Pengujian pelet TKKS meliputi perubahan warna, kerapatan, kadar air, dan ketahanan terhadap perendaman air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna pelet tandan kosong kelapa sawit berubah total setelah torefaksi dengan nilai perubahan warna (ΔE*) sebesar 14,97. Kerapatan awal pelet sebesar 0,58% g/cm3 menurun dan setelah torefaksi menjadi 0,48 g/cm3. Kadar air awal pelet tandan kosong kelapa sawit sebesar 11,54% menurun setelah torefaksi menjadi 6,66%. Uji ketahanan terhadap air menunjukkan bahwa pelet yang ditorefaksi lebih tahan terhadap air dibandingkan pelet yang belum ditorefaksi, sehingga akan sangat menguntungkan ketika pelet disimpan dalam waktu yang lama dan pada kondisi lembab. Kata kunci: sifat fisis, tandan kosong kelapa sawit, torefaksi, warna.
Evaluation of Site-Specific Methane Emission Factors from Biogas Production in Tapioca Industrial Wastewater Treatment Systems Eva Martha Pratiwi; Dewi Agustina Iryani; Rahmat Safe'i; Agus Haryanto; Samsul Bakri; Udin Hasanudin
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i2.811-820

Abstract

Tapioca processing in Indonesia generates high-strength wastewater that can emit substantial methane (CH4) without sufficient treatment. The objective of this study is to determine a site-specific methane emission factor (B₀) for biogas power generation based on an anaerobic covered lagoon (ACL) and compares it with the IPCC default. Research was conducted on biogas power plant based on cassava wastewater with a capacity of 2 × 1.5 MW in Central Lampung. Twenty-two months of full-scale monitoring database included wastewater flow, COD, biogas yield volume, and methane concentration across wet and dry seasons. The results show that covered anaerobic lagoon systems with biogas recovery can effectively reduce fugitive methane. Using AMS-III.H and IPCC methods, a strong linear relationship between methane production and COD removal produced a site-specific B₀ of 0.2302 kg CH4/kg COD (0.321 m3 CH4/kg COD), slightly below the IPCC value. Lower yield was likely influenced by seasonal dilution, operational variability, and partial degradation of cassava-based organics. Results of this research emphasize the need for site-specific emission factors to improve Indonesia’s GHG inventories and mitigation strategies.